Kumparan Logo

Laki-laki Jepang Ini Cicipi Kari Berusia 150 Tahun, Rasanya Lebih Masam

kumparanFOODverified-green

ยทwaktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi kari ala Jepang. Foto: Shutter Stock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi kari ala Jepang. Foto: Shutter Stock

Sajian kari nan aromatik bukan saja terkenal di negara timur tengah. Nyatanya, salah satu makanan tradisional masyarakat Jepang juga berupa kari. Mulai dari tahun 1868, tepatnya periode Meiji kari sudah dikenal oleh masyarakat Negeri Sakura.

Kini, olahan dan rasa kari itu makin beragam. Tapi, tidak menutup kemungkinan kalau masih banyak orang yang mencari resep kari tertua, yang bahkan sudah berusia 150 tahun. Meski dinilai mustahil, beberapa orang nyatanya berhasil menghadirkan kembali kari berusia ratusan tahun itu.

Pengalaman mencicipi kari berusia ratusan tahun dialami langsung oleh reporter asal Jepang. Mengutip Japan Today, reporter lelaki bernama Seiji Nakazawa itu menemukan sebungkus bumbu kari cukup autentik di salah satu supermarket.

kumparan post embed

Nakazawa saat itu tengah mengunjungi supermarket Marugoto Nippon di distrik Asakusa, Tokyo. Sewaktu dirinya pergi ke lantai dasar supermarket, ia cukup terkesima akan sebungkus makanan yang punya desain kuno. Rupanya, bungkus tersebut berisi bumbu kari instan Kobe Haikara Gyujushi.

Ilustrasi kari ala Jepang. Foto: Shutter Stock

Menurut sejarahnya, bumbu kari itu kerap dimasak oleh masyarakat periode Meiji. Menjadi salah satu benda peninggalan bersejarah, membuat harga jualnya pun cukup tinggi. Satu bungkus kari Kobe bisa dibanderol sekitar 610 yen atau setara Rp 80 ribu.

Sesaat membuka bungkus kari, Nakazawa sempat memperhatikan selembar catatan kuno. Ia menemukan bila bahan dasar pembuatan kari 150 tahun itu cukup sederhana. Mereka hanya membutuhkan daun bawang, jahe, negi, tomat, serta bawang putih.

Guna menambah kegurihan, instruksi penyajian kari Kobe itu menyarankan menambah potongan daging tendon ayam. Nakazawa mengikuti perintah tersebut. Ia membuat kari itu mulai dari menyeduh kari sampai tekstur mengental, barulah tuang ke atas nasi hangat.

kumparan post embed

Menurut Nakazawa, tampilan kari kuno setelah disajikan agak mirip dengan kari keema. Salah satu kari Jepang yang mengandalkan daging giling selaku bahan dasarnya. Terlihat pula irisan bawang hijau tipis yang lumayan banyak.

com-Ilustrasi Curry Rice Foto: Shutterstock

Suapan pertama, Nakazawa dibuat terkejut dan berpikir sejenak. Ia benar-benar merasakan perbedaan signifikan antara kari kuno dan kari yang sekarang. Sensasi yang didapatkan tidak ada rasa pedas atau asin sama sekali, justru dominannya rasa asam yang begitu mendominasi.

Meski bumbunya tidak langsung menyatu dan terasa di suapan pertama. Kendati, Nakazawa mengakui aftertaste kari kuno sangat nikmat, aromanya juga lebih harum dibanding sajian kari modern.

Setelah diteliti lagi, ternyata ia menyadari kalau rasa kari Kobe cukup mirip dengan kari ala Eropa, lebih menonjolkan sensasi masam. Lantaran, kari Jepang adalah hidangan yang diadaptasi dari angkatan laut Inggris semasa perang. Sehingga, masuk akal bila kari Kobe periode Meiji punya rasa yang berbeda dari kari Jepang lainnya.

Reporter: Balqis Tsabita Azkiya

kumparan post embed