Kumparan Logo

Komunitas GoFood KOMPAG: 2021 Perbanyak Pelatihan Digital untuk UMKM Kuliner

kumparanFOODverified-green

google
Tambah ke Prefensi Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Dapur bersama GoFood Foto: dok.GoFood
zoom-in-whitePerbesar
Dapur bersama GoFood Foto: dok.GoFood

Digitalisasi menjadi salah satu upaya yang sedang digencarkan GoFood untuk membantu para mitra. Salah satunya, melalui jejaring komunitas KOMPAG; merupakan wadah khusus para mitra yang bertujuan meningkatkan kapasitas penjualan, membangun jejaring, serta mengupayakan UMKM naik kelas melalui berbagai program pengembangan.

Komunitas yang sudah berjalan satu tahun ini memiliki 67 ribu anggota yang tersebar di 69 kota. Dari awalnya komunitas ini berdiri pada 21 Oktober 2019, yang hanya memiliki 26 ribu anggota.

Seiring perkembangannya, KOMPAG semakin menarik minat para mitra untuk bertumbuh bersama. Terlebih di tengah pandemi seperti ini banyak usaha kuliner yang buka-tutup secara cepat. Untuk menghindari hal tersebut, para pelaku bisnis kuliner sepatutnya tahu soal kunci kesuksesan dalam membangun usaha.

Semisal dengan melakukan digitalisasi. Terutama pelaku UMKM, memang tak banyak yang tahu soal digitalisasi. Para pengusaha menengah ini masih banyak yang tak melek teknologi.

Diskusi virtual target KOMPAG GoFood di 2021 Foto: Dok.GoFood

"Selama pandemi, salah satu tujuan utama kami di GoFood adalah untuk mendukung mitra usaha bertahan dan mengembangkan bisnis sebaik-baiknya dengan menggunakan inovasi teknologi di ekosistem Gojek. Selain itu, kami terus menyesuaikan bentuk dan materi yang dibawakan KOMPAG, wadah edukasi dan berjejaring yang sudah kita kembangkan satu tahun terakhir, agar dapat memberi manfaat non-teknologi, sebesar-besarnya kepada UMKM kuliner di masa yang mendatang," ungkap Head of GoFood Merchant Marketing, Felicia Wijaya, saat diskusi virtual yang diadakan Selasa (10/11).

Sebagai salah satu mitra yang bergabung dalam KOMPAG, Dodi Sandra mengaku belajar banyak soal cara menghidupkan bisnis kulinernya, yakni Pempek Pistel Kiarin.

Laki-laki asal Bandung itu mengatakan, dirinya mendapatkan banyak ilmu terkait berwirausaha; seperti melakukan promosi di media sosial dengan baik, teknik memfoto makanan, hingga mendapat fasilitas kesehatan selama berjualan di tengah pandemi.

Dodi, salah satu mitra KOMPAG GoFood Foto: Dok.GoFood

Ia pun mengungkapkan, salah satu ilmu jitu yang dipelajarinya adalah soal menempatkan menu makanan di aplikasi.

"Penempatan kata kunci menu di aplikasi itu sangat penting. Misal jualannya ayam geprek, pastikan kalau di setiap menunya ada kata kunci 'ayam geprek.' Jadi, ayam geprek sambal bawang, ayam geprek keju, dan lain-lain. Karena, pelanggan itu biasanya mencari sesuai dengan kata kunci jenis makanannya. Kalau bisa jangan pakai nama toko," terangnya.

Selain itu, KOMPAG juga kerap mendatangkan para pakar dan praktisi untuk mengisi sesi pelatihan tersebut. Sudah sekitar 100 tema yang dibawakan melalui sesi pelatihan; seperti Ngobrol Pintar bareng GoFood (NGOPI) Live melalui Facebook dan kegiatan Temu KOMPAG.

Menyesuaikan keadaan selama pandemi, sesi pelatihan reguler KOMPAG ini sekarang diadakan secara online. Felicia mengungkapkan rata-rata sesi pelatihan diikuti oleh 2.000 peserta yang mana naik 20 kali lipat; dibandingkan sebelum pandemi.

Melihat perkembangan komunitas tersebut, Felicia membeberkan, pada 2021 rencananya KOMPAG akan diperluas ke kota-kota lain di Indonesia. Dengan target, menambah keragaman materi pelatihan hingga sekitar 200 tema baru untuk peningkatan keterampilan mitra usahanya.