Kumparan Logo

Daging Kurban Bau dan Mudah Busuk? Bisa Jadi Cara Menyimpanmu Salah!

kumparanFOODverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi Pria Memotong Daging Kurban Foto: Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Pria Memotong Daging Kurban Foto: Shutterstock

Tak sedikit yang mengeluhkan soal daging kurban yang bau busuk, berlendir, hingga tidak awet meski sudah disimpan dalam kulkas. Rupanya, kondisi daging kurban yang umumnya disembelih di tempat yang bukan semestinya, semisal rumah potong hewan, bisa menjadi penyebab bahan makanan tersebut lebih mudah terkontaminasi.

Mengutip website resmi IPB, Dosen Fakultas Peternakan IPB University dari Departemen Ilmu Produksi dan Teknologi Peternakan (IPTP), Dr Muhamad Baihaqi menjelaskan, proses penyembelihan dan pengolahan hewan kurban, kerap di ruang terbuka dengan standar sanitasi minim.

“Penyembelihan dan pengolahan sering dilakukan di tempat terbuka tanpa standar sanitasi yang baik, sehingga meningkatkan risiko kontaminasi mikroba,” ujarnya.

Maka itu, Dosen Divisi Teknologi Hasil Ternak, Departemen Ilmu Produksi dan Teknologi Peternakan, Fakultas Peternakan IPB University, Dr Tuti Suryati, menyarankan beberapa tips menyimpan daging kurban sebagai langkah penanganan awal.

Ilustrasi daging kambing. Foto: ZahyMaulana/Shutterstock

Menurut Tuti, hal pertama dan terpenting saat menerima daging kurban adalah, pisahkan dari jeroan. Kemudian, pastikan sebelum disimpan, kamu benar-benar telah membersihkan daging serta jeroan dari kotoran seperti tanah, pasir, kerikil, maupun rumput.

“Setelah dicuci, daging perlu ditiriskan hingga tidak ada lagi air yang menetes di permukaannya. Daging kemudian dikemas sesuai kebutuhan, misalnya per 250 gram atau 500 gram, menggunakan plastik transparan yang tidak berbau. Sementara itu, jeroan sebaiknya sudah dimasak terlebih dahulu apabila ingin disimpan dalam kondisi beku,” tuturnya.

Selanjutnya, daging dan jeroan yang sudah dipisahkan menjadi beberapa porsi tersebut bisa disimpan dalam di freezer. Kalau hendak dimasak keesokan harinya, cukup disimpan dalam kulkas dan tak perlu dibekukan.

“Olahan daging dapat disimpan beku dalam kemasan sesuai porsi per sajian keluarga dan sebelum disajikan. Sebelum dimasak, daging beku harus di-thawing dengan cara yang benar,” tambahnya.

instagram embed

Ia mengatakan, proses thawing (pencairan daging beku) bisa dilakukan sehari sebelum bahan tersebut dimasak, dengan cara memindahkannya dari freezer ke kulkas bawah. Ia juga menekankan untuk tidak membekukan kembali daging yang sudah di-thawing.

Selanjutnya, Tuti mengingatkan untuk hindari memasak daging yang masih beku karena dapat menyebabkan teksturnya alot. Ia pun menyarankan untuk menggunakan bumbu kaya antioksidan serta teknik memasak yang tepat agar olahan daging kurban semakin lezat.

Misalnya, Tuti menyarankan penggunaan parutan nanas atau membungkus daging dengan daun pepaya sebelum dimasak agar teksturnya empuk.

Tips terakhir, Tuti mengatakan bahwa daging bisa disegarkan kembali dengan cara merendam beserta kemasannya dalam air dingin hingga kembali segar sebelum mengolah.