Kumparan Logo

Menelusuri Asal Usul Donat, Kudapan Warisan dari Belanda yang Kian Berinovasi

kumparanFOODverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi oliebollen, donat khas Belanda. Foto: Shutter Stock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi oliebollen, donat khas Belanda. Foto: Shutter Stock

Tahukah kamu bahwa donat adalah warisan kuliner yang diturunkan oleh masyarakat Belanda?

Banyak orang mengira donat merupakan inovasi camilan asal Amerika, namun para sejarawan ternyata sepakat bahwa kue ini merupakan warisan kuliner dari Belanda. Kudapan berupa adonan manis yang digoreng dalam minyak yang banyak tersebut sudah populer di Negara Kincir Angin sejak abad ke-17.

Ketika para imigran Belanda bermigrasi ke Amerika, khususnya ke New Amsterdam (yang kini dikenal sebagai New York), mereka membawa serta resep tersebut. Dari sinilah donat mulai berkembang dan perlahan bertransformasi di tanah Amerika.

Meski konsep awalnya berasal dari Belanda, bentuk donat dengan lubang di tengah justru erat kaitannya dengan Amerika. Ada kisah populer dari tahun 1847 tentang seorang kapten kapal asal Amerika Serikat bernama Hanson Gregory, yang konon menciptakan lubang pada adonan agar donat matang lebih merata.

Sejak saat itu, doughnut versi Amerika berkembang pesat dan menjadi ikon budaya kuliner, terutama dengan hadirnya waralaba merek donat yang berkembang pesat di seluruh dunia yang berasal dari Amerika.

Ilustrasi menggoreng donat Foto: Dok.Shutterstock

Sementara itu, di Indonesia, donat diperkirakan diperkenalkan pada rakyat Indonesia pada masa kolonial Belanda. Seiring waktu, resep donat kian beradaptasi dengan bahan lokal seperti kentang, hingga lahirlah donat kentang khas yang lembut, empuk, dan mengenyangkan.

Selain donat kentang, tren kuliner terus berkembang dan melahirkan berbagai inovasi donat di tanah air, mulai dari bomboloni (donat isi), donat mochi, cronut (croissant donut), donat ubi, hingga varian kekinian dengan bahan alami yang baik untuk tubuh.

Namun, di balik kelezatannya, banyak konsumen yang mulai sadar akan risiko mengonsumsi camilan yang terlalu manis dan tinggi kalori. Menjawab keresahan tersebut, Dairy Champ membagikan kreasi resep donat yang menggunakan bahan alami yakni donat labu creamy juara.

Dikutip dari siaran resmi yang kumparanFOOD terima, Minggu (4/10), Marketing Manager PT Etika Beverages Indonesia, Dodi Afandi mengatakan, “Camilan manis masih bisa dinikmati tanpa rasa khawatir selama konsumsinya berada dalam batas wajar sesuai rekomendasi harian. Kuncinya adalah mengedepankan keseimbangan, baik dalam porsi maupun pemilihan bahan. Dengan mengganti sebagian komponen menggunakan bahan alami, masyarakat dapat menikmati camilan tanpa rasa khawatir.”

Resep Donat Labu Creamy Juara

Penasaran dengan resep dan cara membuat donat labu yang creamy-nya juara? Yuk, simak selengkapnya di bawah ini!

Resep Donat Labu Creamy Juara

Penasaran dengan resep dan cara membuat donat labu yang creamynya juara? Yuk, simak selengkapnya di bawah ini!

Bahan-bahan

  • 20 gr labu kuning kukus, haluskan
  • 300 ml evaporasi Dairy Champ
  • 250 gr tepung terigu protein tinggi
  • 100 ml air
  • 1 sdt ragi instan
  • 3 butir kuning telur
  • 2 sdm kental manis Dairy Champ
  • 35 g maizena (larutkan dengan sedikit air)
  • 1 butir telur
  • 60 g kental manis Dairy Champ (sesuai selera)
  • 40 ml air hangat (sesuaikan)
  • 25 g butter/ margarin
  • 45 gr mentega atau margarin
  • 1 sdt vanila ekstrak/ bubuk- 1/2 sdt garam
  • 3 sdm  puree labu (opsional)
  • 1 sdm gula pasir
  • 2 sdm susu bubuk (opsional)

Langkah-langkah

  1. Adonan Donat: Campur bahan kering: Tepung terigu, ragi, gula pasir, garam, dan susu bubuk (opsional). Tambahkan bahan basah: Masukkan labu kuning yang sudah dihaluskan, telur, dan kental manis Dairy Champ. Aduk rata.
  2. Tuang air hangat sedikit demi sedikit sambil diuleni hingga adonan mulai kalis. Masukkan mentega, uleni lagi hingga adonan benar-benar kalis dan elastis.
  3. Diamkan adonan selama ±30 menit dalam wadah tertutup hingga mengembang 2x lipat. Bentuk adonan menjadi bulatan, diamkan lagi selama 15-20 menit.
  4. Goreng dalam minyak panas dengan api kecil hingga kuning keemasan. Balik sekali saja agar tidak menyerap banyak minyak.
  5. Custard Filling: Campurkan susu evaporasi Dairy Champ, air, puree labu (opsional), dan kental manis Dairy Champ dalam panci. Panaskan dengan api kecil hingga hangat (jangan sampai mendidih).
  6. Kocok kuning telur, lalu tambahkan larutan maizena. Aduk rata. Ambil sedikit campuran susu panas, tuang ke adonan telur (tempering), aduk cepat.
  7. Tuang kembali ke panci, masak dengan api kecil sambil terus diaduk hingga mengental. Matikan api, masukkan butter dan vanila, aduk hingga licin dan creamy. Tutup permukaan custard dengan plastik wrap menempel agar tidak berkulit. Dinginkan.
  8. Masukkan ke piping bag, kemudian lubangi donat di bagian samping dan mulai mengisi donat dengan custard. Bisa juga dioleskan di bagian atas donat sebagai topping. Donat Labu Creamy Juara siap dihidangkan.