Kumparan Logo

Hati-hati, Garnish Lemon di Restoran Rentan Terkontaminasi Bakteri

kumparanFOODverified-green

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Infused water lemon dan mentimun Foto: dok.Unsplash
zoom-in-whitePerbesar
Infused water lemon dan mentimun Foto: dok.Unsplash

Apakah kamu sering memesan lemon tea saat berkunjung ke restoran? Atau memesan segelas air lemon?

Irisan lemon yang dipadukan dengan minuman memang terdengar menyegarkan. Namun, tahukah kamu, garnish ini justru bisa sangat mudah terkontaminasi oleh bakteri, lho.

Tergantung apakah pelayannya menggunakan sarung tangan atau mencuci tangan hingga bersih saat mempersiapkan lemon. Mereka bisa menyebarkan bakteri pada irisan buah tersebut.

embed from external kumparan

Penelitian yang dipublikasikan di Journal of Enviromental Health mengambil beberapa sampel irisan lemon yang sudah diletakkan di dalam gelas minuman. Hasilnya, hampir 70 persen lemon yang diambil dari 21 restoran mengandung 25 spesies bakteri dan mikroba yang berbeda.

“Meski lemon punya komponen antimikroba, hasil penelitian mengindikasikan banyak mikroorganisme yang masih hidup di daging dan kulit lemon. Restoran harus menyadari kalau irisan lemon yang ditambahkan dalam minuman mengandung mikroba yang berpotensi jadi parasit,” tulis Anne LaGrange Loving dan John Prez selaku tim peneliti.

Meski demikian, peneliti juga mengungkapkan bahwa belum ada penyakit dan gangguan kesehatan serius yang disebabkan oleh lemon. Umumnya, tipe bakteri dari tangan yang belum dicuci dapat menyebabkan sakit perut atau diare.

Dilansir Taste of Home, seorang ahli mikrobiologis, Philip Tierno, PhD menerangkan, sistem imun kita akan melindungi tubuh dan mencegah agar tak sakit saat minum air lemon. Lebih lanjut, spesialis penyakit dalam Alan Taege, MD menjelaskan, kekhawatiran terbesar ada pada orang-orang yang punya sistem imun lemah.

Potongan Apel di dalam Air Lemon Foto: Iryna Pohrebna/Shutterstock

Apalagi, bila kita menderita penyakit berat seperti diabetes atau gagal ginjal. Risiko yang ditimbulkan bisa lebih tinggi.

“Dalam kasus ini, kita harus ekstra hati-hari. Saya merekomendasikan untuk mengkonsumsi minuman dari botol yang steril,” pungkas Taege.