Bernostalgia dengan Segigit Roti Jadul Tan Ek Tjoan Bogor
Tetap kokoh meski tergerus jaman. Mungkin itulah kata-kata yang sesuai untuk menggambarkan Tan Ek Tjoan. Didirikan sejak 1920, toko roti satu ini tetap bertahan hingga saat ini.
Berada di kawasan Bogor, Tan Ek Tjoan ternyata populer hingga ke ibu kota. Karena dulunya, tepatnya pada tahun 1950an, produk roti Tan Ek Tjoan telah dijajakan di area Jakarta dengan menggunakan gerobak roti. Tak heran bila roti Tan Ek Tjoan tak asing di telinga masyarakat ibu kota.
Pada mulanya, toko roti ini berlokasi di Grootepost weg (kini bernama Jalan Suryakencana). Namun seiring berjalannya waktu, Tan Ek Tjoan berpindah lokasi ke Jalan Siliwangi, Bogor Selatan.
kumparan (kumparan.com) pun berkesempatan menyambangi Tan Ek Tjoan yang beralamat di Jalan Siliwangi No. 176, Bogor Selatan tersebut.
Saat memasuki toko, nuansa tempo dulu sangat kental terasa. Toko roti ini tetap mempertahankan etalase kaca berdesain sederhana untuk menjajakan aneka menu roti dan kue. Meski tak memiliki banyak spot foto yang Instagramable, namun Tan Ek Tjoan tetap memberikan kesan yang nyaman.
Aneka jenis roti disajikan di sini, mulai dari roti gambang, khastangan, roti kaki kuda hingga roti yang dikreasikan lebih modern, yaitu roti abon, roti coklat, dan roti teddy bear yang dibanderol mulai dari harga Rp 8 ribu sampai Rp 11 ribuan saja.
Dari beragam pilihan yang ada, kumparan menjatuhkan pilihan pada roti gambang (Rp 8 ribu), roti dasi (Rp 8 ribu), roti kaki kuda (Rp 8 ribu), dan khastangan (Rp 10 ribu). Keempatnya merupakan varian roti jadul yang paling digemari pelanggan. Disajikan dengan kemasan plastik membuat kualitas produk ini semakin terjaga.
Saat mencicipi roti dasi, rasa manis gula dan kacang terasa kuat dalam lidah dan menghasilkan perpaduan rasa yang manis yang seimbang. Sementara untuk teksturnya, roti ini memiliki tekstur yang lebih padat dan lembut.
Untuk roti gambang, rasa khas kayu manis dan gula merah melebur kuat dalam mulut. meski tekstur luarnya cenderung keras, namun ketika menyentuh lidah, kue jadul satu ini akan meleleh seketika.
Sedangkan roti kaki kuda dan khastangan memiliki rasa yang hampir serupa. Masih dengan teksturnya yang padat namun lembut, kedua roti ini menghadirkan rasa manis khas roti jadul yang dipadukan dengan gurihnya keju di setiap gigitannya.
Sebagai dessert, kumparan memesan es krim rum raisin (Rp 24 ribu) dan es krim kopyor (Rp 24 ribu). Kedua varian es krim ini konon sudah ada sejak Tan Ek Tjoan berdiri dan tetap menjadi idola hingga kini.
Saat mencecap es krim rasa rum raisin, aroma khas rum dan manisnya susu terasa kuat di lidah. Taburan kismis di dalamnya semakin menambah cita rasa es krim yang creamy. Lezat!
Selain produk roti dan es krim, Tan Ek Tjoan juga menyuguhkan aneka makanan lain, mulai dari kue-kue basah, kue kering dan juga kue tart yang dibanderol mulai harga Rp 3.500 hingga Rp 55 ribuan.
Nah, bagi para pecinta jajanan jadul, Tan Ek Tjoan bisa menjadi pilihan terbaik untuk menikmati aneka jajanan jadul yang dikemas dengan suasana khas tempo dulu. Cita rasa produk yang tetap terjaga hingga kini akan membawamu kembali bernostalgia lewat segigit roti.
