Kumparan Logo

Disangka Melanggar Protokol, Maneken dalam Restoran Hampir Ditangkap Polisi

kumparanFOODverified-green

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi manekin ditempatkan di meja untuk mejaga jarak sosial (social distancing) di sebuah kafe. Foto: AFP/OZAN KOSE
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi manekin ditempatkan di meja untuk mejaga jarak sosial (social distancing) di sebuah kafe. Foto: AFP/OZAN KOSE

Pajangan maneken dalam sebuah restoran di Nova Scotia, Kanada membuat seorang pengunjung salah paham hingga melaporkannya ke kepolisian setempat. Pasalnya, sudah beberapa hari ini, kota tersebut memberlakukan kembali lockdown dan isolasi karena pandemi yang kembali hadir. Sekolah ditutup, begitupun dengan toko-toko dan restoran.

Mengutip Food and Wine, sesaat virus ditemukan lagi, Perdana Menteri Rankin langsung mengambil solusi yakni dengan menutup kota setempat. Hal ini guna meminimalisasi penyebaran virus agar tak semakin memburuk.

Kepolisian, khususnya di distrik Halifax, diminta dengan saksama mengawasi aktivitas dalam provinsi tersebut. Mereka juga meminta para warga, untuk melaporkan bila melihat orang yang tak mematuhi protokol.

Sampai suatu hari, kejadian lucu ini terjadi di masa lockdown tersebut. Salah seorang warga merasa adanya pelanggaran yang dilakukan di sebuah restoran. Saksi mata melihat bahwa ada satu orang pelanggan yang tengah makan di ArdmoreTea Room, Halifax.

embed from external kumparan

Dirasa ada yang tak beres, warga itu pun segera menghubungi polisi. Tetapi, sesaat polisi tiba di tempat kejadian, mereka hanya menemukan pajangan maneken yang duduk sendirian di meja. Jelas insiden tersebut agaknya membuat beberapa orang heran.

Setelah diselidiki lebih lanjut, polisi lantas bertanya pada Mike Cormier, pemilik restoran atas peristiwa tersebut. Cormier menjelaskan bahwa maneken memang sengaja ditempatkan di beberapa meja dalam restorannya. Ini berguna agar pelanggan tetap berjaga jarak, dan tak makan dengan orang lain, hanya bersama maneken saja.

Begitu menyadari adanya kesalahpahaman, petugas polisi pun segera pergi tanpa mampir ke dalam tempat makan itu. Setelah insiden tersebut, pihak restoran langsung menegaskan kalau mereka hanya melayani pesan antar, tak untuk makan di tempat.

Ilustrasi delivery makanan Foto: Shutter Stock

Tidak lupa, Cormier juga mengingatkan, bila ingin memanggil polisi pastikan kejadian tersebut bukanlah suatu lelucon atau sebuah kesalahpahaman. Karena, polisi punya banyak hal penting yang harus diurus, dibandingkan menangkap pajangan maneken.

Pernyataan serupa ikut dikonfirmasi oleh Kepolisian Halifax. Mereka menanggapi memang pelanggan akan ditangkap bila mereka makan di dalam restoran, Namun, lantaran mereka hanya menemukan maneken, maka kejadian itu tidak dianggap sebagai pelanggaran.

Adanya insiden yang dialami oleh Cormier di restorannya, ia lantas berencana menjual maneken tersebut. Setelah terjual, hasilnya akan disumbangkan ke bank makanan lokal. Dirinya pun berharap bila peristiwa ini mendorong warga setempat, agar memeriksa ulang atas setiap pelanggaran yang mereka asumsikan.

Reporter: Balqis Tsabita Azkiya

kumparan post embed