Berniat Mendaki Gunung? Jangan Lupa Siapkan Bekal Praktis Ini

Tak terasa akhir pekan akan datang beberapa saat lagi. Sudahkah kamu menentukan tempat liburan bersama teman atau kerabat nanti? Nah, bila belum merencanakannya, tidak ada salahnya untuk berlibur ke gunung.
Ya, telah menjadi salah satu gaya hidup generasi millennial, mendaki gunung bisa menjadi wahana 'hiburan' alternatif untuk kamu yang ingin melepas penat karena seusai beraktivitas.
Tak membutuhkan persiapan yang banyak, karena kini telah tersedia sederet penyedia layanan kebutuhan pendakian yang bisa kamu pilih untuk mempermudah liburanmu.

Namun, sebelum naik gunung, ada baiknya untuk menyiapkan secara detail barang-barang apa saja yang akan dibutuhkan saat mendaki nanti. Nah, soal bekal makanan, kira-kira jenis makanan apa saja ya, yang wajib dibawa untuk mengisi perut di tengah hutan?
Menurut Galih Donikara, anggota Eiger Adventure Service Team (EAST) Bandung, makanan terbaik yang dapat dibawa saat mendaki gunung sejatinya harus memenuhi beberapa aspek, yakni praktis, mudah diolah, serta memenuhi kebutuhan kalori tubuh.
"Pilih makanan yang praktis dan disarankan untuk tidak membawa makanan yang dapat berpotensi menjadi sampah. Dan, hindari membawa makanan berlemak tinggi, karena selain rumit, untuk mengolah makanan jenis ini dibutuhkan jumlah air yang cukup banyak," jelas Galih saat dihubungi kumparanFOOD, Rabu (11/7).

Nah, untuk jenis-jenis makanan yang disarankan oleh Galih di antaranya adalah makanan tinggi karbohidrat seperti beras, kentang, sereal dan roti. Selain praktis, sederet makanan tersebut juga dapat membantu mengganjal perut dalam waktu instan.
Di samping itu, jangan lupa untuk membawa aneka jenis sayur-sayuran untuk membuat menu tumisan sederhana seperti, wortel, bayam, kol, atau kangkung. Dan, untuk memperkaya rasa masakan, anggota MAPALA HIMAPA STIE YPKP Bandung tersebut menganjurkan untuk membawa sedikit bumbu-bumbu dapur.

“Usahakan membawa bumbu dasar alami, seperti garam dan lada. Dan, sebisa mungkin hindari menggunakan bumbu sachetan,” lanjutnya.
Selanjutnya, untuk memenuhi asupan protein saat mendaki, kamu juga bisa membawa beberapa olahan daging yang memiliki masa simpan panjang seperti dendeng, abon, dan telur asin matang.

Sedangkan, untuk asupan vitamin, buah-buahan segar maupun kering, mulai dari apel, pepaya, salai pisang, kurma, dan kismis bisa menjadi pilihan ideal untuk santapan penutup.
Dan, yang tak jauh lebih penting adalah menyimpan bahan makanan pada boks aluminium atau kantong kemasan yang mudah dibawa. Dengan menerapkan cara tersebut, hal ini tentunya dapat membantu meminimalisir kerusakan hutan dan pegunungan.
“Dan kalau bisa ganti semua kemasan plastik (makanan) diganti oleh boks aluminium atau kantong kemasan yang bisa dibawa pulang kembali, sehingga tidak membuat sampah,” pungkas Galih.
