Bikin Sushi 2 Meter, Duo Chef Ini Kembali Pecahkan Rekor Dunia
·waktu baca 2 menit

Sushi merupakan makanan asal Jepang dengan bentuk kecil yang memudahkan siapa pun untuk memakannya dalam satu hap. Namun, kali ini ada sushi berukuran raksasa yang pastinya tidak habis dalam sekali suap. Duo chef ini kembali berhasil mencatatkan namanya dalam buku rekor dengan membuat sushi terbesar di dunia.
Keberadaan sushi di era modern seperti sekarang ini memang mudah ditemui di berbagai gerai restoran Jepang. Hadir dengan beragam topping serta cara makannya yang mudah dan praktis, membuat makanan ini menjadi favorit banyak orang.
Mengutip FOOD NDTV, di tahun 2021 sushi menjadi salah satu makanan yang paling banyak dicari di dunia. Kombinasi antara nasi, sayur, serta protein dalam sekali lahap membuat duo chef Nick DiGiovanni dan Lynn Davis tertantang membuat sushi roll terbesar di dunia.
Duo chef ini berhasil memecahkan Guinness World Record dengan membuat sushi roll berdiameter 2,16 meter dan berat 1.360 kilogram. Ini setara dengan 45.000 sushi ukuran normal. Sushi raksasa ini terbuat dari 226 kilogram salmon, 226 kilogram timun, 900 kilogram nasi sushi, serta 453 kilogram nori.
Menurut video yang dibagikan oleh Nick, sushi tersebut harus memiliki beberapa kriteria. Adapun kriteria tersebut adalah, sushi harus dibuat melingkar dan mencakup semua bahan; seperti nasi, lembaran nori, dan berbagai isian yang setidaknya memiliki dua jenis yang berbeda.
Selain memecahkan rekor dengan sushi terbesar di dunia. Nick juga berhasil memecahkan rekor fillet ikan seberat 4,5 kilogram dalam waktu satu menit. Rekor ini sebelumnya dipegang oleh Gordon Ramsay yang membutuhkan waktu selama 1 menit 5 detik untuk kriteria yang sama.
Menariknya, setelah memecahkan rekor dunia, Nick dan Lyn akan menyumbangkan sushi tersebut kepada penampungan tunawisma. Duo chef ini terkenal dengan berbagai aksinya dalam memecahkan berbagai rekor dunia; seperti membuat kue pop terbesar, membuat nugget ayam terbesar, serta mengunjungi restoran cepat saji terbanyak selama 24 jam.
Penulis: Monika Febriana
