Cara Tepat Memilih Makanan untuk Menghilangkan Nyeri saat Menstruasi

Menstruasi merupakan siklus bulanan yang umum terjadi pada setiap wanita yang telah memasuki fase pubertas. Proses luruhnya dinding rahim yang terjadi setiap 28 hari hingga 35 hari sekali ini sangat dinantikan, sekaligus menjadi momok bagi sebagian wanita yang mengalaminya. Hal ini karena terkadang menstruasi terjadi disertai dengan rasa tidak nyaman di sekitar area perut.
Siklus menstruasi yang lancar menandakan bahwa seorang wanita memiliki riwayat kesehatan yang baik. Namun, kadang siklus ini disertai rasa sakit yang melilit, serta kram di sekitar perut hingga pinggul. Bahkan, pada beberapa orang, rasa sakit dapat menyebabkan terganggunya aktivitas harian.
Sebenarnya rasa sakit dan tidak nyaman yang dirasakan saat sedang mengalami menstruasi dapat dikurangi dengan menerapkan pola makan tepat dan bahan makanan yang bergizi. Apa saja hal yang dapat dilakukan untuk mengurangi rasa sakit saat menstruasi? Ini lima tips yang dapat dilakukan untuk meredakan rasa sakitnya:
1. Makanan Tinggi Serat dan Protein

Makanan yang memiliki kandungan serat tinggi, seperti aneka sayuran hijau, apel, pepaya, dan mangga dapat membantu gula darah tetap stabil saat menstruasi. Gula darah yang stabil efektif mengurangi rasa pegal dan kram pada perut.
Sejalan dengan makanan berserat, makanan tinggi protein juga dapat mengurangi rasa sakit menstruasi. Biasanya kandungan protein tinggi dapat ditemui pada beberapa makanan seperti kacang almond, keju, serta daging-dagingan.
Dilansir Women's Health, daripada konsumsi obat-obatan pereda nyeri saat rasa sakit melanda, lebih baik biasakan konsumsi makanan tinggi serat dan protein sebagai camilan, seperti buah pir, kacang almond, keju, atau apel. Selain meredakan rasa nyeri, beberapa makanan tersebut juga dapat meningkatkan mood seseorang setelah mengkonsumsinya.
2. Mengatur Pola Makan saat Datang Bulan

Untuk meredakan rasa sakit saat menstruasi datang, sebaiknya ubah pola makan menjadi lebih sedikit, namun dengan frekuensi yang lebih sering. Makan lebih sering dalam porsi kecil akan mengurangi rasa tidak nyaman pada bagian perut, karena perut selalu terisi dengan makanan dalam porsi yang tidak terlalu besar.
Saat sedang haid, usahakan tidak menyantap makanan terlalu sedikit ataupun terlalu banyak. Hal ini karena perut yang terlalu penuh akan menyebabkan rasa mual, sebaliknya perut yang kosong tanpa diisi oleh asupan makanan akan mengakibatkan rasa nyeri saat menstruasi semakin terasa.
3. 'Smart Snacking' agar Rasa Kembung Hilang

Selain rasa nyeri, kembung adalah salah satu mimpi buruk bagi wanita yang sedang mengalami menstruasi. Rasa kembung biasanya dipengaruhi oleh tidak stabilnya kadar esterogen, sehingga menyebabkan kelebihan air dalam tubuh. Selain itu naik atau turunnya estegoren yang tidak teratur akan menyebabkan proses eksresi terhambat yang kemudian akan menyebabkan masalah pada sistem pencernaan yang berujung dengan rasa kembung di perut.
Untuk mengurangi rasa kembung saat menstruasi, para ahli menganjurkan untuk memperbanyak frekuensi 'Smart Snacking' atau ngemil sehat. Bukan sembarang camilan yang boleh disantap, beberapa makanan sebaiknya dihindari agar rasa kembung saat menstruasi tidak datang. Makanan yang mengandung kadar gula atau garam tinggi sebaiknya dihindari terlebih dahulu, karena makanan tersebut memiliki kecenderungan untuk menyerap air lebih banyak sehingga menyebabkan perut lebih mudah kembung.
Hindari juga minuman berkarbonasi yang memang telah dikenal lama menjadi penyebab utama perut kembung. Minuman berkarbonasi mengandung banyak gas yang akan terjebak di perut, sehingga menyebabkan kembung.
Sebaiknya perbanyak konsumsi buah, sayur, serta kacang-kacangan saat sedang mengalami menstruasi untuk menurunkan rasa tidak nyaman yang ditimbulkan karena kembung pada perut.
4. Konsumsi Makanan Mengandung Zat Besi

Saat datang bulan tubuh akan kekurangan zat besi yang luruh bersamaan dengan keluarnya darah menstruasi. Kekurangan zat besi yang parah dapat berujung pada anemia, karena zat besi berguna untuk memproduksi sel darah merah. Kekurangan sel darah merah akan membuat badan menjadi lemas dan tidak bertenaga.
Agar tubuh tidak kekurangan zat besi saat menstruasi datang, sebaiknya perbanyak konsumsi makanan yang mengandung kadar zat besi tinggi, seperti daging merah, bayam, hati sapi, dan telur. Agar penyerapan zat besi dapat berjalan dengan maksimal, makanan tinggi zat besi dapat disandingkan dengan bahan makanan yang mengandung vitamin C seperti jeruk, stroberi, dan tomat.
5. Konsumsi Kafein

Banyak orang percaya bahwa saat menstruasi datang, wanita dilarang untuk mengkonsumsi kafein karena dapat menyebabkan kram pada perut, serta gangguan datang bulan lainnya. Padahal pendapat tersebut tidak sepenuhnya benar.
Wanita yang sedang menstruasi tetap diperbolehkan untuk mengkonsumsi minuman berkafein asalkan tidak berlebihan. Bahkan kafein dapat menghilangkan rasa lesu dan lemas, serta mengurangi rasa nyeri pada bagian perut dan pinggul saat menstruasi datang.
Konsumsi satu cangkir kopi pada pagi hari dapat meredakan sakit yang efeknya sama dengan obat pereda nyeri haid yang banyak diperjual-belikan di toko dan apotek. Selain itu, ternyata minuman yang mengandung kafein seperti kopi juga memiliki antioksidan yang tinggi. Antioksidan ini dapat memperkuat imunitas tubuh, serta meredakan stres yang disebabkan karena adanya ketidakstabilan hormon saat menstruasi.
