Kumparan Logo

Ikon Kuliner Malam Kota Semarang, Pasar Semawis, Kembali Buka

kumparanFOODverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Sejumlah warga berada di area Pasar Semawis, Jalan Gang Warung, Semarang, Jawa Tengah, Sabtu (4/10/2025). Foto: Aprillio Akbar/ANTARA FOTO
zoom-in-whitePerbesar
Sejumlah warga berada di area Pasar Semawis, Jalan Gang Warung, Semarang, Jawa Tengah, Sabtu (4/10/2025). Foto: Aprillio Akbar/ANTARA FOTO

Salah satu destinasi kuliner malam paling legendaris di Semarang, Jawa Tengah, Pasar Semawis atau dikenal juga dengan nama Waroeng Semawis, akhirnya kembali dibuka. Pasar malam yang berlokasi di kawasan Pecinan Semarang itu kembali beroperasi setelah hampir satu tahun vakum.

Pasar Semawis kembali dibuka pada Sabtu malam (4/10). Acara tersebut juga dihadiri oleh Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng, beserta jajaran perangkat daerah, Komunitas Pecinan Semarang untuk Pariwisata (Kopi Semawis), serta masyarakat yang antusias menyambut kehadiran pasar malam ini.

Menurut Agustina, kehadiran kembali Waroeng Semawis bukan sekadar menghadirkan kuliner khas dan hiburan budaya, melainkan juga menjadi simbol kebangkitan ekonomi rakyat serta wadah bagi pelaku UMKM Kota Semarang.

"Senang banget ya Pasar Semawis dibuka lagi. Ini hari pertama setelah hampir setahun berhenti. Sekarang tiap Sabtu dan Minggu. Bahkan, rencananya minggu depan buka mulai Jumat," kata Agustina dikutip dari Antara, Senin (6/10).

Sejumlah warga memasak telur di area Pasar Semawis, Jalan Gang Warung, Semarang, Jawa Tengah, Sabtu (4/10/2025). Foto: Aprillio Akbar/ANTARA FOTO

Setidaknya 60 gerai kuliner dan pelaku usaha kecil turut meramaikan Pasar Semawis kali ini. Pengunjung juga bisa menikmati beragam pilihan makanan, mulai dari jajanan khas Semarang hingga kuliner Nusantara dan Tionghoa yang menjadi ciri khas kawasan Pecinan.

Selain menjadi tempat berburu kuliner malam, Waroeng Semawis juga diharapkan menjadi destinasi wisata malam terpadu yang terhubung dengan kawasan Kota Lama Semarang.

“Kalau nanti ini 'sustain', kita bisa 'declare' bersama Kota Lama. Akan dipasang pemberitahuan di sana (Kota Lama) bahwa setiap Sabtu dan Minggu malam Pasar Semawis buka. Harapannya, dari sana (Kota Lama) bisa ke sini (Waroeng Semawis)," katan Agustina.

Ia juga berpesan agar seluruh pihak turut menjaga kebersihan dan keamanan kawasan tersebut, termasuk keamanan pangan. "Pesan saya satu, supaya kondisinya dijaga, kebersihan dijaga dan keamanan pangan dijaga. Karena ini akan menjadi satu area yang bisa menumbuhkan perekonomian kita," katanya.

Pedagang (kanan) melayani warga yang membeli makanan di area Pasar Semawis, Jalan Gang Warung, Semarang, Jawa Tengah, Sabtu (4/10/2025). Foto: Aprillio Akbar/ANTARA FOTO

Menurut Agustina, kebangkitan Waroeng Semawis sejalan dengan arahan pemerintah pusat agar daerah menciptakan kegiatan yang menggerakkan ekonomi rakyat.

"Ini sesuai dengan pesan Pak Menko (Menteri Koordinator Pemberdayaan Masyarakat Indonesia Muhaimin Iskandar) waktu itu, buatlah keramaian supaya orang berjualan, supaya orang datang sehingga uang berputar dan ekonomi tumbuh," katanya.

Kini, Waroeng Semawis hadir setiap akhir pekan, mulai Jumat hingga Minggu pukul 18.00-22.00 WIB, dengan konsep penataan kawasan yang lebih rapi, ramah pengunjung, dan tetap mempertahankan suasana khas Pecinan yang hangat dan semarak.