City Girl Coffee, Kopi Khusus Wanita yang Usung Kesetaraan Gender

Kopi sejak dulu dikenal sebagai salah satu minuman yang juga merupakan simbol maskulinitas. Tak hanya konsumennya saja yang mayoritas adalah laki-laki, pelaku usaha hingga produsen minuman dari biji pohon kopi ini juga didominasi oleh kaum adam.
Meskipun saat ini mulai bermunculan pengusaha wanita yang khusus bergelut dalam dunia perkopian, namun jumlahnya dapat dihitung masih sangat sedikit.
Melihat fenomena tersebut, seorang pengusaha asal Duluth, Minnesota bernama Alyza Bohbot memutuskan untuk membuat sebuah produk kopi yang diciptakan khusus untuk wanita pencinta minuman bercitarasa pahit ini.
Untuk menekankan sentuhan feminin pada produk kopinya tersebut, Bohbot membuat sebuah website sebagai akses dagangnya dengan desain gambar seorang wanita yang sedang berpose dengan gelas kopi.
Dan hampir 70 persen pegawai yang menangani proses produksi hingga pemasaran adalah kaum hawa. Bahkan, produk kopi bernama City Girl Coffee ini hanya menerima biji kopi yang dipasok oleh pengusaha maupun petani kopi yang berjenis kelamin perempuan, lho.
Awal mula ide tercetus saat Bohbot menghadiri konferensi kopi wanita internasional yang diselenggarakan oleh International Women's Coffee Allieance (I.W.C.A). Ia melihat bahwa banyak petani kopi perempuan yang mengalami diskriminasi karena jenis kelaminnya, sehingga kesulitan untuk memasarkan produknya secara lebih luas.
Tak hanya itu saja, petani perempuan seringkali diberi upah yang jauh lebih kecil dibandingkan laki-laki.
"Beberapa negara masih menganggap bahwa perempuan yang bekerja di industri pertanian adalah ilegal. Wanita hanya diizinkan untuk bekerja dan mengurus keluarga di rumahnya," ujar Alyza Bohbot seperti dikutip dari Food and Wine.
Dengan menggandeng pengusaha kopi kecil yang mayoritas tersebar di wilayah Amerika Selatan dan Amerika Tengah. City Girl Coffee saat ini telah memiliki beberapa jenis produk kopi unggulan seperti blends, organik, single origin, light rose, hingga dark roast.
Menariknya, setiap lima persen dari keuntungan yang diperoleh City Girl Coffee akan disumbangkan kepada yayasan Café Femenino dan I.W.C.A guna membantu petani kopi perempuan memperoleh modal dan pelatihan agar produk kopinya dapat lebih berkembang.
Tahun ini, City Girl Coffee berencana untuk merangkul petani kopi perempuan secara lebih meluas dengan mengeluarkan sebuah aplikasi berkonsep platform marketplace digital. Melalui aplikasi ini, Bohbot berharap dapat menjangkau petani kopi dari berbagai negara yang kesulitan memasarkan produknya.
Selain itu Bohbot ingin agar nantinya aplikasi ini dapat menjadi wadah berkumpulnya petani dan produsen kopi dari seluruh dunia.
