kumparan
24 April 2018 16:53

Nikmatnya Lumpia yang Legendaris di Gang Lombok, Semarang

Lumpia Semarang yang Legendaris di Gang Lombok
Lumpia Semarang yang Legendaris di Gang Lombok (Foto: Dok. Istimewa/Danone)
Saat berkunjung ke Semarang, kurang lengkap rasanya bila belum mencicipi kelezatan kulinernya yang didominasi oleh rasa manis dan gurih. Salah satunya adalah lumpia yang telah menjadi salah satu kudapan khas nan populer di Semarang.
ADVERTISEMENT
Jika biasanya lumpia berisi tumisan mi soun, wortel, atau kentang, lumpia khas ibukota Jawa Tengah berisi irisan rebung, telur kocok, serta udang nan gurih. Tak hanya itu, ukurannya juga terbilang besar dengan cita rasa manis yang mendominasi.
Lumpia Semarang yang Legendaris di Gang Lombok
Lumpia Semarang yang Legendaris di Gang Lombok (Foto: Kartika Pamujiningtyas/kumparan)
Lumpia Semarang sendiri banyak dijajakan di berbagai kafe, restoran, hingga toko oleh-oleh. Dan di antara banyaknya toko dan restoran yang menjual kudapan berbentuk gulungan ini, lumpia Gang Lombok menjadi salah satu tempat favorit para pecinta lumpia Semarang.
Berada tepat di sebelah klenteng Tay Kak Sie, meski tempatnya terbilang sempit, namun jangan salah, tempat makan yang telah berdiri lebih dari 100 tahun ini tak pernah sepi pembeli, lho. Bahkan banyak pengunjung dari luar kota yang rela antre berjam-jam hanya untuk menikmati seporsi lumpia Gang Lombok yang melegenda.
ADVERTISEMENT
Tak hanya lezat, salah satu ciri khas yang dimiliki oleh lumpia Gang Lombok adalah aroma rebungnya yang tidak pesing dan langu. Sang pemilik kedai lumpia Gang Lombok, Untung Utodo, mengatakan bahwa rahasia kelezatan isian lumpia terletak pada proses pencucian rebung yang berulang-ulang.
Lumpia Semarang yang Legendaris di Gang Lombok
Lumpia Semarang yang Legendaris di Gang Lombok (Foto: Kartika Pamujiningtyas/kumparan)
Sebelum diolah bersama bumbu, rebung akan dicuci hingga pati atau zat tepungnya benar-benar hilang. Pati inilah yang membuat rebung beraroma pesing, sehingga kurang sedap saat disantap.
Di kedai lumpia yang berlokasi di wilayah Pecinan kota Semarang ini, tersedia dua macam lumpia, yaitu versi basah dan goreng. Keduanya berukuran jumbo dengan isian yang begitu padat.
Lumpia Semarang yang Legendaris di Gang Lombok
Lumpia Semarang yang Legendaris di Gang Lombok (Foto: Kartika Pamujiningtyas/kumparan)
Untuk menambah kelezatan, lumpia legendaris ini juga disajikan bersama selembar daun selada segar, cabai rawit, dan daun bawang untuk menambah rasa pedas. Tak lupa cocolan saus dari tepung maizena, kecap, dan bawang putih yang menghasilkan cita rasa manis nan unik.
ADVERTISEMENT
Perpaduan manis dan gurihnya lumpia, serta segarnya sayuran sangat cocok disantap sebagai menu camilan siang yang lezat. Ditambah ukurannya yang cukup besar, seporsi lumpia Gang Lombok pasti akan langsung memanjakan perutmu yang lapar.
Selain disantap langsung di tempat, banyak juga pelanggan yang membeli kudapan mengenyangkan ini untuk dibawa pulang sebagai oleh-oleh. Tak perlu khawatir akan repot membawanya, kedai lumpia Gang Lombok menyediakan wadah berupa besek bambu berukuran sedang yang dapat menampung hingga lima buah lumpia.
Lumpia Semarang yang Legendaris di Gang Lombok
Lumpia Semarang yang Legendaris di Gang Lombok (Foto: Kartika Pamujiningtyas/kumparan)
Namun jika ingin membawa pulang lumpia ini untuk oleh-oleh, Untung Utodo menyarankan untuk segera menyimpannya ke dalam kulkas agar lebih awet. Ia menjelaskan bahwa lumpia basah harus dimasukkan ke dalam kulkas dalam waktu kurang dari 12 jam setelah dibeli. Sedangkan lumpia goreng dapat bertahan hingga dua hari meski tidak didinginkan.
ADVERTISEMENT
Tertarik mencobanya? Dengan merogoh kocek sebesar Rp 15 ribu per satu buahnya, kelezatan lumpia legendaris ini dijamin akan membuatmu ketagihan. Namun, sebaiknya jangan datang terlalu sore jika tidak ingin mengantre lama untuk mendapatkan beberapa potong lumpia legendaris ini.
Lumpia Gang Lombok
Jam buka: 08.00-17.00 WIB
Jalan Gang Lombok No. 11, Purwodinatan, Semarang Tengah, Kota Semarang, Jawa Tengah
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan