Ganti Tempat Makan Plastik dengan 5 Wadah Ramah Lingkungan Ini, Yuk!

6 Juli 2021 9:21
·
waktu baca 2 menit
sosmed-whatsapp-whitecopy-link-circlemore-vertical
Ilustrasi kotak bekal sekolah. Foto: shutter stock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi kotak bekal sekolah. Foto: shutter stock
ADVERTISEMENT
Tempat makan plastik memang menjadi opsi wadah yang paling banyak dipakai. Kendati demikian, sebenarnya ada banyak pilihan wadah lain yang lebih ramah lingkungan. Bayangkan saja, kalau penyebab utama pencemaran lingkungan selama ini karena menumpuknya sampah plastik yang sulit terurai. Hal diungkapkan dalam penelitian Science of Total Environment, bahwa 60 persen plastik digunakan sebagai wadah makanan sekali pakai.
ADVERTISEMENT
Mengutip Healthline, penggunaan plastik bukan saja berbahaya terhadap lingkungan, melainkan juga kesehatan tubuh manusia. Lantaran, bakteri buruk seringkali hinggap dalam kemasan mikro dan nano plastik. Maka dari itu, sebaiknya kurangi pemakaian wadah tersebut dan mulai menggantinya ke bahan ramah lingkungan.
Penelitian FOOD Chemistry dan Carbohydrates Polymers, telah mengkaji beberapa keunggulan dari kemasan ramah lingkungan. Salah satunya, karena tempat tersebut bebas kimia. Umumnya mereka menggunakan bahan dasar ekstrak nabati, kayu, gandum, maupun bambu yang dapat terurai secara hayati.
Oleh karenanya, transformasi bentuk wadah ini sebaiknya bisa kita segera manfaatkan. Selain membantu memulihkan permasalahan lingkungan, kesehatan tubuh juga ikut terjaga. Bila kamu bingung ingin mengganti wadah makan jenis apa, lebih baik simak tipsnya di bawah ini, yuk!
ADVERTISEMENT

1. Tempat makan kaca

menyimpan makanan Foto: Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
menyimpan makanan Foto: Shutterstock
Kemasan berbahan dasar kaca, merupakan salah satu bahan ramah lingkungan. Pasalnya, kaca bisa bertahan lama, dapat didaur ulang, serta bisa digunakan berkali-kali. Sayangnya, kemasan kaca bukan wadah ideal untuk dibawa bepergian. Sebab, tempat makan atau botol kaca rentan mengalami kebocoran atau mudah pecah.
Oleh karena itu, sebaiknya pilih jenis wadah kaca dengan tutup atau segel silikon. Menurut, studi PubMed, perhatikan pula kualitas wadah kaca, pastikan harus bebas bisphenol-A (BPA). Sebab, hal ini mencegah tubuh terkena risiko penyakit tumor, dari bahan atau kemasan yang kita pakai.

2. Stainless steel

Mangkuk stainless steel Foto: Shutter Stock
zoom-in-whitePerbesar
Mangkuk stainless steel Foto: Shutter Stock
Memilih wadah makanan atau minuman dari stainless steel, bisa jadi pilihan terbaik. Lantaran, wadah tersebut memiliki banyak manfaat. Pertama, makanan tetap hangat atau minuman tetap dingin, bebas karat, dapat bertahan lama, dan bisa di daur ulang.
ADVERTISEMENT
Nah, jika kamu memang pengin menggunakan tempat stainless steel. Maka sebaiknya, pilih varian yang juga menggunakan silikon pada bagian tutupnya. Ini bertujuan melindungi makanan, serta meminimalisasi efek bocor yang dikhawatirkan terjadi.

3. Kemasan berbahan dasar bambu

Seorang calon pembeli mencermati besek bambu yang dijual di sebuah kios di Jalan Jatinegara Barat, Jakarta Timur, Sabtu (10/9). Foto: ANTARA FOTO/Adnan Nanda
zoom-in-whitePerbesar
Seorang calon pembeli mencermati besek bambu yang dijual di sebuah kios di Jalan Jatinegara Barat, Jakarta Timur, Sabtu (10/9). Foto: ANTARA FOTO/Adnan Nanda
Tercantum dalam studi International Journal of Biological Macromolecules, bambu bisa diurai secara hayati. Salah satu bentuknya adalah kemasan berlabel eco-friendly. Penggunaan wadah berbahan dasar bambu, membuat hidangan tetap aman, sehat, serta tahan panas.
Hanya saja, untuk tingkat ketahanannya, bambu masih kurang dibanding stainless steel atau kaca. Sebab, sifat bambu mudah haus atau menguap, jadi akan rentan bila dipakai dalam jangka waktu lama. Kelemahan lainnya, bambu kerap meninggalkan bau khas bila makanan disimpan terlalu lama.
ADVERTISEMENT

4. Kemasan berbahan sekam padi

Pekerja memanen padi di Desa Teja Timur, Pamekasan, Jawa Timur, Selasa (25/5).  Foto: Saiful Bahri/ANTARA FOTO
zoom-in-whitePerbesar
Pekerja memanen padi di Desa Teja Timur, Pamekasan, Jawa Timur, Selasa (25/5). Foto: Saiful Bahri/ANTARA FOTO
Olahan kemasan berbahan sekam padi cukup ramah lingkungan. Dijelaskan pada Journal of Environmental Management tahun 2019, sekam padi memiliki sifat bio-adsorben, berarti bahannya bisa menyerap polutan dari lingkungan sekitar.
Wadah sekam padi, umumnya dijadikan kotak bekal bento maupun gelas kopi. Kini, beberapa kedai kopi maupun toko-toko juga sudah banyak yang mulai beralih ke jenis kemasan ini.

5. Kemasan berbahan film gelatin

Ilustrasi gelatin Foto: Shutter Stock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi gelatin Foto: Shutter Stock
Nama kemasan film gelatin memang belum terlalu akrab di telinga banyak orang. Meski begitu, kemasan ini sekarang mulai sering dipakai oleh beberapa toko, supaya menjaga kualitas produk. Film gelatin memiliki keunggulan anti-racun, serta biaya produksi yang terjangkau.
FDA melansir, gelatin diakui sebagai bahan kemasan aman untuk produk makanan. Selain itu, International Journal of Biological Macromolecules meneliti bahwa kandungan film gelatin diisi dengan selulosa antimikroba. Senyawa tersebut dinilai menghambat pertumbuhan patogen umum dalam makanan. Sehingga, bukan hanya ramah lingkungan, makanan pun dapat terlindungi dari bakteri jahat.
ADVERTISEMENT
Reporter: Balqis Tsabita Azkiya
Baca Lainnya
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020