Kumparan Logo

Hati-hati! 7 Makanan Ini Mengandung Banyak Garam, Pemicu Darah Tinggi

kumparanFOODverified-green

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi garam Foto: Shutter Stock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi garam Foto: Shutter Stock

Aneka makanan akan terasa lebih lezat bila terdapat bumbu seperti garam di dalamnya. Kehadiran garam menjadi sebuah pelengkap hampir di setiap masakan. Namun, penggunaan garam berlebih pada makanan bisa memicu berbagai macam penyakit, salah satunya adalah darah tinggi.

Mengutip Eat This, penggunaan garam berlebih pada makanan dapat menyebabkan serangan berbagai penyakit; seperti penyakit jantung, stroke, hingga tekanan darah tinggi. Dena Champion selaku ahli diet terdaftar di The Ohio State University Wexner Medical Center, menjelaskan asupan garam atau natrium yang tinggi menjadi salah satu pemicu tekanan darah meningkat.

“Secara umum, jagalah asupan natrium di bawah 2.300 mg setiap hari seperti yang direkomendasikan oleh American Heart Association. Hal itu bisa menjadi cara penting untuk menurunkan tekanan darah. Namun, sayangnya banyak makanan yang tanpa kita sadar mengandung garam (tinggi) di dalamnya,” jelas Dena.

Oleh karena itu, penting untuk mengetahui makanan apa saja yang mengandung banyak garam di dalamnya. Berikut ini kumparanFOOD telah merangkum beberapa makanan dengan jumlah garam tinggi.

1. Saus barbeku

Ilustrasi saus barbeque Foto: Shutterstock

Tidak lengkap bakar-bakar tanpa bumbu barbeku. Michelle Routhenstein, MS RD CDE CDN​, selaku Ahli Gizi Nutrisi Kardiologi Pencegahan di Entirely Nourished, menjelaskan bahwa bahan makanan ini mengandung setidaknya 300 mg garam hanya dalam ¼ sendok teh. Sebagai solusi, kamu bisa membuat bumbu barbeku bebas garam dengan berbagai bahan alami.

2. Ayam panggang

Ayam panggang Foto: Shutterstock

Kamu mungkin sering menemukan pedagang yang menjual ayam panggang dengan cara ditusuk di bagian tengahnya, lalu dimasak dengan cara diputar. Cara tersebut dianggap paling efektif untuk mendapatkan kematangan yang sempurna. Namun sayangnya, ayam yang dimasak dengan cara demikian mengandung garam setidaknya 330 mg per potong.

3. Puding instan

Ilustrasi Puding instan. Foto: Shutter stock

Meski terasa manis, ternyata puding instan juga memiliki kadar garam di dalamnya. “1/2 cangkir kemasan campuran puding instan dalam 430 mg garam, itu mungkin mengejutkan kamu karena tertutup oleh rasa manis,” jelas Michelle.

4. Kecap asin

Ilustrasi kecap asin. Foto: Shutterstock

Sudah jelas, bukan? Dari namanya saja, bumbu masak ini akan menambah rasa asin dalam makanan. Kecap asin kerap digunakan dalam berbagai masakan terutama pada hidangan Asia. Namun, kecap asin memiliki kandungan garam yang cukup tinggi. Untuk satu sendok kecap asin terdapat 570 mg garam di dalamnya.

5. Makanan kemasan

Ilustrasi camilan tinggi garam. Foto: Paco Romero/Shutterstock

Makanan kemasan sering dianggap praktis di kala waktu sibuk karena penyajiannya yang cepat dan mudah. Namun, tidak dengan kandungan nutrisi di dalamnya. Dena menjelaskan, kalau banyak makanan kemasan yang mengandung garam dalam jumlah tinggi. Setidaknya dalam satu porsi makanan ini terdapat 700 mg garam atau lebih.

6. Daging olahan

Aneka Olahan Frozen Food. Foto: Shutter Stock

Dena menjelaskan juga bahwa daging olahan menjadi makanan dengan jumlah garam yang tinggi dan nutrisi yang rendah. Makanan ini juga sering dikaitkan sebagai pemicu penyakit kanker. Kandungan garam pada makanan ini sebanyak 1,000 mg atau bahkan lebih.

7. Baking soda

Baking soda Foto: Shutter Stock

Soda kue menjadi bahan yang sering digunakan dalam makanan seperti roti. Menurut Michelle, “Soda kue mengandung 100 persen natrium bikarbonat dan 1 sendok teh mengandung 1.260 mg natrium.”

Meskipun sulit menghindari banyak makanan yang mengandung garam. Tapi, bukan berarti kamu tidak bisa mengurangi risiko darah tinggi. Salah satu cara yang bisa kamu lakukan adalah dengan membatasi mengonsumsi beragam makanan tersebut. Selain itu, tetap konsultasikan kesehatan kamu ke dokter atau ahli gizi, serta jangan lupa untuk menjaga pola makan dan hidup sehat.

Penulis: Monika Febriana