kumparan
31 Januari 2019 16:41

Mengenal Asal-usul Pempek, Hidangan Populer dari Palembang

Ilustrasi pempek (Foto: Mas Aal/Flickr)
Palembang tak hanya terkenal dengan jembatan Amperanya yang megah. Ibu kota provinsi Sumatera Selatan ini juga punya ikon kuliner yang tak kalah tersohor. Apalagi kalau bukan pempek.
ADVERTISEMENT
Terbuat dari adonan tepung dan ikan tenggiri yang digoreng sampai garing, pempek menjadi salah satu hidangan favorit tak hanya di Palembang, bahkan telah merambah ke berbagai daerah. Jenisnya yang bervariasi mulai dari pempek kapal selam, adaan, kulit, hingga pempek lenjer memang menjadi daya tarik kuliner populer ini. Apalagi disajikan bersama mi kuning, potongan timun, dan kuah cuko, perpaduan rasa gurih dan segar pempek memang cocok dengan lidah orang Indonesia.
Meski populer di Indonesia, apakah kamu tahu tentang asal-usul pempek palembang?
Di balik rasanya yang gurih menyegarkan, asal-usul pempek juga tak kalah menarik untuk ditelusuri, lho. Pempek merupakan hidangan legendaris yang sudah ada di Palembang sejak abad ke-16 lalu, tepatnya pada masa Kesultanan Palembang Darussalam.
ADVERTISEMENT
Namun pada masa itu, sajian ini bukan bernama pempek, melainkan dikenal dengan sebutan kelesan. Dinamakan kelesan karena hidangan ini memang bisa 'dikeles' atau disimpan dalam waktu lama.
Dulunya kelesan merupakan sajian yang lebih sering disajikan sebagai hidangan saat mengadakan upacara adat. Seiring berjalannya waktu, pempek semakin populer dan menjadi hidangan favorit di berbagai kesempatan. Apalagi saat orang Belanda mulai datang ke Palembang, hidangan berkuah ini mulai diperjualbelikan secara bebas.
Pesatnya kepopuleran pempek hingga ke luar daerah tentu tak bisa lepas dari campur tangan pedagang asal China yang dulu banyak hijrah ke Palembang. Pempek memang dibuat oleh orang asli Palembang, namun dulu pedagang pempek justru didominasi oleh orang Tionghoa.
Pempek 161 (Foto: Instagram: @mytastemylife)
Konon pada awal tahun 1900-an, ada seorang pedagang pempek keturunan China yang akrab dipanggil Apek yakni sebutan untuk laki-laki Tionghoa yang telah berusia lanjut. Hal ini yang diyakini menjadi asal-muasal penamaan pempek.
ADVERTISEMENT
Apek menjual pempek dengan cara berkeliling dari satu daerah ke daerah lainnya di Palembang. Lama-kelamaan pempek yang dijual Apek pun mulai dikenal luas, terutama di kalangan anak muda. Saking populernya, penjual pempek keturunan China pun semakin banyak dan selalu dipanggil dengan sebutan Apek.
Menariknya, saat ada orang yang akan membeli pempek atau kelesan, si pembeli akan memanggil penjual pempek dengan panggilan 'Pek, Empek', yakni kependekan dari kata Apek. Lama kelamaan, kelesan pun lebih dikenal dengan sebutan pempek.
Selain itu, bahan utama untuk membuat pempek pada zaman dulu dan sekarang pun berbeda. Dulu pempek terbuat dari ikan belida, yaitu salah satu jenis ikan yang memang banyak dijumpai di Palembang.
ADVERTISEMENT
Tapi karena jumlahnya yang kian langka, penggunaan ikan purba ini pun mulai diganti dengan ikan tenggiri. Selain lebih mudah dibeli di pasaran, rasa gurih tenggiri juga membuat rasa pempek semakin khas. Hingga kini, ikan tenggiri pun selalu identik sebagai bahan utama yang membuat hasil jadi pempek semakin gurih dan tentunya menggugah selera.
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan