Kenapa Kita Makan Lebih Banyak Saat Cuaca Dingin? Begini Jawaban Ahli
·waktu baca 3 menit

Kamu jadi lebih nafsu makan saat cuaca dingin? Eits, jangan khawatir. Kamu enggak sendirian. Ini karena bukan hanya mitos belaka, melainkan kebiasaan makan tersebut bisa dijelaskan secara ilmiah. Menurut ahli terdapat sebuah alasan khusus seseorang bisa mengonsumsi lebih banyak makanan saat cuaca dingin.
Di kala cuaca dingin, memang paling nikmat ketika menyantap hidangan yang menghangatkan tubuh. Ada yang memilih untuk menyantap mi kuah, sup, seblak, hingga beragam makanan hangat lainnya. Namun, pernahkah kamu merasa, kalau saat musim dingin kamu cenderung lebih banyak makan?
Mengutip Huffington Post, makan banyak saat cuaca dingin merupakan hal yang wajar. Signe Svanfeldt selaku ahli nutrisi dari perusahaan aplikasi kesehatan Lifesum, menjelaskan bahwa tubuh seseorang membakar lebih banyak kalori di saat musim dingin.
“Kita membakar banyak energi ketika cuaca dingin. Hal tersebut karena kita menggunakan lebih banyak energi untuk menghangatkan tubuh. Sebaliknya, kita membutuhkan makanan ringan saat cuaca panas,” jelas Signe.
Signe juga menjelaskan kalau saat cuaca sedang dingin, seseorang lebih membutuhkan makanan yang hangat daripada ringan; seperti salad, buah, atau sandwich.
Studi dari Nutrients Journal pada 2021, mengungkapkan metabolisme tubuh akan meningkat saat cuaca dingin. Oleh karena itu, seseorang akan lebih banyak makan pada musim dingin daripada saat musim panas.
The Guardians melansir, setidaknya seseorang butuh 150 kalori ekstra setiap harinya saat cuaca dingin. Signe juga menambahkan kalau sebenarnya tidak perlu terjadi perubahan makan secara drastis. Pastikan saja kalau kamu makan di saat lapar menyerang guna mendapatkan energi yang cukup supaya pembagian makronutrien seimbang.
Nutrisionis ini menyarankan akan pentingnya makan makanan kaya protein, serat, dan lemak tidak jenuh. Adapun kamu juga harus mengonsumsi karbohidrat kompleks guna menyediakan lebih banyak energi untuk dicerna.
Lalu, kenapa saat cuaca dingin seseorang menjadi lebih banyak makan?
Banyaknya makan saat cuaca dingin berkaitan dengan hormon serotonin. Dengan hilangnya sumber kehangatan dari matahari, maka akan membuat seseorang mencari kebiasaan lain, salah satunya adalah makan.
Sinar matahari memicu hormon melanosit yang dapat meningkatkan rasa kenyang. Sebaliknya, ketika cuaca dingin membuat seseorang menjadi mudah lapar lantaran meningkatnya hormon serotonin. Carolyn Nicholas selaku Director of coaching di Able App menambahkan kalau makan saat hari sedang terang dapat berdampak baik buat kesehatan.
“Dipercaya bahwa makan saat terang daripada saat gelap berdampak positif pada metabolisme kita karena ritme sirkadian,” kata Carolyn.
Selain itu, Carolyn juga merekomendasikan untuk tidak ngemil saat larut malam guna mengoptimalkan kualitas tidur seseorang. Akan jauh lebih baik kalau makan atau ngemil saat siang hari atau kala hari masih terang.
Penulis: Monika Febriana
