Kumparan Logo

Kata Dokter Soal Bahaya Makanan yang Tersimpan dalam Kulkas Mati

kumparanFOODverified-green

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi menyimpan makanan dalam kulkas Foto: Shutter Stock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi menyimpan makanan dalam kulkas Foto: Shutter Stock

Mati listrik bisa terjadi kapan saja, tak terkecuali dalam dua hari berturut-turut kemarin. Tak cuma membuat aktivitas di ibu kota jadi terhambat, tapi juga membawa dampak pada kesehatan. Pasalnya, kulkas yang jadi tempat menyimpan makanan tidak bisa berfungsi.

Otomatis, bahan makanan yang ada di dalamnya rentan rusak dan membusuk. Apalagi, jika pemadaman listriknya terjadi dalam kurun waktu yang panjang hingga di atas 10 jam lamanya.

Menurut Prof. DR. dr. Ari Fahrial Syam, SpPD. KEGH. MMB, dokter spesialis penyakit dalam sekaligus dekan Universitas Indonesia menjelaskan, jenis makanan yang harus diantisipasi adalah daging yang berada di dalam freezer.

Ilustrasi menyimpan daging di dalam kulkas Foto: Shutterstock

Agar kualitasnya tetap terjaga, daging harus disimpan di pendingin bersuhu 2 - 4 derajat celsius untuk mencegah terkontaminasi bakteri. Bila terjadi perubahan suhu karena mati listrik, bakteri akan tumbuh subur dan membuat kondisi daging menjadi rusak.

"Beberapa kuman yang bisa mencemari makanan kita antara lain E. coli, S thyposa, Clostridium, beberapa jamur dan parasit," tutur dr. Ari dalam penjelasan yang kami terima melalui pesan WhatsApp pada Senin, (5/8).

Selain daging, padamnya listrik juga bisa membuat sayuran dan buah-buahan layu, kemudian membusuk. Bila dikonsumsi, adanya kontaminasi terhadap makanan bisa menyebabkan keracunan. Gejala utamanya, pasien akan mengalami muntah-muntah, diare, dan demam.

Maka itu, sebaiknya kita tetap berhati-hati dan melakukan evaluasi pada makanan dan minuman yang tersimpan dalam kulkas yang telah mati. Usahakan untuk memilah-milahnya terlebih dahulu saat akan menghidupkan kulkas kembali.

embed from external kumparan