Gandeng HCI, Menteri Ekraf Ingin Kembangkan Ekspor Kuliner Halal Indonesia
·waktu baca 2 menit

Menteri Ekonomi Kreatif (Ekraf), Teuku Riefky Harsya, ingin mengembangkan ekspor produk halal Indonesia ke kancah global. Hal ini mulai dilakukan dengan menggandeng HIPMI Culinary Indonesia (HCI), untuk membahas potensi penguatan kolaborasi di sektor kuliner.
Riefky mengatakan bahwa kolaborasi ini sangat penting dilakukan, untuk meningkatkan ekspor produk halal ke pasar global.
"Kolaborasi antara Kementerian Ekonomi Kreatif dan HIPMI sangat penting, untuk meningkatkan ekspor produk halal Indonesia ke pasar global, dan mendorong perekonomian nasional," ujarnya, seperti dikutip dari keterangan resminya.
HIPMI Culinary Indonesia sendiri merupakan badan otonomi di bawah Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI), yang berfokus pada pengembangan industri kuliner. Saat ini, anggota HCI mencakup 843 jenama lokal.
HCI didirikan dengan tujuan untuk memulai diskusi, menginspirasi kolaborasi, dan menyediakan platform bagi pemangku kepentingan dalam industri kuliner, untuk menjajaki pendekatan inovatif dalam mempromosikan kuliner Indonesia di kancah global.
Hal ini jugalah yang dinilai Kemenekraf sejalan dengan target kontribusi ekonomi kreatif terhadap PDB sebesar 8,37 persen, dengan pertumbuhan ekspor sebesar 5,96 persen.
"Peran pemerintah memiliki dampak signifikan dalam mempromosikan produk halal Indonesia ke kancah internasional, sehingga dapat meningkatkan perekonomian nasional. Kolaborasi ini dapat dimanfaatkan lewat penguatan usaha kecil dan menengah (UKM), yang dapat membantu memperluas jenama Indonesia ke tingkat global," ujar Riefky.
Sementara itu, Ketua HCI, Cikhita Sebayang, mengatakan bahwa audiensi dengan Kemenekraf menjadi kesempatan bagi pengusaha makanan dan minuman (F&B) Indonesia, untuk berkembang dari skala kecil ke skala besar dan sukses di pasar internasional.
"Kolaborasi dengan Kementerian Ekonomi Kreatif penting untuk meningkatkan ekonomi kreatif Indonesia, dan daya saing kuliner halal di kancah internasional," ujar Cikhita.
