Kumparan Logo

Makanan di Restoran Terasa Sangat Mahal? Ternyata Ini Alasannya

kumparanFOODverified-green

ยทwaktu baca 3 menit

comment
1
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi biaya makan di restoran mahal. Foto: Rommel Canlas/Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi biaya makan di restoran mahal. Foto: Rommel Canlas/Shutterstock

Kamu mungkin pernah mendengar kalau restoran tersebut menggunakan "Bahasa Inggris" dalam menunya, maka makin mahal pula harga makanannya. Untuk minuman seperti air putih misalnya, kalau daftar menu tersebut menyebutkannya dengan nama lain, bisa dipastikan harganya bisa jadi dua atau tiga kali lipat dari harga di luaran.

Marah atau bete? Tunggu dulu, sebab ada alasan kenapa restoran punya standar tersendiri, termasuk soal harga. Ya, semakin berkelas restoran tersebut, semakin tinggi juga harga makanan yang mereka banderol.

So, choose wisely sebelum masuk restoran, ya. Lalu, pertanyaannya kenapa bisa mahal? Ini alasannya.

1. Bahan Makanan

Ilustrasi whisk untuk mengaduk bahan makanan Foto: Dok.Shutterstock

Mahalnya harga di restoran bukan karena permintaan chef atau keinginan pihak manajemen restoran semata. Ya, seperti dikutip Food and Wine, mahalnya makanan yang kamu makan di restoran tersebut bisa jadi karena bahan makanan atau ingredients yang digunakan adalah yang terbaik. Mungkin ada juga yang diimpor dari negara lain.

Sebagai contoh, untuk sebuah avocado toast di restoran luar negeri misalnya, yang dipatok dengan harga 20 dolar Amerika Serikat atau hampir 300 ribu. Untuk buah alpukatnya sendiri bisa dihargai 4-6 dolar AS atau Rp 60-90 ribu per pounds atau 5 ons-nya.

2. Upah Tenaga Kerja

Seorang pramusaji mengenakan pelindung wajah di restoran gaya hot pot Taiwan di Bangkok, Thailand. Foto: REUTERS/Jorge Silva

Kamu tentunya tahu ketika kita makan di restoran, maka kamu akan dilayani bak seorang raja. Nah, setiap restoran tentunya memiliki pekerja dengan tugasnya masing-masing; mulai dari melayani pelanggan, memasak, hingga mereka yang mengurus pembayaran.

Enggak hanya itu saja, upah tenaga kerja yang berbeda-beda pula juga tentunya turut memengaruhi harga makanan di restoran bisa sangat tinggi.

3. Pajak Restoran

Ilustrasi pelanggan genit di restoran. Foto: BearFotos/Shutterstock

Ini juga jadi hal krusial yang membuat harga makanan di restoran bisa sangat tinggi. Pajak restoran atau yang dikenal dengan istilah service tax atau pajak pelayanan ini nilainya bisa saja berbeda-beda.

Di Indonesia, besarnya tarif pajak restoran maksimal sebesar 10 persen. Hal itu tertuang dalam Undang-Undang PDRD pasal 40 ayat 1.

Beberapa kota besar seperti DKI Jakarta, Bogor, Surabaya, Bali, Yogyakarta, Semarang, Palembang, Medan, Manado, Pekanbaru, dan Jayapura tarif pajak restoran sebesar 10 persen. Sedangkan, di kota lain ada yang menerapkan tarif pajak restoran kurang dari 10 persen.

Sebut saja Surakarta yang punya tarif sebesar 3%, 5%, dan 10%. Ada juga Balikpapan sebesar 3%, 7%, dan 10%, Pontianak sebesar 5-10%, dan Kupang sebesar 7-10%. Hal itu tentu beda lagi dengan restoran yang ada di luar negeri.

4. Biaya Operasional

Ilustrasi restoran. Foto: Azalia Amadea/kumparan

Hal ini juga berpengaruh terhadap mahalnya makanan di restoran. Mulai dari listrik, bahan bakar untuk suplai makanan, hingga tempat makan atau alat packaging semuanya berpengaruh.

Bahan-bahan kemasan makanan yang dikirim dari luar kota atau luar negeri ternyata bisa membuat biaya operasional restoran semakin tinggi. Enggak hanya itu, biaya bahan bakar untuk operasional restoran juga menambah beban biaya operasional. Tingginya harga bahan bakar tentunya juga berimplikasi dengan hal ini.

5. Takeaway

Ilustrasi delivery makanan Foto: Shutter Stock

Restoran tentu tidak berhak melarang pelanggannya untuk membawa makanan ke rumah alias take away. Hanya saja yang perlu diketahui, ketika sebuah restoran membuat layanan ini, maka mereka tentu sudah memiliki hitung-hitungannya.

Pelanggan yang melakukan take away tentunya tidak akan dikenakan service tax sehingga pemasukan restoran pun bisa berkurang. Adalah hal yang wajar, kalau pihak restoran melakukan berbagai cara dan upaya agar pelanggannya betah untuk makan di dalam restoran.

Caranya bagaimana? Caranya adalah dengan membuat restoran senyaman mungkin sehingga pelanggan akan datang untuk makan di sana.

Kalau kamu pernah dapat pengalaman apa saat makan di restoran?