Kumparan Logo

Makan Bubur sampai Buah Manis Bikin Gula Darah Naik, Mitos atau Fakta?

kumparanFOODverified-green

ยทwaktu baca 4 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
com-Alat cek gula darah. Foto: Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
com-Alat cek gula darah. Foto: Shutterstock

Gula darah naik menjadi salah satu tolok ukur bagi penderita diabetes tentang kondisi kesehatan mereka. Agar tetap terkontrol berbagai upaya dilakukan untuk menjaga kadar gula darah. Salah satunya adalah dengan menjaga pola makan.

Bagi para penderita diabetes selektif terhadap memilih makanan memang menjadi kewajiban. Salah-salah memilih yang ada nanti diabetes kambuh dan mengganggu aktivitas. Duh, pasti tidak enak, bukan?

Cara yang bisa kamu lakukan adalah dengan menjaga pola makan. Di internet, banyak informasi berupa fakta dan mitos tentang makanan yang menyebabkan kadar gula darah penderita diabetes tidak stabil. Mulai dari tentang menyantap bubur untuk sarapan hingga dilarang mengonsumsi gula.

Kira-kira bagaimana kebenarannya, ya? Untuk menjawab rasa penasaran kamu, berikut kumparanFOOD telah merangkum beberapa fakta dan mitos tentang pola makan yang menyebabkan gula darah meningkat seperti di bawah ini:

1. Sarapan bubur ayam dapat meningkatkan gula darah

Ilustrasi bubur ayam Foto: dok.shutterstock/aris setya

Siapa yang masih suka sarapan dengan bubur ayam? Bagi para penderita diabetes, sepertinya kamu harus berhati-hati lagi untuk memilih menu sarapan. Nah, menu bubur ayam ini perlu kamu coret dari daftar menu sarapan.

Prof.Dr.Ir. Ali Khomsan, MS selaku Guru besar di bidang Gizi Masyarakat dan Sumberdaya Keluarga IPB mengatakan bahwa bubur ayam dapat meningkatkan kadar gula darah karena terbuat dari nasi. "Bagi penderita sakit gula sebaiknya mengurangi nasi, termasuk bubur ayam. Lebih dianjurkan mengonsumsi umbi-umbian," ujarnya kepada kumparan saat dihubungi, Selasa (18/6).

2. Jangan makan nasi panas

Ilustrasi nasi panas Foto: dok.shutterstock

Menyantap hidangan ditambah dengan nasi panas pastinya membuat nafsu makan meningkat. Namun, tidak semua orang, seperti misalnya penderita diabetes, dapat menikmati nasi panas. Faktanya, nasi panas memiliki kandungan zat yang dapat membuat gula darah melonjak.

Studi Journal of Diabetic Association tahun 2005 mengungkapkan makanan panas memiliki indeks glikemik yang lebih tinggi. Glikemik merupakan sumber karbohidrat yang ditemukan pada kentang yang mirip nasi. Kentang yang baru direbus mengandung indeks glikemik 89. Sedangkan, kentang yang sudah dingin, indeks glikemiknya lebih rendah; yakni 56. Alangkah lebih baiknya menyantap nasi yang sudah didinginkan bersuhu ruang.

3. Buah manis bisa dikonsumsi diabetes

Ilustrasi mangga. Foto: Shutterstock

Diabetes merupakan penyakit yang berhubungan dengan gula darah. Tapi bukan berarti kamu tidak bisa mengonsumsi buah manis. Faktanya, ada beberapa buah-buahan yang memiliki rasa manis dan bisa dikonsumsi bagi penderita diabetes.

Departemen Pertanian Amerika Serikat (USDA) menyarankan beberapa buah manis yang bisa kamu konsumsi. Beberapa buah manis tersebut seperti apel yang memiliki indeks glikemik di bawah 55. Lalu, ada pisang yang menjadi sumber serat yang baik. Selanjutnya, ada mangga yang kaya akan serat dan antioksidan, dan masih banyak lagi.

4. Makan gula menyebabkan diabetes

Ilustrasi menambahkan gula dalam minuman Foto: Shutter Stock

Mengutip Healthline, banyak orang langsung berpikir bahwa mengonsumsi gula dapat menyebabkan diabetes, padahal anggapan ini tidak sesederhana itu dan bisa menjadi mitos semata, lho. Bahkan, menurut American Diabetes Association (ADA), makan terlalu banyak gula saja tidak akan menyebabkan diabetes.

Lebih lanjut, dijelaskan bahwa diabetes tipe 1 umumnya disebabkan oleh lingkungan. Sementara itu, diabetes tipe 2 disebabkan oleh berbagai faktor; seperti genetika dan pola hidup. Meskipun demikian, bukan berarti kamu bisa mengonsumsi gula berlebihan setiap hari, ya!

5. Tidak masalah makan lemak

Ilustrasi gorengan. Foto: Rifki Alfirahman/Shutterstock

Memang gula darah dan kolesterol merupakan penyakit yang berbeda. Tetapi bukan berarti tidak bisa saling berhubungan, ya! Meski kamu tidak memiliki kolesterol, bukan berarti kamu bisa menyantap makanan berlemak sesukanya. Ini hanya mitos memata!

Menurut penelitian yang dilakukan Asosiasi Jantung Amerika (AHA) pada 2021, memiliki diabetes tipe 2 dapat meningkatkan risiko jantung dan stroke. Ini berhubungan bagi para penderita diabetes yang hidup dengan berat badan atau kolesterol berlebih. Cara yang bisa kamu lakukan agar terhindar dari penyakit ini, adalah dengan mengurangi makanan berlemak seperti gorengan.

Nah, setelah mengetahui mitos dan fakta tentang makanan yang bisa meningkatkan gula darah, yuk mulai untuk menjaga pola makan sehari-hari. Ini agar kamu terhindar dari kemungkinan penyakit yang tidak diinginkan. Jangan lupa juga, untuk rutin memeriksa kondisi kesehatanmu ke dokter, ya.

Penulis: Monika Febriana