Mau Nurunin Kalori dalam Tubuh? Begini Caranya Kata Ahli Diet
6 Januari 2026 10:00 WIB
·
waktu baca 3 menit
ADVERTISEMENT
Beberapa orang yang mau menurunkan asupan kalori dalam tubuh biasanya hanya fokus pada mengurangi porsi makan. Padahal, menurut ahli diet berikut, bukan hanya itu saja, tapi kamu juga perlu mengubah sejumlah kebiasaan makan agar kalori dalam tubuh bisa terkontrol.
ADVERTISEMENT
Mengutip Antara, mengurangi jumlah kalori dalam tubuh berarti kamu harus menjaga nafsu makan dan mempertahankan rasa kenyang lebih lama.
Tricia Stoddard RD, LD dari Nourish, sebuah platform nutrisi virtual, mengatakan kepada New York Post bahwa ada beberapa saran yang menurutnya harus dilakukan, mulai dari sebelum hingga setelah makan.
Stoddard menyarankan untuk minum segelas air putih sebelum makan karena dapat menghilangkan rasa haus sehingga lebih baik dalam mengukur sinyal lapar. Hal ini juga diperkuat dengan penemuan ilmiah pada tahun 2007. Penelitian ini menemukan peserta yang minum air 30 menit sebelum makan, mengonsumsi lebih sedikit kalori. Sementara, studi selanjutnya menemukan bahwa hal itu membantu seseorang dapat menurunkan lebih banyak berat badan.
Kemudian, dia juga menyarankan untuk menghindari kebiasaan ngemil dan makan sedikit-sedikit. Sebab, pola makan seperti ini menurutnya justru dapat meningkatkan gula darah dan membuat otak "bingung" dalam menangkap sinyal lapar. Untuk itu, Stoddard pun menyarankan kamu makan di waktu yang sama secara teratur agar tubuh lebih mudah memahami sinyal lapar tersebut.
Tips selanjutnya, Stoddard menjelaskan bahwa protein juga dapat mengurangi rasa lapar dan meningkatkan rasa kenyang. Selain itu, protein juga memperlambat pengosongan lambung, yang berarti akan terasa kenyang lebih lama, tambahnya.
ADVERTISEMENT
Cara lainnya, adalah mengonsumsi serat terlebih dahulu sebelum makan berat untuk menjaga keteraturan buang air besar, menurunkan kolesterol, dan merasa kenyang.
"Serat memperlambat pencernaan dengan menyerap air dan membentuk zat seperti gel di dalam usus. Gel ini secara fisik memperlambat pencernaan dan memperpanjang rasa kenyang, serta mendukung kadar gula darah yang stabil dan mencegah lonjakan rasa lapar secara tiba-tiba," katanya.
Dia pun menyarankan untuk mengonsumsi makanan tinggi serat seperti oat, biji chia, kacang-kacangan, lentil, apel, dan kubis Brussel.
Kamu juga bisa memadukan menu makanan dengan bahan pangan berkarbohidrat kompleks seperti beras merah dan quinoa, kacang-kacangan, dan sayuran bertepung seperti ubi jalar dan jagung.
Beri Otak Waktu 20 Menit untuk Menyadari Rasa Kenyang
Selain memperhatikan asupan makanan sehari-hari, untuk menjaga kalori dalam tubuh kamu juga perlu memberi otak waktu istirahat guna menyadari rasa kenyang usai makan.
ADVERTISEMENT
Pastikan juga saat makan kamu tidak sambil melakukan pekerjaan atau kegiatan lain guna mencegah makan berlebih. Saran terakhir, kamu bisa melakukan aktivitas fisik semisal berjalan kaki 10-15 menit usai makan guna menstabilkan kadar gula darah.
