kumparan

Otoritas Belanda Tutup Paksa Restoran Indonesia di Den Haag

Restoran Garoeda, Den Haag
Restoran Garoeda, Den Haag ditutup. (Foto: Dok. Kotapraja denhaag.nl)
Restoran dengan masakan khas Indonesia bernama Garoeda di Den Haag, Belanda, ditutup otoritas setempat. Restoran yang terletak di lokasi paling prestisius di Den Haag itu dinilai kurang higienis.
ADVERTISEMENT
kumparan (kumparan.com) di Den Haag, Jumat (7/7), menyambangi restoran di Jalan Kneuterdijk 18a, Den Haag itu. Keputusan harus tutup seketika dikeluarkan oleh otoritas pengawas setempat karena mendapati makanan yang disajikan di restoran ini jauh di bawah standar higienis di Belanda.
Restoran di lokasi paling indah di Den Haag itu belum lama ini menjadi tempat jamuan santap malam Alexander Pechtold (pemimpin Partai Demokrat 66) dan Gert-Jan Segers (Christen-Unie). Mereka bertemu dalam upaya islah politik.
Tak jelas apakah para pemimpin partai politik Belanda itu mendapat gangguan pencernaan atau tidak. Namun, bagi petugas inspeksi Nederlandse Voedsel- en Warenautoriteit (Otoritas Keamanan Pangan Belanda, red) kualitas higienis, terutama masakan nasi kuning restoran ini begitu buruk, sehingga dikeluarkan keputusan menutup segera..
ADVERTISEMENT
Gedung restoran Garoeda termasuk dalam monumen negara Belanda yang dilindungi dengan nomor monumen 459724. Gedung itu dibangun oleh arsitek J. Olthuis pada tahun 1906 dengan gaya arsitektur transisi atau peralihan. Di sebelah restoran Garoeda, terdapat restoran De Poentjak yang juga menyajikan masakan khas Indonesia.
Dua restoran itu sering menjadi langganan para politisi dan pejabat Belanda. Sesekali, Kedutaan Besar Republik Indonesia di Den Haag juga memilih restoran tersebut untuk menjamu tamu.
Kedua restoran dengan masakan khas Indonesia itu letaknya persis di seberang gedung parlemen dan pusat pemerintahan Belanda. Restoran itu juga berada tidak jauh dari Istana Noordeinde, Den Haag.
Laporan Reporter: Eddi Santosa
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan