Kebiasaan Makan Banyak Saat Galau atau Stres? Coba Cegah dengan 5 Cara Ini
·waktu baca 3 menit

Siapa yang memiliki kebiasaan makan banyak terutama saat lagi galau?
Perasaan galau atau mood sedang berantakan pasti mengganggu aktivitas kamu. Alih-alih menjalani kegiatan dengan semangat. Hal yang terjadi malah membuat hari terasa berat, pikiran kacau, hingga emosi meledak saat perasaan ini melanda.
Bagi sebagian orang, cara ampuh untuk menghilangkan galau adalah dengan makan berbagai hidangan favorit. Sah-sah saja sebenarnya bagi kamu menghibur diri dengan makan makanan enak; seperti keripik, es krim, cokelat, dan lainnya. Tapi, jika kebiasaan ini terus berlanjut, maka bisa berdampak buruk bagi kesehatan kamu.
Mengutip Eat This, kebiasaan makan saat galau atau emosi disebut dengan emotional eating. Menurut Cleveland Clinic, emotional eating adalah menjadikan makanan sebagai cara untuk melarikan diri dari perasaan tidak nyaman. Seperti halnya galau, frustrasi, ataupun putus asa.
Nah, untuk menghindari kebiasaan makan ini, ada beberapa tips yang bisa kamu praktikkan. Penasaran apa saja? Yuk, simak berikut ini!
1. Makan makanan padat nutrisi
Banyak orang yang menjadikan makanan sebagai solusi dalam menghadapi masalah. Namun, yang terjadi justru kamu akan makan lebih banyak dari biasanya. Rachel Fine, RDN, ahli diet terdaftar dan pendiri To the Pointe Nutrition mengatakan bahwa makan lebih banyak makanan bernutrisi dapat membantu kamu mengelola emotional eating.
“Kurang makan sangat umum akhir-akhir ini. Sering kali disebabkan oleh jadwal sibuk dan keyakinan makanan yang salah yang muncul dari budaya diet. Tidak cukup makan dapat memperburuk pengalaman makan emosional (emotional eating) di kemudian hari karena tubuh kamu berusaha untuk menebus kekurangan energi sebelumnya,” kata Rachel.
2. Berhenti sejenak
Ketika kamu melarikan diri ke makanan saat sedang sedih, efek yang ditimbulkan pada akhirnya, adalah rasa penyesalan akibat apa yang telah kamu makan. Sarah Anzlovar, MS, RDN, LDN, ahli gizi terdaftar dan pemilik Sarah Gold Nutrition menyarankan untuk meluangkan waktu sejenak guna memahami emosi; apakah kamu membutuhkan makan atau tidak.
"Berhenti sejenak untuk bertanya pada diri sendiri, 'apa yang benar-benar saya butuhkan saat ini,' yang dapat membantu kamu belajar memproses emosi yang menantang dan mencari tahu apa yang benar-benar akan membantu kamu merasa lebih baik," kata serah.
3. Memiliki strategi koping yang jelas
"Saya selalu meminta klien saya mengembangkan menu mekanisme koping, apakah itu ketika mereka merasa stres, bosan, atau sedih. Mereka meletakkannya di tempat yang mudah diakses seperti di aplikasi catatan di ponsel mereka atau di catatan tempel di meja mereka. Ketika emosi menyerang dan mereka ingin meraih makanan. Mereka dapat dengan mudah memilih opsi lain," kata Sarah.
Koping merupakan cara yang bisa kamu lakukan untuk menghadapi situasi yang menyebabkan stres atau trauma. Sarah menyarankan, jika emosi kamu menyerang dan ingin mengonsumsi makanan. Maka alihkanlah dengan aktivitas lain seperti telepon teman, jalan-jalan, membaca buku, dan lain sebagainya. Itulah yang disebut strategi koping.
4. Perhatikan kalau kamu lapar
Sarah mengatakan, "Jika kamu terlalu lapar, maka mungkin kamu merasa seperti sedang makan karena stres atau sedih, tetapi mungkin saja tubuh kamu meminta energi.”
Makan saat galau tidak selalu diartikan sebagai emotional eating. Bisa jadi memang tubuh kamu sedang lapar dan membutuhkan makanan bergizi. Oleh karena itu, tetap perhatikan tubuh kamu dengan mengonsumsi makanan yang kaya akan nutrisi.
5. Berkonsultasi dengan profesional
Makan saat kondisi emosional mungkin menjadi cara yang dianggap salah setelah kamu melakukannya. Terutama pada saat kamu sedang diet, perasaan malu dan bersalah sering dikaitkan dengan emotional eating ini. Langkah yang paling penting adalah menghilangkan rasa dikuasai saat makan.
Rachel menyarankan, “Seorang ahli diet berlisensi dan terapis kesehatan mental dapat memberikan dukungan yang diperlukan untuk membantu dengan contoh kasus makan emosional."
Memang, tidak ada salahnya mengonsumsi makanan saat kamu lagi sedih atau galau. Tetapi, jika terus dibiarkan, maka tidak menutup kemungkinan kalau kebiasaan makan ini akan menjadi bumerang bagi kesehatan kamu di masa mendatang.
Penulis: Monika Febriana
