Mazaraat Cheese, Keju Artisan Organik Lokal yang Lahir dari Cinta dan Hobi

12 Maret 2020 16:22 WIB
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Nieta Pricillia, pemilik Mazaraat Cheese  Foto: Azalia Amadea/Kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Nieta Pricillia, pemilik Mazaraat Cheese Foto: Azalia Amadea/Kumparan
ADVERTISEMENT
"Sama kaya relationship, harus ada passion dan commitment."
Begitu kata Jamie Najmi pemilik Mazaraat Cheese kepada kumparan. Menjalankan bisnis kuliner --bidang cheese dan creamery-- yang berangkat dari hobinya serta istri tercinta Nieta Pricillia, rupanya menumbuhkan kecintaan tersendiri terhadap makanan fermentasi, khususnya keju.
ADVERTISEMENT
Sepuluh tahun yang lalu, Jamie dan Nieta belajar secara autodidak untuk membuat keju. Hasilnya mereka konsumsi sendiri. Laki-laki berusia 43 tahun itu juga memproduksi keju untuk kebutuhan anaknya, yang sejak lahir sudah divonis menderita penyakit jantung.
"Anak saya lahir dengan divonis menderita bocor jantung, saat itu dokter menawarkan perawatan secara medis atau natural treatment. Kami pilih natural treatment, mulai dari MPASI dengan makanan fermentasi. Semenjak saat itu kami membuat segala sesuatunya sendiri di rumah secara natural. Umur dia 1,5 tahun, anak saya dinyatakan sembuh 100 persen dari bocor jantungnya. Akhirnya, kita memutuskan untuk bikin terus," kisahnya kala berbincang dengan kami di Bali, Kamis (5/3).
Hingga suatu hari, teman dari pasangan suami-istri ini tertarik dengan keju yang mereka buat. Lagi-lagi keju buatan keduanya cocok dengan seorang cancer survivor di Yogyakarta yang juga merupakan pegiat organic raw food bernama Janti Alterjiwo. Mereka pun mendapat kesempatan untuk berjualan di Pasar Organik Kamisan yang juga dimiliki Janti.
ADVERTISEMENT
Bermodalkan meja kecil, mereka berjualan hanya tiga jam setiap minggu, tepatnya setiap hari Kamis. Mulai dari situ banyak yang tertarik dengan keju organik miliki Mazaraat Cheese ini. Terutama peminatnya berasal dari mereka yang memiliki kebutuhan khusus; seperti cancer survivor, autisme, dan down syndrome.
Sampai suatu hari kejunya ini juga diminati oleh tokoh kuliner William Wongso, Chef Ragil, Chef Degan, dan masih banyak lagi.
Sejak mintanya terhadap dunia keju semakin bertambah, Jamie juga mengukuhkan passion-nya dengan mengambil sertifikat cheese maker tahun 2015 di Kanada dan 2017 di Prancis.

Passion bak relationship dalam Mazaraat Cheese

Aneka keju artisan Indonesia di Event Time & Terroir di Bali Foto: Azalia Amadea/Kumparan
Hobi dan passion saja rupanya tak cukup untuk membuat Mazaraat Cheese asal Yogyakarta ini tumbuh besar. Jamie mengatakan, dibutuhkan pula komitmen bak pasangan yang sedang menjalankan suatu hubungan.
ADVERTISEMENT
Passion, hobi, dan komitmen membawa Jamie dan Nieta dalam membangun bisnis kuliner ini. Istilah 'bakar duit' dengan mengikuti pameran yang untungnya tak seberapa, juga mereka rela lakukan hanya demi masyarakat Indonesia tahu kalau negara ini bisa menghasilkan keju sendiri.
Jamie juga berani menjamin kualitas keju yang dihadirkannya tak main-main. Kualitas, kejelasan asal-usul (bahan), dan pemrosesan yang tepat, menjadi modal Mazaraat Cheese yang memiliki cita-cita ingin bisa besar di Asia.
Mengenalkan keju artisan lokal memang menjadi tantangan utama Jamie dan Nieta, tapi di sisi lain, proses yang panjang untuk menghasilkan keju berkualitas juga membutuhkan kesabaran. Jamie mengaku, proses aging hingga pencucian alat yang besar-besar juga menjadi kesulitan lain sebagai cheese maker.
ADVERTISEMENT

Produksi fleksibel

Mazaraat Cheese, Keju Organik asal Yogyakarta Foto: Azalia Amadea/Kumparan
Saat ini Mazaraat Cheese memiliki sekitar 7-10 produk. Dengan varian favorit seperti Athan (camembert du Merapi), Khayya (crottin blue goat cheese), Ibra (blue cheese), Halloumi (hard cheese), dan Ghee (clarified butter). Dengan harga dibanderol mulai dari Rp 235-450 ribu per kilogram.
Distribusi Mazaraat Cheese sebagian besar ke Bali, terutama hotel-hotel bintang 4 ke atas. Begitu juga di Yogyakarta dan Jakarta keju ini hadir dibeberapa hotel bintang 5 dan supermarket.
Dalam pembuatannya, Mazaraat Cheese menggunakan susu kambing dan sapi, namun organik. Jamie menjelaskan, organik di sini maksudnya kambing dan sapi diberi pakan rumput liar tanpa pestisida dan urea, serta tidak boleh disuntik antibiotik. Sehingga ia benar-benar hanya bermitra dengan peternak yang menyanggupi syaratnya tersebut.
Mazaraat Cheese, Keju Organik asal Yogyakarta Foto: Azalia Amadea/Kumparan
Syarat tersebut juga membuat jumlah produksi Jamie tak stabil. Seadanya susu yang ia dapat, maka itu yang akan dibuat untuk bahan pembuatan kejunya. Pabrik Mazaraat Chese berlokasi di Cangkringan, Yogyakarta. Sedangkan tokonya berada di wilayah keraton dalam.
ADVERTISEMENT
Karena diproses secara alami, keju produksi Mazaraat Cheese tak berumur panjang. Biasanya Jamie tak mengiyakan pemesanan dengan jarak terlalu jauh. Soalnya artisan cheese yang baik tidak menggunakan pengawet, dan suhunya juga harus terus dijaga.
Menurut Jamie, usahanya ini bukan bisnis glamor, namun sustain dan trusted.