Kumparan Logo

Catat! Ini Cara Memesan dan Makan Sushi yang Tepat ala Warga Lokal Jepang

kumparanFOODverified-green

·waktu baca 4 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi Sushi. Foto: Pixabay
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Sushi. Foto: Pixabay

Sushi adalah salah satu makanan asal Jepang yang juga menjadi favorit masyarakat Indonesia. Dikemas dengan praktis dan cita rasa yang lezat membuat makanan ini mudah dinikmati dengan cara apa pun. Sambil duduk santai, makan dengan jari atau sumpit, dicelupkan ke saus, ditambah wasabi, ditelan dalam satu suapan atau lebih, hingga masih banyak cara makan lainnya.

Tetapi tahukah kamu kebiasaan makan sushi bagi setiap orang ini cukup berbeda dengan cara makan di negara asalnya, lho. Warga lokal di Jepang memiliki etika tersendiri dalam menikmati sushi. Baik dalam memesan maupun cara memakannya.

Lantas bagaimana cara memesan hingga menikmati sushi yang tepat? Mengutip CNN, berikut tipsnya yang bisa kamu coba.

Cara memesan sushi

Ilustrasi Restoran Sushi di Tokyo Foto: Dok.Open meals

Sebagian besar restoran sushi terbaik di Jepang tidak memiliki menu, akan tetapi mereka menawarkan kisaran harga yang berbeda tergantung apa yang kamu pesan. Alih-alih memesan satu menu, koki akan menawarkan setiap bagian sushi ketika sedang dibuat.

Ketika kamu sudah berhasil mendapatkan sushi, perlu diperhatikan juga untuk tidak meninggalkan sepotong sushi yang baru disajikan terlalu lama. Ini karena dengan begitu suhu, tekstur, hingga kelembaban pada sushi sudah berubah.

Selain itu, biasanya restoran sushi di Tokyo memiliki lebih banyak permintaan daripada restoran biasa. Oleh karena itu, jangan ragu untuk meminta pengulangan apa pun yang sangat kamu sukai ataupun hal yang tidak kamu sukai.

Hal ini berguna untuk mengurangi kesalahan umum yang kerap terjadi, yaitu ketika pelanggan terlambat memberi tahu kepada koki tentang ketidaksukaan ataupun alergi terhadap bahan makanan tertentu. Itulah sebabnya, restoran terkenal di sana seperti Sawada atau Kyubey, meminta untuk melakukan reservasi terlebih dahulu.

Ilustrasi makan sushi pakai tangan Foto: dok.shutterstock

Selanjutnya, sebagian besar restoran sushi kelas menengah juga menawarkan berbagai pilihan khusus. Jika ternyata pada hidangan yang kamu pilih itu terdapat bahan yang tidak bisa kamu makan, maka bisa mengucapkannya lalu disertakan dengan nashi kudasai "kecualikan".

Namun, jika hidangan itu aman, serta hanya menginginkan yang terbaik sesuai dengan tawaran koki, maka kamu bisa bilang kepadanya o-makase shimasu yang artinya “saya akan menyerahkannya kepada kamu.”

Oiya, biasanya rantai restoran sushi di sana juga menyediakan berbagai macam sushi dengan ban berjalan. Hal ini berguna untuk membantu pelanggan lebih mudah ketika mengambil sushi sesuai dengan keinginan.

Tetapi guru memasak Sone memiliki tips yang lebih baik lagi, yaitu dengan mengambil tempat duduk dan bisa memesannya langsung. "Saya tidak pernah mengambil piring yang berputar-putar, kamu bisa memesan yang baru dibuat, langsung dari koki. Dengan cara ini juga, saya bisa meminta lebih sedikit nasi (shari sukuna-meh kudasai)," ujarnya.

Cara memakan sushi ala masyarakat lokal Tokyo

1. Menggunakan sumpit bukanlah keharusan

Ilustrasi sushi salmon Foto: Pixabay

Banyak orang yang menyangka bahwa masyarakat lokal Jepang kerap menggunakan sumpit dalam menyantap sushi. Tetapi nyatanya, mereka juga kerap mengonsumsi langsung menggunakan tangan, lho. Maka dari itu kebanyakan restoran sushi lokal di sana menyediakan handuk tangan atau o-shibori personal untuk mengelap jari sebelum makan maupun di pertengahan makan.

Bahkan koki sekaligus pemilik restoran sushi Sawada, yakni Koji Sawada, mengaku bahwa ia tidak ingin sushi buatannya diambil dengan sumpit. “Tangan adalah yang terbaik, seperti makan kari di India," ujarnya. Tetapi hal ini juga masih jadi perdebatan karena banyak juga orang yang menggunakan sumpit dengan alasan kebersihan.

2. Celupkan terlebih dahulu bagian sisi ikan pada saus

Ilustrasi sushi dan saus. Foto: Toshiko/kumparan

Untuk menikmati sushi, Sawada juga memberikan tips terbaik untuk mendapatkan rasa yang lebih nikmat dalam menyantapnya. Yakni, dengan mengambil sushi dan kemudian membalikkannya lalu mencelupkan sisi ikan pada saus kecap asin yang disebut murasaki.

Hal ini dikarenakan, nasi akan hancur jika dicelupkan langsung, dan akan menyerap terlalu banyak saus sehingga akan merusak keseimbangan rasa. Sebab rasa yang paling enak adalah jika ikan hanya sedikit menyentuh bagian saus. Bila sudah, pastikan bagian ikan lebih dulu masuk ke dalam mulut kamu. Hmm, dijamin lebih nikmat!

3. Jangan terlalu banyak memakai wasabi

Ilustrasi Wasabi Foto: Shutterstock/Indian Food Images

Tak hanya menyediakan murasaki, biasanya restoran sushi juga akan menyediakan sebotol acar jahe manis yang dikenal sebagai gari. Selain itu, terdapat juga wasabi yang biasanya koki taruh di atas nasi. Tetapi jangan khawatir, jika kamu tidak suka makanan pedas, maka bisa meminta agar tidak diberi wasabi.

Namun jika kamu menyukai cita rasa pedas, alangkah baiknya jangan menggunakannya terlalu banyak. Sebab, koki sudah memperingatkan bahwa rasa wasabi bisa mengalahkan rasa ikan.

4. Jangan mencampur wasabi dengan saus

Wasabi Foto: Pixabay

Mungkin bagi sebagian orang Indonesia mencampur saus kecap atau marusaki dengan wasabi sebagai celupan sushi adalah hal yang umum. Sayangnya hal itu berbanding terbalik dengan cara menyantap sushi masyarakat lokal Jepang. Sebab, biasanya mereka kerap mencampurkan marusaki atau mirin dan wasabi hanya untuk menikmati menu sashimi.