Kompor Hot Pot Meledak, Restoran di Singapura Ini Siapkan Kompensasi Rp 1 M

Restoran shabu-shabu dan hot pot seringkali membawa sensasi makan yang unik. Apalagi kita bisa merasakan proses memasak secara langsung. Namun, tak jarang mereka yang sedang menikmati hot pot mendapat insiden kecil hingga besar.
Bukti nyatanya dialami oleh seorang perempuan asal Singapura. Mengutip Singapore Law Watch, perempuan bernama Linda Er menjadi korban ledakan mangkuk hot pot pada 6 tahun lalu. Kecelakaan ini merupakan nasib buruknya saat ia seharusnya menikmati makanan.
Di tahun 2015 silam, Linda dikabarkan mendatangi salah satu restoran hot pot dan steamboat Chong Qing, Singapura. Selagi ia menyantap hidangan berkuah nan panas hingga mendidih, secara tiba-tiba kompor hot pot di depannya meledak.
Menurut beberapa penjelasan dari media, sebelumnya, ada pegawai restoran yang sempat mengganjal tuas kompor gas dalam hot pot. Disebut, ganjalan yang dipakainya berasal dari tisu.
Lantaran posisi kompor sangat dekat dengan dirinya. Maka, kuah panas pun menyiram seluruh bagian wajah dan tangan Linda. Alhasil luka bakar yang diterimanya cukup serius. Beruntungnya nyawa perempuan itu masih terselamatkan.
Tak cuma Linda, tapi lima pengunjung lainnya ikut terkena dampak dari ledakan kuah hot pot. Merasa telah melukai dan membahayakan nyawa pelanggan. Pihak restoran berjanji akan memberikan sejumlah uang kompensasi sebanyak Rp 1 miliar.
Akan tetapi, uang kompensasi tersebut tidak langsung diberikan saat itu juga. Sebab, proses birokrasi hukumnya panjang serta rumit. Selang 6 tahun kemudian, tepatnya tahun 2021 ini, uang tersebut baru bisa cair.
"6 tahun lamanya saya tidak bisa hidup normal. Saya harus mencari uang karena kejadian ini, pun saya harus meminjam uang ibu dan saudara. Tapi kini, saya harus membayar semua utang," tutur perempuan berusia 45 tahun itu.
Kecelakaan akibat kompor hot pot meledak tersebut memunculkan perasaan traumatis tersendiri bagi Linda. Meskipun kejadian itu sudah berlalu sejak lama, tapi sampai sekarang dirinya mengaku masih tak berani berhadapan dengan kompor dan gas.
Duh, kasihan ya jadi trauma.
Reporter: Balqis Tsabita Azkiya
