kumparan
Food & Travel11 Juli 2018 17:31

Panduan Mencari Sumber Air saat Tersesat di Hutan

Konten Redaksi kumparan
Sumber air di hutan
Sumber air di hutan (Foto: Thinkstock)
Menjelajah alam menjadi suatu kegiatan yang menyenangkan. Namun, kegiatan pendakian atau penjelajahan alam tentunya tak boleh dilakukan secara serampangan dan tanpa persiapan.
ADVERTISEMENT
Pasalnya, tiada yang tahu apa yang akan terjadi selama penjelajahan tersebut. Untuk itu, kita harus berjaga-jaga bila ada kejadian yang tidak diinginkan, seperti tersesat atau terjebak berhari-hari di hutan, menimpa kita selama menjelajah alam.
Bila hal itu terjadi, langkah yang harus kita lakukan adalah tetap menjaga asupan air agar dapat bertahan sampai penyelamatan dilakukan. Seseorang memang mampu bertahan selama berminggu-minggu tanpa makanan, namun hanya bisa bertahan selama dua hingga tiga hari tanpa asupan cairan.
Karenanya, usahakan untuk mencari berbagai sumber air di sekitar lokasi pendakian atau penjelajahan yang sekiranya dapat dikonsumsi.
Kira-kira, di mana saja kita bisa mendapatkan sumber air untuk bertahan hidup?
Ilustrasi naik gunung
Ilustrasi naik gunung (Foto: Dok. Thinkstock)
Salah seorang pecinta alam yang kerap mendaki gunung, Faiz Muflih, mengungkapkan bahwa ia kerap memanfaatkan air hujan untuk dikonsumsi dalam keadaan darurat. Pasalnya, tak semua gunung atau hutan memiliki sumber air seperti sungai atau danau.
ADVERTISEMENT
Air hujan tersebut dikumpulkan di dalam botol, kemudian direbus selama kurang lebih 10 menit untuk membunuh kuman yang terkandung di dalamnya.
Selain mengandalkan air hujan, ternyata akar gantung yang merambat di atas pohon juga menyimpan kandungan air yang dapat kita minum, lho. Rika, anggota dari YEPE (Organisasi Pendaki Gunung dan Penjelajah Alam) di kota Malang menuturkan, akar gantung bisa menjadi sumber air saat kondisi darurat.
Ilustrasi akar gantung
Ilustrasi akar gantung (Foto: Thinkstock)
Caranya adalah dengan menebas akar yang menggantung pada pohon untuk mendapatkan kucuran air. Air dari akar gantung ini dapat kita minum langsung tanpa harus dimasak terlebih dahulu.
Selain rasanya yang segar, air dari akar gantung ini juga aman untuk dikonsumsi.
Bila kesulitan untuk menemukan akar gantung, sumber lain yang bisa digunakan untuk mendapatkan asupan air adalah embun pagi yang kerap muncul pada tumbuhan. Atau, kita juga bisa memanfaatkan kandungan air yang ada di dalam lumut.
ADVERTISEMENT
Bagaimana caranya? Peras lumut menggunakan kain agar kandungan air dan tumbuhan lumutnya terpisah. Setelahnya, tunggu beberapa saat hingga kotorannya mengendap dan menghasilkan permukaan air yang cukup jernih.
Ilustrasi embun
Ilustrasi embun (Foto: Thinkstock)
"Ciri-ciri air yang aman untuk dikonsumsi itu tidak berbau menyengat dan tidak ada rasanya. Bila kita mendapatkan sumber air yang keruh, saring dan diamkan terlebih dahulu hingga kotorannya mengendap," terang Rika saat dihubungi oleh kumparanFOOD.
"Namun, bila sudah dalam keadaan sangat darurat, air hasil disaring dapat langsung diminum. Dulu pernah juga waktu memeras air dari lumut sudah disaring tapi tetap keruh, jadi ya tetap diminum saja." tutup Rika.
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan