Mencicipi Rawon Buntut Buatan Renny Sutiyoso yang PO Sampai 1 Minggu

18 Mei 2020 9:42 WIB
comment
2
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Rawon buntut Renny Sutiyoso Foto: Azalia Amadea/Kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Rawon buntut Renny Sutiyoso Foto: Azalia Amadea/Kumparan
ADVERTISEMENT
Rawon merupakan makanan khas Jawa Timur yang terkenal dengan kuah hitam pekatnya. Menggunakan rempah khusus yakni keluak, membuat cita rasa dan tampilan rawon begitu khas.
ADVERTISEMENT
Jika biasanya rawon menggunakan daging sengkel, yang satu ini justru pakai bahan utama buntut sapi. Kira-kira rasanya akan beda atau sama saja?
Yup, rabun rensut alias rawon buntut Renny Sutiyoso. Makanan ini sedang hangat diperbincangkan di kalangan artis Indonesia. Sebut saja Dian Sastrowardoyo, Nagita Slavina, Bunga Citra Lestari, Dimas Beck, dan masih banyak artis lainnya sudah pernah mencicipi kenikmatan rawon bikinan putri mantan gubernur DKI Jakarta, Sutiyoso.

Hobi masak yang berfaedah

Berawal dari hobi masak, perempuan berusia 39 tahun tersebut mengaku kepada kumparan sangat suka dengan daging buntut. Biasanya daging tersebut ia masak jadi sop buntut.
Namun ketika sempat tinggal di Amerika Serikat, ia kangen dengan masakan Indonesia. Akhirnya Renny mencoba membuat rawon yang dikombinasikan dengan makanan kesukaannya tersebut. Dengan bumbu seadanya Renny pun membuat rawon buntut untuk pertama kalinya.
ADVERTISEMENT
Begitu pulang ke Indonesia, Renny kembali mencoba membuat masakan berkuah gurih itu. Terlebih bumbu masakan untuk rawonnya lebih lengkap di sini. Ia pun mencoba mengulik resep rawon buntut yang lebih Indonesia banget.
Beberapa kali usai masak, Renny sempat mem-posting di media sosialnya, dan rupanya menarik minat teman-temannya untuk mencoba rawon buatannya itu.
Bertepatan pula dengan masa karantina, Renny pun mencoba peruntungan dengan menjual makanan yang dijuluki Rabun Rensut itu. Ia kepengin seperti para ibu yang bisa bekerja di rumah sembari memantau anak belajar.
Dukungan dari suami dan anak pun mengalir, membuatnya semakin yakin bahwa rawon buatannya enak dan berbeda. Ditambah trial and error terus ia jalankan untuk menemukan resep rawon buntut ala Renny Sutiyoso.
ADVERTISEMENT

Berjualan melalui sistem pre-order

Sejak berhasil memiliki pelanggan sendiri, Renny pun memberlakukan sistem pre-order yang awalnya ia buka tiga kali dalam seminggu. Permintaan yang membeludak membuat Renny kini menerima pesanan setiap hari.
"Sekarang tiap hari produksi. Saat ini jadi momen juga karena di rumah aja jadi bisa nambah slot. Udah enggak bisa santai-santai, tapi seneng sih, tadinya cuma iseng-iseng, sekarang jadi serius dan orang juga malah jadi tertarik buat ngirimin rawonnya jadi hampers," terangnya saat kumparan hubungi melalui sambungan telepon (11/5).
Kini dalam sehari Renny mengaku bisa menjual 35-40 kilogram rawon buntut. Untuk bahannya ia memakai buntut lokal. Namun dimasak hingga lima jam lamanya sehingga dagingnya empuk, dan bumbu meresap.
ADVERTISEMENT
Saat ini, Rabun Rensut baru menerima pesanan untuk wilayah Jakarta dan Tangerang. Namun ia mengatakan, ada saja pesanan dari luar kota seperti Bogor dan Bandung. Sayangnya, saat ini ia belum bisa menerima pesanan dengan jarak terlalu jauh.

Hanya menjual rabun rensut berukuran setengah dan satu kilogram

Rawon buntut Renny Sutiyoso Foto: Azalia Amadea/Kumparan
Yang bikin rawon buatan Renny ini berbeda adalah tidak dijual porsian, melainkan setengah atau satu kilogram. Untuk satu kilogramnya dijual dengan harga Rp 500 ribu yang bisa dimakan 5-6 orang. Sedangkan rawon setengah kilogramnya dihargai Rp 250 ribu, yang cukup untuk dinikmati 3-4 orang.
Kebetulan kami diberi kesempatan untuk mencicipi yang setengah kilogram. Beruntungnya kami hanya menunggu sekitar tiga hari untuk bisa dikirimkan rawon tersebut. Biasanya para pelanggan Renny ada yang harus rela mengantre 1-2 minggu karena banyaknya pesanan.
ADVERTISEMENT
Begitu datang, rabun rensut ini dikemas dalam keranjang anyaman dari serat goni, dilengkapi foto Renny yang seperti sedang nge-DJ namun di dapur. Ya, Renny mengaku suka memasak sambil mendengarkan musik untuk membangun mood-nya; seperti sedang nge-DJ katanya.
Ketika membuka besek rawon ini kami mendapatkan satu plastik rawon beserta pelengkapnya; ada dua buah telur asin, kecambah, daun bawang yang sudah diiris, sebuah jeruk nipis, dua slot sambal, acar, dan kerupuk udang. Porsinya memang enggak main-main, semuanya serba banyak, dan cukup untuk melengkapi setengah kilogram rawon itu.
Usai dipanaskan sebentar, saatnya menyantap rawon fenomenal ini. Kuahnya begitu kental, hitam namun tak terlalu gelap. Ketika diseruput rasa gurih khas kaldu daging buntut begitu terasa. Mirip seperti sedang menikmati sop buntut, hanya saja kuahnya hitam dan samar terasa keluak.
ADVERTISEMENT
Bumbu bawang putih dan merahnya juga begitu terasa kuat, bahkan cacahannya masih bisa terlihat. Enggak pelit bumbu memang kuah rawon yang satu ini. Beberapa kali tergigit lemak dari dagingnya yang menambah gurih.
Rawon buntut Renny Sutiyoso Foto: Azalia Amadea/Kumparan
Untuk dagingnya terasa sangat empuk dan lembut. Bahkan saking lembutnya, dagingnya sudah terlepas dari tulangnya. Dagingnya juga banyak.
Rawon ini semakin nikmat ketika dimakan bersama acar yang asam nan segar, perasan jeruk nipis, serta sambal yang cukup pedas. Tak lupa telur asin yang juga jadi pelengkap khas ketika menikmati rawon.
Dari segi rasa hingga porsi memang Renny enggak main-main, karena ia menjual rawon dengan harga yang cukup fantastis. Memang, ada harga ada barang. "Aku suka menyenangkan orang, salah satunya lewat lidahnya," pungkasnya.
ADVERTISEMENT
Meski sudah banyak pelanggan, namun perempuan yang hobi pilates ini belum kepikiran untuk membuka restoran sendiri. Terlebih keadaan karena adanya pandemi COVID-19 yang belum berakhir. Renny mengaku, saat ini ia masih enjoy memasak dan kerja dari rumah.
(Simak panduan lengkap corona di Pusat Informasi Corona)
***
Yuk! bantu donasi atasi dampak corona.