Kumparan Logo

Menu Makanan yang Ditulis Tangan Terkesan Lebih Sehat

kumparanFOODverified-green

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Menu makanan yang ditulis tangan Foto: flickr/ Terrain Events
zoom-in-whitePerbesar
Menu makanan yang ditulis tangan Foto: flickr/ Terrain Events

Menu makanan tak hanya berfungsi untuk menampilkan daftar makanan dan minuman dalam restoran. Penyusunan menu rupanya juga mempengaruhi persepsi dari pengunjung.

Misalnya, daftar pilihan yang terlalu banyak membuat kita kerap bingung saat memilih menu makanan. Atau, nama sebuah menu juga diklaim dapat meningkatkan daya tarik hidangan.

Baru-baru ini, sebuah studi menemukan bahwa font pada menu dapat membuat makanan terkesan lebih sehat. Garis lengkung yang tak sempurna pada font tulisan tangan akan menciptakan persepsi kesehatan dan keterlibatan media sosial yang lebih tinggi.

Menu makanan yang ditulis tangan Foto: Pixabay

Abstrak penelitian berjudul Love is in the menu: Leveraging healthy restaurant brands with handwritten typeface itu menyebutkan kalau jenis huruf tulisan tangan memberikan kesan adanya sentuhan manusia.

Kemudian, muncul persepsi bahwa ada cinta yang tertanam dalam makanan tersebut. Hasilnya, makanan terkesan lebih sehat dan berkualitas.

Font tulisan tangan menyampaikan rasa cinta, dan membuat sentuhan manusiawi lebih terlihat,” ungkap Stephanie Liu, asisten profesor Ilmu Konsumen Universitas Ohio yang terlibat dalam penelitian tersebut.

“Pembeli akan merasa bahwa makanan itu dibuat dengan penuh perasaan, lebih banyak usaha, dan lebih banyak cinta,” tambahnya.

Menu makanan yang ditulis tangan Foto: flickr/ Sam Lee

Para responden percaya, makanan yang ditulis dengan font tulisan tangan jauh lebih sehat ketimbang font standar komputer. Selain itu, mereka juga lebih berpotensi mempostingnya di media sosial.

Namun, penggunaan font tersebut hanya berlaku pada restoran sehat saja. Bisnis restoran harus punya citra kalau mereka memang fokus di makanan sehat.

“Di restoran-restoran biasa atau cepat saji, model tulisan tak begitu berpengaruh karena kita tak mengharapkan sentuhan manusia atau usaha ekstra,” tutup Liu.