Nanaca, Padukan Gelato dengan Kesenian Jepang untuk Jakarta Dessert Week 2021
·waktu baca 3 menit

Nanaca merupakan usaha gelato rumahan yang lahir dari kreativitas pasangan suami-istri, Tria dan Diez kala memulai work from home tahun lalu. Kali ini, mereka meluncurkan menu khusus dalam rangka Jakarta Dessert Week (JDW) 2021.
"Aku memulai Nanaca sejak tahun lalu, waktu lockdown pandemi awal-awal, semua harus WFH. Untuk mengisi waktu, aku dan suami mencoba untuk belajar baking, suamiku lebih ngulik tentang resep-resep sebenarnya hehehe. Lalu kita iseng jual ternyata diluar dugaan kita feedback-nya bagus dan berkembang secara organik hingga sekarang," kisah Tria kepada kumparanFOOD, Minggu (7/11).
Menjadi berbeda karena bisnis kuliner rumahan ini terinspirasi dari budaya Jepang yang tak hanya menyuguhkan makanan enak tetapi juga penampilan menarik. Maka itu, tahun ini mengambil tema chromatic artworks ala seniman Hajime Sorayama.
"Tahun ini tema JDW adalah ART, jadi setiap tenant harus buat produk makanan yang terinspirasi oleh ART. Kami memilih contemporer artist dari Jepang bernama Hajime Sorayama yang terkenal dengan chromatic. Untuk packaging kita bikin warna silver dan setiap gelato finishing atasnya kita kasih serpihan edible silver and gold leaf," tambahnya.
Untuk pilihan rasa, mereka menghadirkan dua varian gelato; earl grey x caramel tea bizkit gelato dan peanut butter x coffee stracciatella gelato. Kendati mengambil tema Jepang, Tria mengatakan bahwa untuk perpaduan bahan gelato masih menggunakan dari berbagai negara.
Kami pun mendapat kesempatan untuk mencicipi salah satu varian terbaru dessert itu. Peanut butter x coffee stracciatella gelato yang memadukan kopi Papua Wamena serta selai kacang nan gurih. Sebagai pemanis adapula campuran choco chips. Sehingga gelato nan lembut itu terasa manis, sedikit asin, creamy, dan ditutup agak pahit dari kopinya.
Tria mengaku selama JDW, yang berlangsung 25 Oktober hingga 14 November 2021, earl grey x caramel tea bizkit gelato masih menjadi juaranya. Lantaran gelato ini memadukan campuran bergamot dan lavender yang di-infused.
Kedua varian ini menjadi unik lantaran tak hanya menyuguhkan kenikmatan melainkan juga seni. "Untuk pemilihan rasanya kita juga terinspirasi sama salah satu artworks-nya Hajime Sorayama yang bergambar dua tangan sedang berjabat tangan; yang satu tangan manusia dan yang satu lagi tangan robot chrome. Kita menginterpretasikannya sebagai klasik bertemu modern, jadi ‘future nostalgia’. Perpanjangan tema future nostalgia itu mentransformasi continental breakfast yang klasik ke dalam bentuk yang baru, yaitu continental breakfast frozen dessert. Makanya 2 rasa yang kita keluarkan, teh earl grey dipasangkan dengan caramel biskuit dan kopi dengan roasted peanut," ungkap Tria.
Nah, bila kamu penasaran dan ingin mencicipi gelato ala Nananca ini sudah bisa dipesan dengan Rp 185 ribu (ukuran 12 oz). Seperti tahun sebelumnya JDW 2021 juga diadakan secara virtual di Tokopedia.
Bagaimana, kamu berminat jadikan gelato Nanaca sebagai camilan sore hari ini?
