Kumparan Logo

Mahasiswa UNY Bikin Inovasi Cinnamon Roll Berbahan Dasar Ubi Kuning

kumparanFOODverified-green

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Mahasiswa UNY bikin inovasi kuliner cinamon roll berbahan dasar ubi kuning. Foto: Dok. UNY
zoom-in-whitePerbesar
Mahasiswa UNY bikin inovasi kuliner cinamon roll berbahan dasar ubi kuning. Foto: Dok. UNY

Cinnamon roll, pastry khas Eropa dengan aroma khas kayu manis dan gula palem, telah menjadi salah satu kudapan favorit para foodies di Indonesia. Selain rasanya yang lezat, bentuk gulungannya yang unik juga membuatnya menarik secara visual.

Namun, siapa sangka hidangan manis ini bisa dibuat lebih sehat? Adalah Shinta Diva, mahasiswa Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) ini berhasil menciptakan inovasi cinnamon roll dengan bahan dasar ubi kuning.

Di tangan Shinta, ciannamon roll ini tak hanya mendapatkan sentuhan lokal tapi juga juga kaya manfaat berkat kandungan serat dan vitamin yang melimpah.

Menurut Shinta, pembuatan produk cinnamon roll ini berawal dari kecintaannya terhadap camilan manis ini. Ia pun ingin menciptakan sesuatu yang lebih dari sekadar roti kayu manis biasa.

“Saya melihat bahwa produk bakery di Indonesia jarang menggunakan bahan pangan lokal. Padahal, hasil bumi kita, terutama umbi-umbian, sangat melimpah dan memiliki potensi besar,” kata Shinta dikutip dari laman UNY, Senin (6/1).

Untuk proses pembuatan kudapan ini memang memerlukan tahapan yang cukup panjang, mulai dari pengeringan ubi, penggilingan, hingga penyaringan untuk menghasilkan tepung yang halus. Meski lebih rumit dibandingkan dengan tepung terigu biasa, hasil akhirnya memberikan tekstur yang lembut dan cita rasa yang khas.

Tidak hanya soal tekstur dan rasa, cinnamon roll ubi kuning juga kaya akan manfaat kesehatan. Kandungan beta-karoten yang tinggi dalam ubi kuning menjadikannya sumber vitamin A yang baik untuk menjaga kesehatan mata dan meningkatkan daya tahan tubuh. Selain itu, fla ubi kuning yang digunakan sebagai isian memberikan sentuhan khas pada kudapan buatan Shinta ini.

Universitas Negeri Yogyakarta. Foto: khol hilmy/ShutterStock

Lebih dari itu, produk ini juga dirancang tanpa bahan pengawet, menjadikannya pilihan sehat untuk segala usia, mulai dari anak-anak hingga orang dewasa. Shinta percaya bahwa camilan sehat seperti ini bisa menjadi alternatif menarik di tengah maraknya makanan manis yang sering kali mengandung bahan tambahan yang kurang sehat.

Kreasi cinnamon roll berbahan dasar ubi kuning buatan Shinta pun berhasil mendapatkan respons positif dari masyarakat. Banyak yang terkesan dengan rasa dan tekstur unik yang ditawarkan oleh cinnamon roll ini.

Tak hanya soal rasa, cinnamon roll ini juga membangkitkan kenangan nostalgia bagi beberapa orang. Beberapa konsumen mengungkapkan bahwa cita rasa ubi kuning mengingatkan mereka pada hidangan khas masa kecil.

“Rasanya seperti pulang ke rumah,” tulis Andi, seorang pengguna media sosial.

Saat ini, Shinta memang belum menjual produknya secara resmi, namun ia menyadari pentingnya memanfaatkan media sosial sebagai alat pemasaran. Ia optimis media sosial akan menjadi platform yang sangat efektif untuk memperkenalkan produknya, terutama karena keunikan rasanya sangat cocok dengan selera pasar anak muda yang gemar mencoba hal baru.

Shinta juga berharap inovasi ini dapat menginspirasi pelaku bisnis kuliner lainnya untuk lebih sering memanfaatkan bahan lokal. “Hasil bumi kita tidak kalah kualitasnya dengan bahan impor. Kita hanya perlu keberanian untuk memulai,” ungkapnya.