Kumparan Logo

Kenapa Saat Stres Justru Ingin Makan Makanan Enak?

kumparanFOODverified-green

clock
comment
2
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Makan banyak karena emotional eating (Foto: Shutter Stock)
zoom-in-whitePerbesar
Makan banyak karena emotional eating (Foto: Shutter Stock)

Pernahkah kamu merasa ingin makan makanan enak yang manis, asin, dan berlemak saat stres melanda? Tenang, kamu enggak sendiri. Fenomena ini juga ada penjelasannya lho.

Psikolog Tara de Thouars, BA, M.Psi, menjelaskan tentang fenomena emotional eating, di mana muncul kecenderungan makan makanan tertentu karena keadaan emosionalnya. Jadi saat kita stres, ada perubahan kimiawi di otak. Perlu kamu tahu ada dua kimiawi yang mengatur mood yakni dopamin dan serotonin.

Makan banyak karena emotional eating (Foto: Shutter Stock)
zoom-in-whitePerbesar
Makan banyak karena emotional eating (Foto: Shutter Stock)

"Kalau keduanya (dopamin dan serotonin) turun, maka mood enggak oke, jadinya enggak happy dan malas ngapa-ngapain," tutur Tara dalam acara Unilever Jakarta Food Editor's Club 2018 di bilangan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Selasa (18/12).

Manusia, sambung Tara, punya survival instinct. Maksudnya, ketika merasakan ada yang enggak oke, maka ada upaya untuk membuat segala sesuatunya seimbang. Termasuk saat dopamin dan serotonin turun. Sering kali makanan dipersepsikan untuk atasi situasi enggak menyenangkan.

makanan manis (Foto: Shutter Stock)
zoom-in-whitePerbesar
makanan manis (Foto: Shutter Stock)

"Makanan high fat, sugar, kalori diasup untuk meningkatkan serotonin dan dopamin. Secara psikologis, makanan enak jadi efek penenang sekaligus penurun stres atau pendistraksi stres," papar Tara.

Hanya saja setelah makan makanan yang tinggi gula, garam, dan lemak yang rasanya enak, beberapa saat kemudian kita jadi menyesal. Ada perasaan bersalah karena makan terlalu banyak makanan yang enggak sehat. Alhasil memicu stres yang baru.

Melampiaskan Stres dengan Makan Banyak

Makan banyak karena emotional eating (Foto: Shutter Stock)
zoom-in-whitePerbesar
Makan banyak karena emotional eating (Foto: Shutter Stock)

Enggak cuma makan enak, makan dalam jumlah banyak melebihi porsi yang dibutuhkan juga jadi cara melampiaskan stres. Jika suatu hari kamu merasa ingin makan lagi padahal baru saja makan, coba diam sejenak untuk merenung apakah makan karena lapar atau hanya sekadar keinginan semata.

"Binge eating atau makan kalap dipicu stres juga. Pada binge eating, biasanya habis makan banyak lalu merasa bersalah. Ini yang menyebabkan diet yo-yo. Ada juga compulsive eating, di mana seseorang nggak bisa mengendalikan diri kalau lihat makanan enak," terang Tara.

aneka makanan enak dengan rasa manis (Foto: Shutter Stock)
zoom-in-whitePerbesar
aneka makanan enak dengan rasa manis (Foto: Shutter Stock)

Lantas kenapa sih seseorang cenderung lari ke makan saat stres? Kata Tara, emosi dan logika enggak bisa jalan barengan. Sehingga apapun keputusan yang dibuat saat emosi tinggi biasanya keputusannya enggak tepat. Ini termasuk keputusan untuk makan makanan tinggi gula, garam, dan lemak, serta keputusan makan banyak melebihi porsi yang dibutuhkan.

"Itu sebabnya saat marah kita mengeluarkan kata kasar, merusak barang. Sama halnya saat memutuskan makan di saat stres. Kita bisa pilih makanan enggak sehat saat stres atau saat marah karena enggak bisa tentukan makanan yang terbaik untuk diri kita," lanjut Tara.

Kalau kamu gimana, apakah termasuk yang melampiaskan stres melalui makanan enak?