Hanni NewJeans Ngaku Tempe Adalah Makanan Favoritnya

7 Maret 2024 10:27 WIB
·
waktu baca 3 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Hanni NewJeans. Foto: Instagram/@newjeans_official
zoom-in-whitePerbesar
Hanni NewJeans. Foto: Instagram/@newjeans_official
ADVERTISEMENT
sosmed-whatsapp-green
kumparan Hadir di WhatsApp Channel
Follow
NewJeans menjadi salah satu girl grup Korea Selatan yang tengah naik daun. Semua gerak-gerik membernya selalu mencuri perhatian warganet.
ADVERTISEMENT
Terbaru adalah Hanni. Member NewJeans asal Vietnam ini mencuri perhatian warganet Indonesia karena mengatakan bahwa ia menyukai tempe. Ya, tempe adalah salah satu makanan tradisional yang sangat populer di Indonesia.
Hal itu diungkap Hanni saat menjalani menjalani sesi pemotretan bersama dengan Majalah Claire Korea edisi bulan April 2024. Dalam video yang berjudul A Day With Hanni itu ia diberi beberapa pertanyaan, salah satunya terkait makanan kesukaan.
"Makanan favorit baruku adalah tempe," kata Hanni dalam video tersebut.
Hanni juga mengaku bahwa orang pertama yang memperkenalkan tempe kepadanya adalah Danielle. Dari situ ia begitu menyukai olahan fermentasi kedelai ini.
Ilustrasi tempe. Foto: tyasindayanti/Shutterstock
"Dani merekomendasikannya kepadaku dan aku juga tidak menyadari betapa aku sangat menyukai kedelai. Kalian harus mencobanya," ujarnya seperti menggoda para penggemarnya untuk ikut mencoba tempe.
ADVERTISEMENT
Di Indonesia, sendiri tempe menjadi pilihan ekonomis untuk memenuhi kebutuhan protein harian. Selain karena merupakan sumber protein nabati yang tinggi, tempe juga relatif murah.
Menurut penelitian yang dilakukan oleh Dr. Amadeus Driando Ahnan-Winarno, selaku Co-Founder Indonesia Tempe Movement, tempe berkontribusi terhadap 10 persen kebutuhan protein orang Indonesia. Sebagai perbandingan, kontribusi protein tersebut lebih tinggi dari daging (3,15 persen) telur (1,25 persen), dan tahu (8,1 persen).

Sejarah Tempe

Seorang pekerja menyelesaikan pembuatan tempe di salah satu industri rumahan di Jakarta, Selasa (27/22024). Foto: Erlangga Bregas Prakoso/Antara Foto
Terkait sejarah tempe, rupanya tempe sudah ada di tanah Jawa sejak masa lampau. Mengutip buku Gastronomi Indonesia jilid 1 karya Prof. Murdijati Gardjito, keberadaan tempe pertama kali diketahui melalui Serat Centhini pada pemerintahan Pakubuwana V Surakarta. Serat Centhini merupakan naskah Jawa Klasik yang terdiri dari 12 jilid. Naskah tersebut ditulis oleh Sunan Pakubuwana V yang dibantu Kiai Ngabei Ranggasutrasna, Kiai Ngabei Yasadipura II, dan Kiai Ngabei Sastradipura pada Januari 1814-1823.
ADVERTISEMENT
Di dalam naskah tersebut terdapat catatan bahwa pada zaman dulu, tempe sudah menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari, terutama di Jawa. Tempe digunakan sebagai hidangan utama, camilan, lauk pauk, serta sebagai bagian dari hidangan selamatan.
Kata tempe ditemukan di bagian perjalanan mas Cebolang yang singgah di dusun Tembayat. Saat ia dijamu makan siang oleh Pangeran Bayat, salah satu menu yang disajikan adalah sambel lethokan atau yang sekarang dikenal sebagai sambal tumpang. Sambal ini dibuat menggunakan tempe yang telah mengalami fermentasi lebih lanjut. Menariknya, dalam buku tersebut juga disebutkan bahwa tempe disajikan dalam keadaan mentah.
Tidak hanya dalam buku tersebut, Dr. Sastroamijoyo juga pernah menulis bahwa tempe sudah ada lebih dari 2000 tahun yang lalu. Sebelumnya, masyarakat China membuat makanan (kecap) dengan proses inokulasi kedelai menggunakan Aspergillus oryzae. William Morse juga mencatat adanya makanan serupa dengan tempe di Beijing pada tahun 1931 yang disebut tou chiah ping.
ADVERTISEMENT
Cara ini kemudian dibawa ke Jawa oleh pedagang Cina dan mulai diadaptasi dengan bahan-bahan lokal serta disesusaikan dengan lidah masyarakat setempat, yang menggunakan Rhizopus yang sesuai dengan iklim Indonesia.
Nah, kalau kamu suka tempe juga?