Kumparan Logo

Menu Sarapan yang Ternyata Bikin Ngantuk dan Malas Beraktivitas

kumparanFOODverified-green

clock
comment
3
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi sandwich untuk sarapan. Foto: Shuttertock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi sandwich untuk sarapan. Foto: Shuttertock

Sebelum memulai aktivitas seharian penuh, kita acap kali disarankan untuk menyantap sarapan. Perut yang kosong akan membuat tubuh terasa lemas, dan berdampak pada menurunnya konsentrasi, bahkan bisa menyebabkan anemia.

Apalagi, saat kita tidur, tubuh akan membakar kalori yang tersimpan, mengambil pasokan energi yang ada. Karenanya, kita membutuhkan sarapan sebagai energi utama untuk beraktivitas dari pagi hingga malam hari.

Kendati demikian, menu yang disantap pun tak boleh asal kenyang saja. Asupan karbohidrat yang terlalu banyak justru akan membuat kita mengantuk. Ujung-ujungnya malah jadi malas, dan rasanya ingin kembali tidur.

Dilansir Eat This, inilah menu sarapan yang sebaiknya dihindari agar tak merasa lemas dan mengantuk sepanjang hari:

1. Yoghurt beraneka rasa

Frozen yoghurt Foto: Shutter Stock

Kombinasi yoghurt dan buah-buahan mungkin terlihat sebagai menu sarapan sehat dan penuh gizi, namun rupanya jenis yoghurt yang kita pilih bisa memberikan dampak yang berbeda, lho. Alih-alih membeli yoghurt beraneka rasa, lebih baik tetap menggunakan jenis greek yoghurt bercita rasa hambar atau plain.

Yoghurt dengan varian rasa, cenderung sudah dicampur bersama sirup jagung fruktosa dan kadar gula yang tinggi; menciptakan lonjakan energi sesaat lalu menurunkan aktivitas sel orexin yang berpengaruh terhadap semangat dan kesadaran. Itulah mengapa, kita justru akan merasa lemas dan ngantuk walau hanya sarapan dengan yoghurt.

2. Pancake

Satu scoop es krim pada pancake yang menggoda. Foto: Thinkstockphotos

Merupakan menu sarapan yang populer, terutama di Amerika Serikat, pancake justru bisa membuat kita ingin kembali ke tempat tidur bila disantap terlalu banyak. Makanan bertekstur empuk ini sejatinya hanya mengandung karbohidrat saja, tanpa adanya serat maupun protein.

Karbohidrat tersebut akan diubah menjadi gula, yang menyebabkan tubuh kita kelebihan gula. Alhasil, tubuh akan menjadi lemas dan mengantuk setelahnya.

Bila ingin menyajikan pancake untuk sarapan, sebaiknya pilih produk pancake cepat saji (premix) yang punya kadar protein dan gula seimbang. Selain itu, usahakan untuk tak menambahkan terlalu banyak topping manis saat menyantapnya.

3. Muffin

Banana Muffin Foto: Thinkstock

Tak punya banyak waktu untuk menyiapkan sarapan, dan hanya bisa membeli muffin di tengah perjalanan? Meski telah ditambahkan beberapa topping yang terlihat sehat seperti kismis atau blueberry, muffin sejatinya mengandung 40 gram gula.

Kadar gula yang tinggi ini bisa menyebabkan sugar crash --lonjakan energi sesaat, lalu memberikan efek lemas pada tubuh setelahnya. Selain itu, jenis pastry ini juga dapat menguras energi kita, membuat tubuh tak bersemangat dan jadi kurang produktif.

4. Sereal

Sereal. Foto: Pexels

Sereal mungkin menjadi salah satu menu sarapan paling praktis dan populer, namun sejatinya makanan yang satu ini dapat menguras energi tubuh kita. Produk-produk sereal yang dijual di pasaran mengandung sirup jagung fruktosa tinggi, gula, dan karbohidrat tinggi.

Nah, daripada membeli sereal olahan, lebih baik buat sendiri menu sereal yang terdiri dari campuran oatmeal, cincangan kacang, serta beberapa sendok kayu manis.

5. Sosis

Sosis daging olahan. Foto: Pixabay

Daging merah memang dikenal memiliki kandungan besi yang tinggi. Hanya saja, produk daging olahan seperti sosis atau daging patty telah dicampurkan dengan berbagai bahan yang membuatnya sangat berlemak.

Kandungan lemak tersebut akan sulit dicerna oleh tubuh, membuatnya bekerja lebih keras dan menguras energi kita. Apalagi bila dikombinasikan bersama roti yang kaya akan protein, energi yang dibutuhkan untuk mencernanya pun semakin besar.

6. Smoothies buah

Ilustrasi smoothies Foto: Thinkstock

Ya, buah memang kaya akan serat, rendah kalori, dan sumber vitamin serta nutrisi yang baik, tapi perlu diketahui, buah juga mengandung kadar gula yang cukup tinggi. Mencampur berbagai macam buah menjadi sajian smoothies justru akan menciptakan sebuah minuman yang tinggi gula.

Sebaiknya, kombinasikan buah-buahan dengan beberapa sumber nutrisi lain seperti protein, lemak sehat, dan sayuran untuk menyeimbangkan kadar gulanya yang sangat tinggi.

7. Roti bagel

bagel Foto: Flickr/UM Dining

Tahukah kamu, satu buah roti bagel ternyata memiliki kandungan karbohidrat yang setara dengan empat potong roti? Karbohidrat memang berperan sebagai sumber asupan energi, hanya saja roti bagel hanya mengandung 'karbohidrat kosong' yang minim akan serat dan protein.

Tanpa adanya dua nutrisi tersebut, kita akan cenderung lebih cepat lapar dan kehilangan energi karena tak ada yang memperlambat proses pencernaan karbohidrat dalam tubuh.