Kumparan Logo

Kerap Bingung Saat Memilih Menu Makanan, Apa Penyebabnya?

kumparanFOODverified-green

clock
comment
1
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi menu restoran (Foto: Thinkstock)
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi menu restoran (Foto: Thinkstock)

Tampaknya, ujian paling berat saat makan di luar bukanlah mencari restoran mana yang akan dikunjungi, namun ketika pelayan menghampiri meja kita dan menanyakan pertanyaan paling sulit, "Silahkan, ingin pesan apa?". Ya, tak jarang kita dibuat kebingungan untuk menjawab pertanyaan itu, karena masih belum siap untuk menentukan makanan atau minuman yang ingin dipesan. Padahal, dalam menu tersebut, tercantum puluhan pilihan makanan dan minuman yang tersedia untuk dipesan.

Tetap saja, luasnya pilihan tersebut bukannya membantu kita, malah membuat semakin bingung ingin memesan yang mana. Bahkan, saking banyaknya varian menu yang ada, beberapa restoran memilki buku menu yang terdiri dari berlembar-lembar halaman.

Ternyata, rasa bingung yang kerap muncul saat hendak memesan makanan tersebut bukanlah tanpa alasan. Dilansir Food and Wine, alih-alih efektif, pemberian terlalu banyak pilihan akan membuat para pengunjung merasa terbebani dan frustasi, serta membuatnya lebih sulit untuk memilih.

Sejalan dengan hal itu, sebuah penelitian yang dilakukan oleh California Institute of Technology menemukan bahwa jumlah menu yang sedikit justru akan membuat para pengunjung lebih fokus dan leluasa menentukan pilihan mereka, selama pilihan yang ditawarkan tidaklah terlalu minim. Dalam penelitian tersebut, para responden diberikan beberapa gambar sebanyak 6, 12, dan 24 buah, lalu diperkenankan untuk memilih salah satu.

Ilustrasi menu makanan (Foto: Pexels)
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi menu makanan (Foto: Pexels)

Dalam hasil penelitian tersebut, tenyata saat membuat keputusan, para responden akan terganggu bila dihadapkan dengan terlalu banyak pilihan, ketimbang jumlah pilihan yang lebih sedikit. Banyaknya jumlah pilihan itu membutuhkan kerja mental yang lebih berat.

Ragam pilihan yang tak terlalu banyak justru akan membuat kita menjadi lebih fokus dan mempermudah mengambil keputusan.

Mengacu pada penelitian tersebut, Colin Calmerer, salah satu profesor dari California Institute of Technology menjelaskan, 8 hingga 15 pilihan adalah jumlah yang paling pas untuk diterapkan pada sebuah menu. Hanya saja, perlu diperhatikan pula faktor-faktor lain seperti tingkat kesulitan pilihan dan kepribadian tiap orang saat menentukan menu pesanan.

Bagaimana dengan kamu, apa merasakan hal yang sama?