MLA Gelar Kompetisi Memasak Daging Australia Perdana, Ajang Para Chef Unjuk Gigi

24 November 2022 13:57
·
waktu baca 4 menit
sosmed-whatsapp-whitecopy-link-circlemore-vertical
Konferensi pers acara National Butchery and Cooking Competition, di Raffles Hotel Jakarta, Rabu (23/11/2022). Foto: Riad Nur Hikmah/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Konferensi pers acara National Butchery and Cooking Competition, di Raffles Hotel Jakarta, Rabu (23/11/2022). Foto: Riad Nur Hikmah/kumparan
ADVERTISEMENT
Meat & Livestock Australia (MLA) menggelar kompetisi memasak daging Australia, atau National Butchery and Cooking Competition perdana di Indonesia. Adapun, kompetisi yang bekerja sama dengan negara bagian New South Wales (NSW) ini, telah memasuki babak grand final dan digelar di Hotel Raffles Jakarta, pada Rabu, (23/11).
ADVERTISEMENT
Kompetisi ini menjadi ajang bagi para chef; baik itu muda dan profesional untuk unjuk gigi memamerkan keterampilan dan kemampuannya dalam mengolah daging sapi Australia. Lebih lanjut, setelah melewati babak semifinal pada pertengahan bulan Oktober dan November, akhirnya kompetisi ini memasuki babak grand final. Adapun, terdapat empat kota yang bertanding, yaitu perwakilan dari Jakarta, Bandung, Bali, dan Yogyakarta.
Menurut Valeska, MLA Regional Manager South-East Asia, mengatakan bahwa dirinya merasa sangat senang karena National Butchery and Cooking Competition, berhasil diselenggarakan untuk pertama kalinya di Indonesia. Valeska juga berharap bahwa kompetisi ini bisa memberikan manfaat bagi para chef muda dan profesional di Indonesia.
“Masih banyak variasi potongan daging sapi (Australia) yang bisa dinikmati dengan cara memasak yang berbeda. Kami berharap kompetisi ini menjadi wadah bagi para chef Indonesia untuk menampilkan yang terbaik dari daging sapi Australia, dan menginspirasi orang lain untuk juga mengikuti dan mencoba bersama keluarga dan teman mereka,” ujar Valeska dalam acara konferensi pers di Hotel Raffles Jakarta, Rabu (23/11).
Valeska, selaku MLA Regional Manager South-East Asia, dalam acara National Butchery and Cooking Competition. Foto: Riad Nur Hikmah/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Valeska, selaku MLA Regional Manager South-East Asia, dalam acara National Butchery and Cooking Competition. Foto: Riad Nur Hikmah/kumparan
Gelaran National Butchery and Cooking Competition bukan hanya sekadar ajang memamerkan keterampilan memasak para chef saja. Akan tetapi, juga menjadi tempat bagi para kontestan untuk mengetahui dan mendapatkan pemahaman; mengenai potongan dan metode memasak yang tepat, dalam menggunakan daging sapi Australia.
ADVERTISEMENT
Lebih lanjut, pada babak grand final ini, para kontestan berasal dari empat kota; dengan masing-masing memiliki perwakilan dari kategori chef muda dan profesional. Selain itu, setiap tim, baik itu chef muda dan profesional, terdiri dari dua anggota, yang memasak dan mengolah daging sapi Australia menggunakan potongan rump.
Peserta tengah melakukan persiapan untuk memasak dan mengolah daging sapi Australia dalam National Butchery and Cooking Competition. Foto: Riad Nur Hikmah/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Peserta tengah melakukan persiapan untuk memasak dan mengolah daging sapi Australia dalam National Butchery and Cooking Competition. Foto: Riad Nur Hikmah/kumparan
Sementara itu, juri yang bertugas pada babak akhir, adalah Chef Vindex Tengker, Chef Gilles Marx, dan Chef Stefu Santoso. Adapun, poin penilaian dalam gelaran grand final ini terdiri dari; 50 persen rasa, 20 persen persiapan profesional, 10 persen presentasi, 10 persen kebersihan, 5 persen mise-en-place, dan terakhir 5 persen service.
Menurut Chef Vindex Tengker, selaku juri dan seorang Chef and Profesional Food & Beverage Consultant, mengatakan bahwa setiap tim diberi satu pack daging sapi Australia, yang terdiri dari dua hingga tiga kilogram potongan rump. Kemudian, penilaian pada babak grand final ini, lebih ditekankan pada bagaimana cara memasak dan rasa dari hidangan tersebut ketika disajikan.
ADVERTISEMENT
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Chef Vindex tengah melakukan penilaian kepada peserta National Butchery and Cooking Competition. Foto: Riad Nur Hikmah/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Chef Vindex tengah melakukan penilaian kepada peserta National Butchery and Cooking Competition. Foto: Riad Nur Hikmah/kumparan
“Porsi penilaian pemotongan daging (butchery) lebih sedikit (di babak grand final). Kalau yang final cuma lebih dimasak dengan benar, atau teknik memasaknya yang benar,” ujar Chef Vindex.
Selain itu, Chef Vindex juga menambahkan bahwa keunggulan dari daging sapi Australia terdapat pada pengolahan ternaknya. Selain itu, daging sapi Australia, khususnya yang melalui MLA, diklaim telah mendapatkan sertifikat halal dari MUI, aman dikonsumsi, dan tentunya bergizi.
Hasil masakan dari para peserta National Butchery and Cooking Competition. Foto: Riad Nur Hikmah/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Hasil masakan dari para peserta National Butchery and Cooking Competition. Foto: Riad Nur Hikmah/kumparan
“Basically karena makanannya. Jadi makanan mereka (sapi Australia) itu rumputnya memang sudah berkualitas, terus di sana kalau ternak, ya ternakan. Kalau di sini, kan kadang-kadang (sapi lokal) disuruh nyawah dulu, baru abis itu dipotong. Jadi otomatis dia (dagingnya) cenderung lebih keras,” papar Chef Vindex.
Adapun, para kontestan membuat dua hidangan, yaitu menu pembuka dan menu utama dari daging sapi potongan rump. Namun, mereka juga diberi kebebasan untuk memilih potongan rump yang digunakan; seperti rump steak, rump roast, rostbif, rump cap, rump center steak, dan rump medallion.
Salah satu hasil masakan dari peserta National Butchery and Cooking Competition. Foto: Riad Nur Hikmah/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Salah satu hasil masakan dari peserta National Butchery and Cooking Competition. Foto: Riad Nur Hikmah/kumparan
Lebih lanjut, setelah para peserta berjuang memasak dan mengolah daging sapi Australia, selama waktu yang telah ditentukan; yaitu 90 menit untuk chef profesional, dan 120 menit untuk chef muda. Hasilnya adalah melahirkan Akademi Pariwisata NHI Bandung, sebagai juara pertama kategori chef muda, dengan raihan 86,25 poin.
ADVERTISEMENT
Sedangkan, untuk kategori profesional, juara satu berhasil diraih oleh The St.Regis Bali Resort; atas nama Wayan Wendi Cimonica dan I Kadek Karsana Yasa dengan raihan 89,5 total poin. Menyusul, di posisi kedua dan ketiga, adalah Bakerman Restaurant dari Jakarta, dan Apero Coffee and Co dari Bandung.
Adapun, masing-masing kategori pemenang mendapatkan jumlah hadiah yang sama; yaitu juara satu mendapatkan Rp 7 juta, juara dua Rp 5 juta, dan juara ketiga mendapatkan Rp 3 juta.
Reporter: Riad Nur Hikmah
Baca Lainnya
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020