Tentang KamiPedoman Media SiberKetentuan & Kebijakan PrivasiPanduan KomunitasPeringkat PenulisCara Menulis di kumparanInformasi Kerja SamaBantuanIklanKarir
2024 © PT Dynamo Media Network
Version 1.89.0
Foto: Tradisi Pembuatan Dodol yang Terancam Punah
1 April 2023 11:22 WIB
·
waktu baca 1 menitDiperbarui 29 Oktober 2023 11:31 WIB
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
Mulai sejak pagi hari, para pekerja sudah sibuk di tungku masing-masing untuk membuat dodol Betawi yang sudah dipesan oleh banyak pelanggan. Ciri khas proses tradisional pembuatan Dodol Betawi ini terletak pada dominasi pekerja laki-laki yang berperan di dapur bersama dengan tungku perapian, kuali raksasa, dan kayu pengaduk mirip dayung untuk mengaduk dodol selama 8 jam.
Rasa Dodol Betawi hanya terdiri dari ketan putih, ketan hitam, dan durian. Dodol Betawi berwarna hitam kecoklatan memiliki variasi rasa yang lebih sedikit, daripada dodol dari daerah lain.
Pondok Dodol Sari Rasa menjual dodol gulung seharga Rp 20 ribu, sementara dodol berukuran besar dengan besek dijual seharga Rp 80ribu dan Rp 110 ribu tergantung ukuran.