Catat! Tips Memilih Menu Sarapan untuk Setiap Rentang Usia
·waktu baca 4 menit

Sarapan sangat penting karena menjadi kunci utama tubuh dalam mendapatkan sumber tenaga untuk beraktivitas seharian penuh. Lantas, sudah sarapankah kamu hari ini? Eits, jangan asal, ya dalam memilih menu sarapan.
Sebab, sejatinya setiap tahap kehidupan membutuhkan asupan nutrisi yang berbeda-beda. Seperti anak-anak yang sedang dalam masa emasnya membutuhkan asupan protein dan omega-3 yang tinggi.
Oleh karena itu, mengutip Huffpost, inilah rekomendasi sarapan terbaik dari para ahli gizi untuk setiap rentang usia yang bisa kamu coba. Bagaimana tips selengkapnya?
1. Anak kecil (2-6 tahun)
Pada usia ini, balita terkenal sangat pemilih soal makanan. Akan tetapi, hal ini juga menimbulkan beberapa gangguan pencernaan yang mereka alami.
Menurut Sue-ellen Anderson-Haynes, seorang ahli diet terdaftar dan pendiri 360Girls&Women. “Dokter anak cenderung melihat orang tua dari anak-anak di sekitar kelompok usia ini lebih banyak mengeluh tentang sembelit,” kata Anderson-Haynes.
Anderson juga menambahkan bahwa solusi untuk mengatasi keluhan orang tua terhadap anak-anak mereka, adalah dengan memberikan sarapan yang mengandung serat tinggi, dan bersifat menyenangkan; seperti wafel dan buah-buahan.
2. Usia sekolah (12 tahun ke bawah)
Pada periode ini, penting bagi anak seusia mereka untuk mengonsumsi kalsium dan vitamin D yang cukup. Hal ini dikarenakan konsumsi yang cukup akan memengaruhi perkembangan tulang dan gigi yang kuat.
Salah satu cara mudah untuk memastikan si kecil mendapatkan kalsium dan vitamin D yang cukup, adalah dengan memberikan smoothie. Campurkan buah-buahan untuk karbohidrat dan rasa manis; lalu selai kacang, biji-bijian atau kacang-kacangan yang berfungsi sebagai sumber lemak dan rasa kenyang; serta yoghurt atau susu untuk asupan protein dan kalsium.
3. Remaja (13-17 tahun)
Pada usia remaja, mereka akan mulai disibukkan dengan berbagai kegiatan, baik di lingkungan sekolah maupun di luar. Oleh karena itu, tak jarang muncul kekhawatiran apakah mereka mendapatkan bahan bakar yang cukup untuk melalui berbagai kegiatan tersebut.
Menurut Marissa Meshulam, seorang ahli gizi yang terdaftar mengatakan bahwa untuk mengawali kegiatan para remaja, mereka dapat sarapan dengan makan telur, sosis, dan roti panggang.
Selain itu, pada usia remaja, baik itu laki-laki maupun perempuan juga membutuhkan zat besi yang cukup untuk perkembangan mereka. Zat besi ini dapat ditemukan pada makanan layaknya taco dengan berbagai topping rasa sebagai alternatif sarapan.
4. Dewasa muda (18-30 tahun)
Pada usia ini, seseorang akan cenderung memakan apa pun untuk sarapan daripada tidak sama sekali. Hal ini biasanya disebabkan oleh berbagai kesibukan dan membuat berkurangnya waktu untuk sarapan.
Seorang ahli gizi yang terdaftar, yaitu Barb Ruhs mengatakan bahwa jika waktu menjadi masalah, maka cobalah beberapa menu sarapan, seperti cangkir oatmeal instan atau smoothie beku.
Selain itu, ia juga menyarankan dua kelompok makanan untuk sarapan. Pertama, roti gandum utuh (biji-bijian) dan produk segar (alpukat). Kedua, yoghurt (susu) dengan buah segar, atau ketiga burrito isi telur dan biji-bijian.
5. Usia paruh baya (40-60 tahun)
Pada usia ini mungkin seseorang, baik itu laki-laki maupun perempuan tidak mendapatkan cukup asupan serat. Padahal serat sangat baik untuk pencernaan agar tetap sehat. Oleh karena itu, makanan berserat tinggi dapat kamu jadikan sebagai pilihan sarapan terbaik di pagi hari, seperti biji-bijian, buah-buahan, dan sayur-sayuran.
6. Lansia (60 tahun lebih)
Pada lansia massa otot mulai mengalami penurunan karena usia yang semakin bertambah. Oleh karena itu, selain dengan melakukan gym untuk menjaga massa otot dan tubuh tetap bugar, diperlukan juga sarapan dengan protein yang cukup.
Telur dapat menjadi jawaban yang tepat untuk sarapan di usia ini karena dapat menjaga kekuatan dan massa otot. Selain itu, pada lansia fungsi otak juga menjadi salah satu hal yang harus diperhatikan. Kacang-kacangan atau biji-bijian, dan produk makanan kaya antioksidan, seperti buah beri, telah terbukti membantu mencegah penurunan kognitif.
Pilihan makanan lainnya adalah salmon yang mengandung lemak omega-3 penambah otak, vitamin D, selenium, zat besi, dan antioksidan dapat menjadi pilihan yang tepat untuk sarapan di pagi hari.
Nah, itulah pilihan sarapan-sarapan terbaik yang sudah direkomendasikan oleh para ahli. Oleh karena itu, tidak ada salahnya untuk mencoba dan jangan lupa untuk menyesuaikannya dengan usia kamu, ya!
Penulis: Riad Nur Hikmah
