Kumparan Logo

Cokelat Tampak Ada Bercak Putih, Masih Amankah Dikonsumsi?

kumparanFOODverified-green

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi cokelat yang ada bercak putih. Foto: Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi cokelat yang ada bercak putih. Foto: Shutterstock

Di waktu senggang, banyak dari kita memilih cokelat batangan sebagai camilan manis. Supaya tidak cepat meleleh, cokelat yang biasa kita beli sering langsung dimasukkan ke dalam kulkas. Namun, tak jarang, saat dibuka kembali, cokelat justru tampak berbeda, yakni muncul bintik atau bercak putih di permukaannya.

Tampilan yang berubah ini sering kali bikin kita berpikir dua kali sebelum memakannya. Kemudian, muncul sebuah pertanyaan, apakah cokelat yang sudah muncul bercak putih seperti ini masih aman untuk dikonsumsi?

Sebelum menjawab pertanyaan itu, penting untuk mengenali dulu apa sebenarnya bercak putih tersebut. Kondisi ini dikenal dengan istilah chocolate bloom, dan umumnya terbagi menjadi dua jenis, yakni fat bloom dan sugar bloom.

Fat Bloom

Chef Kirsten Tibbals melakukan teknik tempering cokelat. Foto: Salsha Okta Fairuz/kumparan

Mengutip studi yang diterbitkan dalam International Journal of Emerging Trends in Engineering Research, fat bloom adalah kondisi yang membuat permukaan cokelat tampak keputihan, abu-abu, atau cokelat muda. Hal ini disebabkan oleh pertumbuhan kristal-kristal kecil di permukaan cokelat.

Ada beberapa faktor yang menyebabkan cokelat mengalami fat bloom. Chef Kirsten Tibballs, chocolatier asal Australia, menjelaskan kepada kumparanFOOD bahwa kondisi ini umumnya terjadi akibat suhu penyimpanan yang tidak stabil.

“Itu artinya cokelatnya tidak disimpan di suhu yang stabil. Mungkin sempat jadi agak panas, lalu dingin lagi. Nah, karena itu, lemak kakao di dalamnya sedikit terpisah dan akhirnya terlihat di permukaan,” jelas Chef Kirsten kepada kumparanFOOD, Selasa (8/7).

Kemunculan bintik atau bercak putih ini memang bisa mengurangi selera makan dan menimbulkan keraguan. Namun, Chef Kirsten menegaskan bahwa cokelat dengan fat bloom tetap aman dikonsumsi.

“Jika cokelat memiliki bintik-bintik atau garis-garis putih, maka berarti cokelat tersebut mengalami fat bloom. Bukan berarti cokelat tersebut rusak, kamu masih bisa memakannya,” tambahnya.

Sugar Bloom

Ilustrasi cokelat yang ada bercak putih. Foto: Shutterstock

Mengutip EatingWell, sugar bloom membuat permukaan cokelat tampak seperti berdebu atau berbintik putih, dengan tekstur yang terasa lebih kasar saat dimakan. Berbeda dengan fat bloom, kondisi ini terjadi karena gula dalam cokelat larut akibat kelembapan, lalu mengkristal kembali di permukaan setelah air menguap.

Chef Michael Laiskonis, chocolatier yang juga sempat meraih penghargaan Pastry Chef of The Year (2014) dari Bon Appétit, mengatakan bahwa sugar bloom terjadi karena gula yang semula larut sempurna, akhirnya kembali mengkristal di permukaan cokelat dalam bentuk kasar. Oleh karena itu, ketika kamu mengonsumsi cokelat yang mengalami sugar bloom, kamu akan merasa teksturnya sedikit berpasir.

“Cokelat sugar bloom dapat memiliki tekstur yang terasa kasar, karena beberapa kristal gula yang digiling halus telah larut, dan kemudian mengkristal kembali menjadi partikel yang lebih besar,” jelas Chef Michael.

Sama seperti fat bloom, sugar bloom tidak berbahaya dan cokelat tetap aman dikonsumsi. Meski begitu, Chef Michael menambahkan bahwa kedua jenis bloom ini bisa memengaruhi tampilan, tekstur, dan cara cokelat meleleh di mulut yang akhirnya membuat sensasi memakannya jadi kurang maksimal.

Tips Menyimpan Cokelat yang Benar

Ilustrasi berbagai jenis cokelat Foto: Shutter Stock

Untuk mencegah fat bloom, Chef Kirsten menekankan pentingnya menyimpan cokelat pada suhu yang tepat. Ia menyarankan agar cokelat disimpan pada suhu antara 18 hingga 24 derajat celsius dan cukup diletakkan di suhu ruang.

“Simpanlah cokelat di suhu antara 18 hingga sekitar 24 derajat celsius, dan pastikan suhunya tidak naik-turun (panas lalu dingin), karena perubahan suhu seperti itu yang membuat lemak kakao sedikit terpisah dan akhirnya menimbulkan fat bloom. Ya, suhu ruang sebenarnya sudah cukup baik,” jelas Chef Kirsten.

Sementara itu, untuk mencegah sugar bloom, EatingWell melansir, cokelat bisa disimpan di tempat yang sejuk, kering, dan dalam wadah kedap udara. Kalau suhu ruangan lebih dari 21 derajat celsius, cokelat bisa disimpan di dalam kulkas, asalkan dibungkus dengan sangat rapat untuk mencegah kelembapan yang bisa memicu sugar bloom.

Reporter Salsha Okta Fairuz