Kumparan Logo

Bisa Basi, Berapa Lama Minyak Zaitun Sebaiknya Disimpan?

kumparanFOODverified-green

google
Tambah ke Prefensi Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi minyak zaitun. Foto: Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi minyak zaitun. Foto: Shutterstock

Minyak zaitun atau olive oil kerap digunakan sebagai campuran pada masakan atau dressing salad. Minyak ini juga dikenal sebagai super food yang kaya nutrisi dan bermanfaat bagi kesehatan. Mulai dari menjaga kesehatan jantung, kaya akan antioksidan, hingga mencegah osteoporosis.

Tak heran, banyak orang yang menyimpannya sebagai persediaan, bahkan dalam jumlah yang cukup banyak. Mungkin kamu juga pernah menemukan sebotol minyak zaitun yang belum digunakan sama sekali, tersimpan di pojok lemari.

Kira-kira, minyak zaitun yang sudah disimpan lama itu masih aman dikonsumsi tidak, ya? Apakah minyak zaitun punya masa kedaluarsa?

Jadi, pada dasarnya, minyak zaitun adalah produk yang mudah rusak. Terbuat dari perasaan buah zaitun, sejatinya minyak zaitun ini prinsipnya mirip seperti jus buah. Kalau disimpan terlalu lama, bisa tengik dan basi.

Minyak zaitun memiliki masa simpan selama 18-24 bulan sejak dikemas dalam botol. Rentang waktu tersebut memang terdengar lama, namun ingat, bahwa saat botol-botol tersebut dikirimkan dan sampai di toko untuk dipasarkan, minyak zaitun sudah mulai menua.

Ilustrasi minyak zaitun Foto: Shutter Stock

Selalu cek terlebih dahulu best by date-nya sebelum membeli, agar kita mendapatkan minyak zaitun yang paling segar. Dilansir Purewow, setelah minyak zaitun dibuka, sebaiknya langsung konsumsi dalam jangka waktu 30-60 hari, atau maksimal satu tahun.

Nah, bagaimana cara mengetahui kalau minyak zaitun yang kita simpan masih belum kedaluwarsa dan aman dikonsumsi?

Mudah saja, tuang sedikit mintak zaitun dan cium aromanya. Bila sudah tengik, akan tercium aroma amis yang kurang sedap; seperti buah yang mengalami fermentasi atau busuk.

Kalau kamu masih belum bisa menentukan apakah minyak zaitun sudah busuk atau belum, cicipi sedikit tanpa menelannya. Kalau rasanya benar-benar hambar, terasa berminyak di mulut, atau terasa aneh (seperti kacang busuk), berarti minyak zaitunmu sudah tengik.

Kalau sudah begini, sebaiknya hindari menggunakannya untuk dikonsumsi. Kamu masih bisa memanfaatkan minyak zaitun yang tengik untuk melembabkan kulit, kuku, hingga menjadikannya scrub wajah.

Cara menyimpan minyak zaitun supaya awet

Minyak zaitun bisa mengurangi jumlah keringat Foto: pixabay

Suhu panas, udara, dan cahaya adalah musuh utama minyak zaitun. Maka itu, selain memilih produk yang paling segar, pilihlah yang kemasannya berupa gelas kaca bercat gelap, atau wadah besi non-reaktif yang tutupnya kencang dan bisa ditutup kembali.

Simpanlah di dalam lemari atau kabinet yang kering dan sejuk, terhindar dari sinar matahari. Pastikan suhu penyimpanan berada 15-22 derajat Celsius. Semakin hangat suhunya, aroma minyak zaitun akan makin rentan rusak.

Selain itu, kalau bisa, sebaiknya beli minyak zaitun dalam jumlah sedikit sesuai dengan kebutuhan.

Oh, ya, sebaiknya, bila ingin membuang minyak zaitun yang sudah kedaluwarsa, jangan langsung menuangnya ke dalam wastafel, ya. Cara tersebut akan menyumbat pipa dan saluran air seluruh kota, sehingga menyebabkan pencemaran saluran air.

Sayangnya, minyak zaitun --dan berbagai jenis minyak lainnya--juga tak bisa diolah menjadi kompos. Salah satu cara terbaik yang bisa kamu lakukan, adalah membuangnya dalam wadah yang tak bisa didaur ulang, seperti kardus susu atau tempat makanan.

embed from external kumparan