Food & Travel
·
3 Februari 2021 19:14

Bukan Cuma Jadi Bahan Makanan, Bayam Kini Bisa Mengirim Email?

Konten ini diproduksi oleh kumparan
Bukan Cuma Jadi Bahan Makanan, Bayam Kini Bisa Mengirim Email? (47945)
Bayam Foto: Thinkstock
Siapa yang menduga bahan makanan sehat seperti bayam bisa melakukan komunikasi dengan manusia melalui email? Ya, secara harfiah ini memang tak akan terjadi. Bukan, bukan begitu maksudnya, jangan emosi dulu.
ADVERTISEMENT
Hal ini berawal, dan menjadi viral di Twitter lantaran pemberitaan Euronews tentang bagaimana ilmuwan telah ‘mengajari’ bayam untuk mengirim email.
Mengutip Food and Wine, hal ini tentu membuat banyak orang bertanya-tanya bagaimana sayuran ini bisa mengirim email? Meskipun terdengar konyol, tulisan Euronews ini pada dasarnya membahas sesuatu yang lebih serius tentang bagaimana teknologi yang ditemukan para ilmuwan tersebut "dapat memperingatkan kita tentang perubahan iklim.”
Tulisan ini menjadi lebih viral lagi saat akun media sosial Twitter Euronews ikut me-retweet cuitan candaan dari komedian Dave Barry, penulis Margaret Atwood, serta netizen tentang absurditas tema sayuran yang mengirim email —bahkan mengubah bio profil mereka menjadi, "Datanglah untuk bayam, menginap untuk liputan iklim."
ADVERTISEMENT
Tetapi, bagaimana sekarang sebenarnya bayam bisa mengirim email? Tenang saja, komunikasi mengirim email yang dilakukan oleh sayur bayam ini tidaklah terjadi secara harfiah.
Melalui nanoteknologi, para insinyur MIT di AS telah mengubah bayam menjadi sensor yang mampu mendeteksi bahan peledak. Ketika akar bayam mendeteksi keberadaan senyawa yang sering ditemukan dalam bahan peledak dari air tanah, tabung nano karbon di dalam daun tanaman akan memancarkan sinyal. Sinyal ini kemudian dibaca oleh kamera inframerah —mengirimkan peringatan email kepada para ilmuwan.
Bukan Cuma Jadi Bahan Makanan, Bayam Kini Bisa Mengirim Email? (47946)
Ilustrasi menanam bayam di polybag. Foto: Shutterstock
Dalam hal ini, bagian "email" sebenarnya hanyalah hal teknis; cara untuk mendapatkan info dari titik A (bayam) ke titik B (kotak masuk). Lebih jelasnya, teknologi ini dikenal sebagai "nanobionik tanaman" dan secara efektif merupakan proses memberikan tanaman kemampuan baru.
ADVERTISEMENT
“Tanaman adalah ahli kimia analis yang sangat baik,” jelas Profesor Michael Strano, pemimpin penelitian yang sebenarnya sudah diterbitkan pada tahun 2016. “Ini adalah demonstrasi baru tentang bagaimana kami telah mengatasi penghalang komunikasi tumbuhan atau manusia.”
Dengan penemuan ini, Strano dan ilmuwan lain yakin bahwa eksperimen ini dapat digunakan untuk membantu memperingatkan manusia tentang kondisi lingkungan lainnya. Karena sejumlah besar data yang diserap tanaman dari lingkungannya, mereka ideal digunakan untuk memantau perubahan ekologis —mendeteksi polusi, kekeringan yang akan datang, dan bahkan bahan peledak.
Hmm, bagaimana menurutmu soal penemuan ini?
Reporter: Natashia Loi