Mengapa Kuliner Indonesia Sulit Berkembang di Luar Negeri?

25 Februari 2019 16:34
sosmed-whatsapp-whitecopy-link-circlemore-vertical
Mengapa Kuliner Indonesia Sulit Berkembang di Luar Negeri? (148549)
zoom-in-whitePerbesar
Kuliner Indonesia Foto: Shutter Stock
Kuliner Indonesia punya ciri khas cita rasa yang begitu kuat dan intens, tercipta dari campuran berbagai bumbu dan rempah-rempah. Kekhasan rasanya seperti sudah sangat melekat di lidah orang Indonesia; tak berlebihan rasanya untuk mengatakan bahwa cita rasa makanan Indonesia sulit tergantikan oleh jenis makanan lainnya.
ADVERTISEMENT
Ke mana pun kita pergi, sangat sulit rasanya untuk tak mencecap rasa khas Nusantara barang sedikit saja. Mau makanan semewah apapun, lidah yang sudah kadung terbiasa menyantap makanan Indonesia seakan tak bisa lepas darinya.
Inilah yang akhirnya membuat orang Indonesia selalu mencari-cari tempat makan yang menyediakan kuliner khas negaranya kendati sedang bepergian. Restoran-restoran dengan spesialisasi masakan Indonesia laris manis diserbu oleh para diaspora maupun turis.
Bisnis kuliner Indonesia telah melanglang buana, melintasi negara bahkan benua. Contohnya saja di Amsterdam, sebuah kedai makan sederhana dengan menu-menu Indonesia bernama Waroeng Adji kerap disambangi oleh mereka yang merindukan cita rasa khas rumah, hingga rela menempuh jarak dari kota lain hanya untuk melepas rindu.
Mengapa Kuliner Indonesia Sulit Berkembang di Luar Negeri? (148550)
zoom-in-whitePerbesar
Waroeng Adji, Warteg di Amsterdam, Belanda Foto: Facebook/ Waroeng Adji
Sayangnya, meski pasar kuliner Indonesia di kancah internasional terbuka lebar, jumlahnya masih terbatas dan belum spesifik. Berbeda halnya dengan restoran Asia lainnya; Thailand misalnya, yang lebih mudah dan banyak tersebar di berbagai negara.
ADVERTISEMENT
Mengapa demikian?
Ketua umum APJI (Asosiasi Perusahaan Jasaboga Indonesia) periode 2019-2024, Irwan Iden Gobel mengungkapkan, kekurangan pasokan bahan baku, terutama bumbu di pasar luar negeri menjadi penghambat utama dalam berkembangnya restoran Indonesia di luar negeri.
Tak seperti bumbu-bumbu Asia lain --bumbu masakan China, Korea, Thailand-- bumbu khas Indonesia sangat sulit untuk ditemukan di Pasar Asia. Kalaupun ada, sangat jarang jumlahnya.
"Makanan Indonesia sulit berkembang di luar negeri karena bumbu kita tak bisa ditemukan di semua negara. Kalau jalan untuk mendapatkan bumbu khas Indonesia lebih mudah, tentunya (kuliner Indonesia di luar negeri) akan semakin berkembang," jelas Irwan kepada kumparan saat ditemui dalam acara Konferensi Pers APJI di Dapur Sunda pada Minggu (24/2).
Mengapa Kuliner Indonesia Sulit Berkembang di Luar Negeri? (148551)
zoom-in-whitePerbesar
Bumbu khas Indonesia Foto: Shutter Stock
Promosi kuliner Indonesia memang tengah gencar-gencarnya dilakukan, apalagi dengan adanya program pencanangan 13 kuliner unggulan Indonesia yang akan diperkenalkan di pasar internasional, dan tentunya hal ini akan semakin sukses bila didukung dengan kemudahan mendapatkan pasokan bahan baku khas Indonesia di luar negeri.
ADVERTISEMENT
Jangan sampai, bisnis restoran Indonesia sudah lebih dahulu dibuka di sana, namun bahan bakunya belum banyak tersedia; bisa-bisa mematikan pelaku industri kuliner Nusantara yang mencoba berkiprah di pasar mancanegara. Padahal, kesempatan untuk menembus ke kancah internasional sangat menjanjikan.
"Contohnya saja jamaah haji, setiap waktu orang indonesia yang umroh jumlahnya sangat banyak. Nah, karena makanan Indonesia susah dicari di sana, sekalinya ada satu rumah makan semacam warteg selalu penuhnya minta ampun. Bayangkan kalo ada restoran Indonesia yang dijual di sana dengan benar, pasti laku banget," papar Irwan.
"Pasar (kuliner) kita bukan main besarnya, apalagi orang Indonesia itu tukang makan," pungkasnya.
Baca Lainnya
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020