Bukan Arabika, Inilah Pilihan Kopi Terbaik untuk Begadang Kata Ahli
·waktu baca 2 menit

Minum kopi dipercaya dapat meningkatkan produktivitas seseorang. Hal itu karena dalam segelas kopi mengandung senyawa kafein yang baik untuk meningkatkan kinerja tubuh. Namun ternyata terdapat pilihan kopi terbaik untuk begadang.
Kopi merupakan minuman favorit banyak orang. Tidak hanya dapat dinikmati langsung setelah diseduh, kopi juga dapat diolah dengan berbagai macam tambahan seperti krim maupun susu. Ada juga yang mengolah kopi menjadi makanan hingga kudapan.
Kopi dipercaya dapat meningkatkan produktivitas seseorang yang membantu agar tetap terjaga. Bahkan ada yang menjadikan minuman ini sebagai teman untuk begadang saat mengerjakan tugas kuliah maupun menyelesaikan deadline dari kantor.
Ternyata ada kekeliruan terhadap pemilihan kopi dengan kafein tinggi. Semisal, kopi arabika dipercaya sebagai jenis kopi yang memiliki kafein tinggi sehingga menjadi minuman andalan saat begadang. Tapi ternyata, terdapat jenis kopi lain yang juga cocok untuk menemani kamu begadang.
Rinaldi Nurpratama, Founder Dua coffee mengungkapkan bahwa kopi robusta memiliki kafein yang jauh lebih 'nendang' dari arabika. Hal tersebut karena robusta ditanam pada suhu yang lebih panas, dan juga kopi ini jauh lebih kuat dari arabika.
“Kadang tuh orang suka salah persepsi, kalo mau minum kopi untuk tetap melek, ya arabika sama robusta. Tapi kalau mau lebih melek sebenarnya minumnya robusta karena kafeinnya jauh lebih nendang. Kalau arabika itu asamnya lebih tinggi,” kata Rinaldi yang ditemui oleh kumparanFOOD dalam acara dalam Press Conference Pasar Kopi di Kemang, Jakarta Selatan (15/7).
Tentunya dengan tingkat kafein yang tinggi dapat membuat kamu terjaga saat mengerjakan tugas kuliah maupun kantor. Selain membantu kamu untuk tetap produktif dan meningkatkan kewaspadaan, kafein juga memiliki beberapa manfaat lain.
Mengutip Medical News Today, kafein memiliki beberapa manfaat antara lain dapat membantu menurunkan berat badan, meningkatkan performa otak, hingga dapat mengurangi risiko Alzheimer dan kanker.
Namun mengonsumsi kafein terlalu banyak juga tidak baik untuk kesehatan. Studi dari Korean Journal of Family Medicine pada tahun 2016 menjelaskan bahwa asupan kafein yang berlebihan dapat meningkat gejala depresi dan kecemasan. Bahkan memberikan dampak buruk bagi kehamilan, gula darah, hingga insomnia.
Maka itu, perhatikan kembali asupan kafein yang kamu konsumsi setiap harinya. Serta, sebisa mungkin kurangilah berbagai kebiasaan buruk seperti begadang.
Reporter: Monika Febriana
