Kumparan Logo

Jamu hingga Black Garlic, Kerap Dikonsumsi Orang di Asia Tenggara untuk Imunitas

kumparanFOODverified-green

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Empon-empon. Foto: Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Empon-empon. Foto: Shutterstock

Menjaga sistem imun tubuh adalah salah satu hal paling penting untuk dilakukan di tengah masa pandemi. Dengan daya tahan tubuh yang kuat, risiko terjangkit COVID-19 bisa diminimalisir.

Salah satu cara yang paling banyak dilakukan untuk memproteksi diri dari infeksi adalah memperbanyak konsumsi suplemen kesehatan.

Menurut laporan berjudul COVID-19’s impact on food and drink markets in Southeast Asia dari Mintel --salah satu perusahaan riset pasar dan perilaku konsumen-- kondisi ini menyebabkan peningkatan permintaan terhadap beberapa produk kesehatan. Khususnya, produk-produk herbal.

Tak cuma di Indonesia, beberapa negara lain di Asia Tenggara juga punya makanan dan minuman andalan untuk meningkatkan daya tahan tubuh. Berikut ulasan selengkapnya:

1. Vietnam, black garlic

bawang putih hitam Foto: flickr/FoodBev Photos

Di Vietnam, banyak konsumen yang beralih untuk mengonsumsi black garlic guna meningkatkan sistem imun mereka. Black garlic ini merupakan bawang putih yang sudah difermentasi dalam periode waktu lama, dengan suhu tinggi 60-90 derajat celsius, di bawah kelembapan tinggi 80-90 persen.

Dalam proses fermentasinya, warna bawang putih akan menghitam. Cita rasanya pun jadi lebih manis, dan teksturnya berubah menjadi lebih kenyal.

Hasil fermentasi bawang tersebut mengandung berbagai manfaat kesehatan, mulai dari antioksidan, antimikroba, serta antivirus.

2. Indonesia, jamu

Rebusan air Jahe, kunyit, dan serai Foto: Azalia Amadea/Kumparan

Penggunaan obat herbal untuk meningkatkan imunitas juga dilakukan di Indonesia. Merebaknya penyebaran virus corona belakangan ini memang membuat komoditas jamu makin banyak dicari.

Terutama, jamu yang terbuat dari empon-empon atau akar rimpang; seperti jahe, kunyit, dan temulawak. Berbagai rempah ini memang memiliki kandungan antioksidan dan antibakterial yang baik bagi daya tahan tubuh.

Imbas dari banyaknya orang yang menyetok jamu pun menyebabkan lonjakan harga pada beberapa jenis rempah, khususnya jahe merah dan temulawak.

3. Singapura, vitamin C

ilustrasi suplemen vitamin C Foto: Pixabay

Selama pandemi, pembelian vitamin C dan multivitamin meningkat drastis. Salah satu supermarket yang punya berbagai cabang, NTUC Fairprice melaporkan adanya peningkatan permintaan suplemen kesehatan sebesar tiga sampai lima kali lipat dari biasanya.

Bukan hal yang mengherankan, sebab vitamin C memang menjadi salah satu antioksidan yang bisa meningkatkan imunitas. Sebuah penelitian The Cochrane Database of Systematic Reviews menemukan, konsumsi vitamin C dapat membantu menstabilkan kembali daya tahan tubuh.

4. Filipina, malunggay dan minyak kelapa murni

Ilustrasi daun kelor Foto: dok.shutterstock

Di Filipina, produk-produk yang mengandung minyak kelapa murni dan daun malunggay laris manis. Hal ini terjadi seiring dengan meningkatnya permintaan konsumen terhadap produk herbal yang bisa meningkatkan kesehatan mereka.

Malunggay adalah sejenis tanaman yang punya kandungan nutrisi tinggi seperti obat herbal. Tanaman ini tumbuh di negara beriklim tropis, seperti Filipina, India, dan Afrika.

Kalau di Indonesia, daun malunggay lebih dikenal dengan nama daun kelor. Daun tersebut punya segudang manfaat kesehatan, dan salah satunya adalah meningkatkan sistem imun tubuh.

embed from external kumparan

***

kumparanDerma membuka campaign crowdfunding untuk bantu pencegahan penyebaran corona virus. Yuk, bantu donasi sekarang!