Kumparan Logo

Indonesia Akan Hadirkan Soto di London Book Fair 2019

kumparanFOODverified-green

clock
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Soto seger Boyolali Foto: Instagram kulinerboyolali
zoom-in-whitePerbesar
Soto seger Boyolali Foto: Instagram kulinerboyolali

Indonesia kembali dipercaya menjadi Market Focus Country pada acara London Book Fair 2019. Acara yang berlangsung pada 12-14 Maret mendatang ini akan dimeriahkan oleh sekitar 100 delegasi dari penulis dan penerbit Indonesia.

Tak hanya diisi sektor penerbitan, menariknya, London Book Fair 2019 juga akan dimeriahkan oleh aneka makanan khas Indonesia. Kali ini, soto akan menjadi hidangan andalan yang akan dipamerkan di ajang bergengsi tersebut.

"Kami memang ingin menyajikan taste and flavour of Indonesia. Akan ada pemotongan tumpeng, lalu akan ada dua soto yang akan kami ceritakan di sana, yaitu soto lamongan dan soto betawi," ujar kurator sajian Indonesia di London Book Fair 2019, Santhi Serad, kepada awak media (5/3).

Konferensi pers London Book Fair 2019 Foto: Kartika Pamujiningtyas/kumparan

Ada dua jenis soto yang akan disajikan, yaitu soto betawi dan soto lamongan yang identik dengan cita rasa gurih menyegarkan. Tak semata disajikan sebagai pelengkap acara, penjelasan mengenai soto ini nantinya juga akan dibawakan langsung oleh chef kenamaan Indonesia, Petty Pandean-Elliott.

Pemilihan soto sebagai bintang kuliner di London Book Fair 2019 ini bukanlah tanpa alasan. Menurut Santhi Serad, hal ini merupakan salah satu bentuk promosi soto sebagai salah satu makanan nasional yang menggambarkan budaya Indonesia. Sebab, hingga kini soto belum banyak dikenal di mancanegara.

Soto juga akan dijajakan untuk umum di luar gedung Olympia --lokasi berlangsungnya London Book Fair 2019. Nantinya, panitia kegiatan ini juga akan menggaet tempat makan khas Indonesia bernama Kaki Lima yang telah berdiri selama 10 tahun di London.

"Ada satu lagi yang menarik, di luar Olympia, kita akan menggaet street food vendor namanya Kaki Lima. Mereka akan jualan soto ke public karena sotonya memang terkenal enak," terang Ketua Harian Panitia Pelaksana Kegiatan Indonesia Market Focus untuk London Book Fair 2019, Laura Bangun Prinsloo.

Konferensi pers London Book Fair 2019 Foto: Istimewa

Selain program pengenalan soto, acara ini juga akan dimeriahkan dengan serangkaian kegiatan bertema kuliner lainnya. Mulai dari penjelasan mengenai filosofi tumpeng oleh chef Bara Pattiradjawane hingga cupping teh Indonesia yang akan dibawakan oleh Santhi Serad dan chef Petty Pandean-Eliott.

Semua kegiatan mengenai kuliner Indonesia dan pameran makanan tradisional ini akan akan dipamerkan di Spice Cafe seluas 200 meter persegi yang ada di lantai satu gedung Olympia.

London Book Fair sendiri merupakan acara tahunan mengenai pemasaran global bagi negosiasi hak cipta yang meliputi penjualan dan distribusi konten intelektual seperti bidang cetak, audio, TV, hingga jaringan digital. Pada tahun ini, Indonesia akan memamerkan sekitar 450 judul buku dari berbagai kategori. Selain itu, akan ada 12 penulis dan seniman Indonesia yang akan tampil di London Book Fair untuk memperkenalkan kekayaan literasi Indonesia.