Buka Studio Baru, 'Rosalie' Keju Lokal Asal Bali Bidik Pasar Cheese Platter
ยทwaktu baca 3 menit

Cheese platter atau penyajian keju di atas papan kayu, kemudian dilengkapi buah-buahan, biskuit, madu, hingga aneka irisan daging, memang menjadi cara unik dalam menikmati makanan bercita rasa asin tersebut. Cara makan keju ini memang bukan hal baru, tapi baru-baru ini kepopulerannya kian meningkat.
Tren cheese platter yang kian diminati tersebut membuat Rosalie, brand natural keju lokal asal Bali membuka studio terbarunya di Jakarta. Cheese studio ini memiliki menu spesial cheese platter namun dengan pilihan porsi mulai dari individual hingga bisa dinikmati ramai-ramai.
Ayu Utami Linggih, founder dari Rosalie mengatakan, "Kami melihat pangsa pasar cheese platter di Jakarta sudah mulai banyak. Terus kita melihat 'oke berarti udah banyak yang aware, nih', kalau misalnya udah banyak yang jualan berarti permintaannya udah mulai banyak. Makanya sebagai produsennya, akhirnya kita bikin seperti ini di Jakarta."
Cheese studio by Rosalie menawarkan cheese platter mulai dari size small untuk individual, medium (1-2 pax), dan large untuk (2-3 pax). Tak hanya itu, ada juga spesial smoked beef platter dan smoked salmon platter.
Ayu sendiri menjelaskan bahwa setiap outlet Rosalie memiliki tema atau spesialisasi menu. Semisal di Jakarta yang difokuskan pada sajian cheese platter, sementara di Bali khusus vegetarian menu.
kumparanFOOD beserta dua media yang turut hadir berkesempatan mencicipi large cheese platter, karena kebetulan kami memang bertiga. Untuk cheese platter ukuran besar dihargai Rp 220 ribu.
Large cheese platter sudah termasuk tiga jenis keju andalan Rosalie; yakni black & white, fontina, dan Chevre de Vigne. Dalam satu cheese platter ini tergolong lengkap karena jenis keju yang disajikan mulai dari soft hingga hard cheese.
"Black & white ini adalah produk keju pertama dan favorit di Rosalie. Menggunakan susu kambing yang biasa kami impor dari Banyuwangi atau Bali. Rasa keju kambing ini paling soft dan cocok buat pemula," terang Ayu.
Platter keju ini turut dilengkapi beef dan chicken salami, madu, buah anggur, stroberi, olive, serta kacang mede. Untuk cracker-nya ada charcoal dan cookies chocolate.
Ratih salah satu karyawan Rosalie, menjelaskan cara menikmati cheese platter ini sejatinya tidak ada pakem khusus dan bisa disesuaikan dengan selera masing-masing. Namun umumnya, menurut Ratih, crackers atau biskuit menjadi dasar kemudian dilapisi keju, lalu bisa dipadukan dengan buah dan madu.
"Kalau enggak suka keju yang terlalu strong (seperti jenis keju kambing), bisa spread madu di atasnya supaya aromanya lebih soft," ujarnya.
Memang, ketika kami coba paduan keju yang rasanya dominan creamy dan asin, saat diberi sentuhan madu yang manis; rasanya lebih terasa lengkap dan kompleks. Umami dari keju lebih terasa ketika paduan asin dan manisnya menyatu.
Sambil menikmati cheese platter kamu juga disuguhkan dessert yang juga berbasis produk keju olahan Rosalie. Kami mencoba gluten free brownies, bakpia pecorino ornella, dan wingko halloumi. Dari ketiga dessert ini kamu jatuh hati pada bakpia pecorino ornella. Bakpia homemade hangat dengan tekstur chewy dan keju kambing yang lumer nan creamy berpadu apik di mulut dan bikin nagih.
Sebagai penyegar terdapat menu minuman kombucha dan teh yang bisa dipasangkan dengan cheese platter. Menurut Ayu, keju tidak melulu harus dipasangkan dengan wine, bahkan dengan teh pun sudah nikmat.
Nah, kalau kamu tertarik mencoba pengalaman cheese pairing dengan harga terjangkau dan berselera lokal; atau sekadar pengin ngemil keju dengan sajian bergaya cheese platter, bisa mencoba berkunjung ke Cheese Studio by Rosalie ini, ya.
Cheese Studio by Rosalie
Alamat: Oma Huis, Jl. Cikajang No. 74, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.
Jam buka: 10.00-19.00 (Senin-Kamis), dan 10.00-20.00 WIB (Jumat-Minggu).
