Kumparan Logo

Ini Penyebab Tubuh Merasa Lelah dan Mengantuk Setelah Makan

kumparanFOODverified-green

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi perempuan mengantuk. Foto: Chay_Tee/Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi perempuan mengantuk. Foto: Chay_Tee/Shutterstock

Rasa lelah dan mengantuk setelah makan kerap dialami banyak orang, apalagi setelah menyantap makanan dalam porsi besar. Meski hal ini wajar, kondisi ini bisa mengganggu aktivitas harian, terutama saat bekerja atau belajar.

Banyak faktor yang memengaruhi rasa kantuk setelah makan, mulai dari jenis makanan hingga cara tubuh mencerna nutrisi. Dengan memahami faktor-faktor ini, kita bisa mengatur pola makan dan kebiasaan sehari-hari agar tetap fokus dan bertenaga.

Dilansir Healthline, berikut tiga penyebab utama yang membuat tubuh terasa lelah dan ngantuk setelah makan. Mengetahui penyebabnya bisa membantu kamu tetap energik, bahkan setelah menyantap makanan berat.

1. Mengonsumsi Makanan yang Mengandung

Ilustrasi makan satu butir telur. Foto: Shutterstock

TryptophanBeberapa jenis makanan bisa membuat tubuh terasa lelah dan ngantuk, salah satunya karena kandungan tryptophan, asam amino yang membantu tubuh memproduksi serotonin, yaitu senyawa yang mengatur suasana hati, rasa nyaman, dan siklus tidur. Saat kadar serotonin meningkat, tubuh akan merasa lebih rileks, sehingga muncul rasa kantuk setelah makan.

Oleh sebab itu, makanan yang kaya tryptophan sering dikaitkan dengan efek menenangkan ini. Beberapa contohnya antara lain bayam, kedelai, telur, keju, tahu, dan ikan.

Dengan mengetahui hal ini, kita bisa lebih bijak dalam memilih jenis makanan yang dikonsumsi, terutama saat harus tetap fokus setelah makan. Mengonsumsi makanan yang mengandung tryptophan bukan berarti buruk, efek rileksnya justru bermanfaat di waktu yang tepat, misalnya setelah makan malam atau saat santai di siang hari.

2. Kurang Tidur Semalam Sebelumnya

Ilustrasi ibu kurang tidur. Foto: BaLL LunLa/Shutterstock

Kualitas tidur di malam sebelumnya berpengaruh besar terhadap energi tubuh keesokan harinya, termasuk bagaimana tubuh merespons makanan. Saat perut kenyang, tubuh cenderung ingin beristirahat, terutama kalau tidur malam sebelumnya kurang.

Untuk mencegah rasa kantuk setelah makan, penting menjaga jadwal tidur yang teratur agar kualitas tidur lebih baik. Selain itu, rutin berolahraga juga bisa membantu tubuh tidur lebih nyenyak di malam hari, sehingga energi tetap terjaga sepanjang hari.

3. Kurang Beraktivitas Fisik

Ilustrasi olahraga bersama pasangan. Foto: Shutterstock

Aktivitas fisik atau olahraga juga berperan dalam menentukan seberapa energik tubuh setelah makan. Selain membantu tidur malam lebih nyenyak, rutin berolahraga membuat tubuh tetap segar dan fokus di siang hari.

Tubuh yang aktif lebih mudah mempertahankan energi untuk menjalani aktivitas sehari-hari. Sebaliknya, terlalu banyak duduk atau berdiam diri tidak akan menambah “cadangan energi.” Dengan bergerak secara rutin, tubuh akan terasa lebih bertenaga dan siap menjalani hari tanpa cepat lelah, bahkan setelah makan.

Nah, dari ketiga penyebab di atas, mana yang paling sering kamu alami? Dengan mengetahui ketiganya, kamu bisa lebih bijak dalam memilih makanan, menjaga waktu tidur, hingga rajin bergerak supaya tidak mudah ngantuk setelah makan.

Reporter Salsha Okta Fairuz