Indonesia Bakal Gelar Pameran Jamu Berskala Internasional Tahun Ini
·waktu baca 2 menit

Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif (Ekraf) dan Dewan Jamu Indonesia (DJI) telah mengadakan pertemuan untuk membahas lebih lanjut penyelenggaraan The 2nd Jamu International Conference & Expo (JICE), yang akan dijadwalkan Oktober 2026.
Dilansir Antara, pameran jamu berskala internasional tersebut menggabungkan konferensi ilmiah, pameran industri, dan promosi budaya.
"Jamu bukan sekadar warisan tradisi, tapi produk ekonomi kreatif yang punya potensi besar di pasar dunia," kata Menteri Ekraf Teuku Riefky saat menerima perwakilan Dewan Jamu Indonesia (DJI) di Kantor Kementerian Ekonomi Kreatif di Jakarta, Rabu (20/5).
Kementerian Ekonomi Kreatif mendukung penguatan merek, pemanfaatan hak kekayaan intelektual, dan perluasan akses pasar melalui berbagai platform, khususnya jalur digitalisasi dalam mengembangkan produk jamu.
"Lewat dukungan ekosistem digital, riset, dan ilmu pengetahuan, kita harus ubah kekayaan budaya ini menjadi produk modern yang diminati global," tambahnya dikutip dari siaran resmi.
Menurut Teuku Riefky, kretivitas budaya Indonesia sudah luar biasa sejak dulu, namun sayangnya komersialisasi dan monetize menjadi tantangan terbesar yang dihidadapi saat ini.
"Melalui ekosistem digital, kita bantu branding dan kurasi produk yang unik agar siap menangkap peluang global tanpa harus panik dalam memenuhi kapasitas produksinya," ungkapnya.
Sementara itu, DJI sendiri telah menghimpun pelaku usaha, peracik jamu, akademisi, peneliti, komunitas, serta pemangku kepentingan lain yang terlibat dalam pengembangan serta pelestarian jamu sebagai warisan minuman kesehatan Indonesia.
"Berangkat dari kesuksesan gelaran JICE yang pertama, kami berkomitmen untuk terus merajut seluruh pemangku kepentingan guna mengembangkan, melestarikan, dan menduniakan jamu," kata Ketua Umum DJI Daniel Tjen.
Pihaknya juga mengapresiasi dukungan Kementerian Ekraf yang kerap membantu mempromosikan produk jamu ke pasar internasional.
