kumparan
5 Maret 2019 20:58

Ini Beda Kantin Stanford dan Harvard, Calon Universitas Maudy Ayunda

Perbandingan kantin Harvard dan Stanford
Perbandingan kantin Harvard dan Stanford Foto: Instagram/ @hudsinfo @stanforddining
Artis multitalenta Maudy Ayunda baru-baru ini tengah mengalami kebimbangan. Pada akun media sosial Instagram miliknya, Maudy Ayunda membagikan kabar bahagia mengenai kelolosannya di dua universitas ternama dunia, yakni Harvard dan Stanford University.
ADVERTISEMENT
Usai lulus sebagai sarjana di Oxford University, ia memang ingin melanjutkan pendidikan pascasarjananya, dan kini telah diterima di Harvard University yang selama ini jadi impiannya. Pucuk dicinta ulam pun tiba; selain diterima di Harvard, Maudy rupanya juga diterima di Stanford University.
Nah, selain kualitas studinya yang sudah terjamin, baik Harvard dan Stanford University juga punya fasilitas penunjang mumpuni, salah satunya dalam hal penyediaan makanan bagi para mahasiswanya.
Sebagai gambaran, berikut telah kumparan rangkum perbandingan kantin Harvard dan Stanford University, kampus yang jadi pilihan Maudy Ayunda:
1. Jumlah kantin
Dengan peringkat teratas dalam daftar universitas ternama di dunia, Harvard University memiliki dining hall sejumlah 13 tempat. Salah satu dining hall Harvard yang terkenal adalah Anennberg Hall, dengan atmosfer ruangan layaknya ruang makan di Hogwarts.
ADVERTISEMENT
Selain itu, kantin Harvard University juga memiliki pelayanan katering tengah malam yang menawarkan berbagai kudapan; seperti susu, kopi, pastry, potongan buah, sereal, crackers, hingga keripik kentang.
Sedangkan jumlah kantin di Stanford University lebih sedikit, hanya 11 tempat saja, dan tersebar di beberapa lokasi dekat rumah tinggal mahasiswa. Beberapa dari dining hall tersebut buka hingga pukul 02.30 dini hari, dan menyajikan menu kudapan tengah malam spesial seperti pizza, burger dan wrap.
2. Jenis menu yang disajikan
Dengan jumlah kantin yang banyak, tentu pilihan menu yang ditawarkan di Harvard maupun Stanford University juga sangat beragam. Bahkan, para mahasiswanya dapat memilih menu makanan sesuai dengan preferensinya masing-masing.
Di Harvard, mereka menyediakan menu standart seperti oatmeal atau parfait Greek yoghurt untuk menu sarapan dan sandwich bar untuk makan siang. Di luar menu tersebut, ada pula menu makanan eksotik dari negara lain seperti sup krim dengan saffron atau bulgogi khas Korea.
ADVERTISEMENT
Ada pula pilihan menu vegan, kosher (makanan yang sesuai dengan aturan Yahudi), vegetarian, serta halal. Selain itu, menu-menunya pun selalu berganti tiap musim, menyesuaikan dengan bahan-bahan segar saat itu.
Hampir serupa, tiap-tiap kantin Stanford University juga memiliki spesialisasi masakannya masing-masing, mulai dari masakan khas Asia, Amerika Latin, hingga India. Mereka juga menyediakan menu makanan sesuai dengan preferensi mahasiswa --vegan, vegetarian, kosher, dan halal-- bahkan ada kantin khusus yang tak menyajikan menu kacang bagi mereka yang mengidap alergi.
3. Program khusus
Menariknya, dining hall yang ada di Harvard maupun Stanford University tak hanya menjadi tempat untuk makan saja, namun juga kerap mengajak mahasiswa untuk ikut berpartisipasi di dalamnya. Harvard misalnya, punya sebuah program tahunan yang diadakan tiap bulan Maret bernama Recipes from Home.
ADVERTISEMENT
Program tersebut bertujuan untuk menghadirkan resep rumahan bagi mahasiswa yang merindukan cita rasa dari keluarga masing-masing. Dalam program ini, mereka bisa mengumpulkan resep tersebut secara online untuk dimasak dalam acara Recipe from Home. Bila banyak yang menyukainya, tak menutup kemungkinan bila menu tersebut akan disajikan secara permanen.
Sedangkan dining hall di Stanford University punya program khusus bernama Dining Ambassador yang memberikan kesempatan bagi mahasiswa untuk bekerja di kantin-kantin. Mereka yang tergabung di program itu akan menjadi perantara untuk menyampaikan informasi mengenai acara-acara makan malam, nutrisi, figur tubuh sehat, sustainability, dan topik terkait lainnya.
Fokus profesinya pun beragam, meliputi keamanan makanan, sustainability, dan fotografi atau videografi.
Apapun pilihannya, good luck ya Maudy Ayunda!
ADVERTISEMENT
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan